
Raymon mengambil laptop yang ada di lemari kayu yang tidak jauh dari tempatnya berdiri.Ketika Ia akan memasukkan flasdik itu ke laptopnya,Tiba-tiba ponselnya berdering.
Raymon mengambil ponselnya yang ada di dalam saku celanya,dan mengerutkan keningnya saat melihat nama Lexa tertera di layar ponselnya.Raymon menekan tombol hijau dan menempelkan ponsel itu ke telinganya.
''Hallo,Ada apa Lexi ?'' tanya Raymon langsung ketika sambungan telponnya terhubung.
''Proyek baru saja di serang Ray,'' lapor Lexi di sebrang telpon.
Raymon tidak terkejut,Ia sudah menduga kalau Mereka akan mencari flasdisk itu sampai ke proyeknya.
''Bagaimana dengan para pekerja?apa ada yang terluka ?'' tanya Raymon.
''Tidak ada yang terluka sama sekali ,'' jawab Lexi. ''Apa selanjutnya yang harus Kita lakuin Ray ?'' tanya nya lagi.
''Kerahkan anggota Naga Hitam untuk menjaga Proyek pembangunan yang sedang di tangani Alexa IstriKu.Aku yakin Mereka pasti akan menyerang Proyek itu juga ,'' suruh Raymon.
''Apa Kau yakin,Kita akan melibatkan anggota kita?'' tanya Lexi untuk memastikan.
''Ya ,'' jawab Raymon sambil memutus sambungan telponnya.
Lexi memandangi layar ponselnya yang telah mati.Ia menoleh saat Denis menepuk bahunya.
''Apa katanya ?'' tanya Denis penasaran.
Lexi menghembuskan nafas kasar.
''Dia ingin anggota Naga Hitam menjaga ketat pembangunan Proyek yang sedang di tangani Istrinya,'' jawab Lexi.
Denis tersenyum,Ia pun senang anggota Naga Hitam akan ikut di libatkan,pasti Mereka akan senang,pikir Denis.
''Kita harus menghubungi rekan kita yang Lain ,'' ucap Denis sambil mengeluarkan ponselnya.
Setelah cukup lama geng Naga Hitam tidak menampakkan diri Mereka,Kini Mereka akan muncul kembali untuk memberantas Mafia-Mafia yang tengah membuat onar.
Ke 7 Pria pendiri Geng Naga Hitam setelah tidak ingin terlibat dalam urusan Kriminal,Mereka ingin menjalani hidup normal layaknya keluarga bahagia.Mempunyai keluarga yang bahagia tanpa harus berperang melawan kejahatan.Mereka memutuskan untuk berbisnis di bidang kemampuan masing-masing.Ada yang memilih untuk berternak,berdagang,membuka bengkel,membuka Cafe,bekerja di cafe dan masih banyak pekerjaan lainnya tanpa harus pertumpahan darah.
Denis dan Lexi memutuskan untuk mendatangi Marko di tempat Dirinya bekerja.
Sesampainya Denis dan Lexi di depan pintu masuk bar, Denis memberikan Kunci mobil miliknya ke pada petugas yang ada di sana untuk memarkirkan mobil nya.Setelah itu Ia pun masuk kedalam Bar bersama Lexi.
__ADS_1
Denis dan Lexi saling berpandangan saat tiga Perempuan berpakaian seksi datang ke hadapannya, Salah satunya ingin menggoda Lexi.
''Ada yang bisa Kami bantu Tuan ?'' tanya Wanita yang memakai gaun dengan tali sepageti di bahunya sambil membelai dada bidang Lexi yang terbungkus kaos.
Lexi menepis tangan wanita itu yang membelai dadanya.
''Aku ingin bertemu dengan Marko ,'' jawab Lexi sambil mencengkram tangan Wanita itu yang sudah lancang memegang tubuhnya.
''Kenapa Anda mencari Tuan Marko ?'' tanya Wanita satunya yang berpakaian seksi sampai belahan dadanya terlihat.
''Bukan urusan Kalian ,'' jawab Lexi sambil menghempas tangan Wanita yang di cengkramnya.
Wanita itu memegangi tangannya yang di cengkram Lexi tadi,Ia melihat tangannya yang memerah akibat cengkram dari Lexi cukup Kuat.
''Sekarang katakan di mana Marko berada ,'' suruh Denis.
''Itu Tuan Marko ,'' tunjuk Wanita yang sejak tadi diam saja.
Denis dan Lexi melihat arah tunjuk Wanita itu.Mereka melihat Marko sedang melayani pengunjung dengan berpakaian pelayan.Mereka tidak akan menyangka kalau Markolah pemilik bar itu.
Sedangkan di tempat lain.
''Al,mana tas mahalMu itu yang harganya 90 miliar itu?'' tanya Sintia yang tak melihat Alexa membawa tas yang di belikan oleh Raymon.
''Aku takut ingin membawanya ,'' jawab Alexa yang fokus menyetir.
''Al,bagaimana Proyek pembangunan itu apa sudah hampir selesai ?'' tanya Sintia.
''Ya sebentar lagi proyek itu selesai ,'' jawab Alexa.
''Eh Al,Kau kenapa ?'' tanya Sintia yang melihat wajah Alexa sendu.
''Aku ingin berhenti dari proyek pembangunan ini setelah Aku bertemu dengan pemilik Proyek itu ,'' ucap Alexa menatap sekilas Sintia dan kembali lagi menatap jalanan di depannya.
''Ada apa Al?kenapa Kau ingin berhenti ?'' tanya Sintia terkejut.
Karna Ia tahu kalau Alexa mundur dari proyek ini bisa di pastikan Alexa akan membayar denda.Bisa saja Alexa membayar denda dengan cara menjual tas itu kembali,tapi kan sayang kalau tas itu di jual,pikirnya.
''Aku tidak mau kejadian yang dulu terjadi lagi,'' jawab Alexa sendu.
__ADS_1
Sintia pun akhirnya memilih diam tidak mau mengungkit kejadian yang lalu.
Sesampainya mobil Alexa di depan proyek.
Alexa keluar dari dalam mobil di ikuti Sintia.
Seorang Pria menghampiri Mereka dan menyerahkan helm proyek ke pada Alexa dan Sintia.Alexa dan Sintia menerima helm itu dan memakai di kepalanya.
''Tidak ada kendala apa-apa kan?'' tanya Alexa sambil bertanya ke mandor.
''Semuanya berjalan dengan baik Nona,'' jawab Mandor itu. ''Ini rincian pembelian bahan-bahan material proyek ini ,'' ujar Mandor itu sambil menyerahkan laporan belanja bahan-bahan pembangun proyek itu.
Alexa menerimanya,setelah mengecek dengan teliti dan tidak ada kejanggalan dalam pembayaran bahan-bahan proyek itu,Alexa memasukkan kertas itu ke dalam tasnya.
Tidak lama kemudian Alexa di kejutkan seorang pekerja yang berlari dari atas.
''Gawat Nona !'' teriak Pria itu sambil berlari.
Alexa dan Sintia menatap terkejut pada Pekerja yang berteriak ke arahnya.
''Hai,ada apa?'' tanya Sintia yang melihat pekerja itu sedang mengatur nafasnya karna berlari.
''Itu,Nona... gawat...,'' ucap Pria itu sambil tersengal-sengal.
''Minumlah dulu,dan katakan ada apa sebenarnya ,'' ucap Alexa sambil memberikan botol berisi air mineral pada Pria itu yang sedang mengatur nafasnya.
Pekerja itu menerima botol air mineral dari tangan Alexa,lalu Ia pun menenggak minuman itu hingga setengahnya.
''Sekarang katakan ada apa ?'' tanya Sintia yang sudah tak sabar ingin mengetahui kenspa Pria itu lari.
''Itu di gerbang ada para perusuh ,'' tunjuk Pekerja itu ke pintu gerbang yang sedang di jaga ketat pak satpam.
Alexa dan Sintia keluar dari dalam proyek.Mereka di kejutkan banyaknya Mobil dan motor yang sedang ada di depan pintu gerbang sedang di halang-halangi pak satpam.
''Siapa Mereka? Apa kau mengenalnya ?'' tanya Sintia.
''Aku tidak tahu,dan Aku tidak mengenal Mereka ,'' jawab Alexa.
Alexa dan Sintia berpandangan saat salah satu dari Mereka mengeluarkan pistol dan ingin menerobos masuk di pintu gerbang yang di jaga ketat oleh dua orang satpam yang di utus oleh orang-orang Raymon.
__ADS_1