MENANTU YANG DI HINA

MENANTU YANG DI HINA
bab 59


__ADS_3

Mobil yang di naiki Raymon dan Pria paruh baya yang baru di ketahui bernama Roland,memasuki sebuah pedesaan,


''Kita mau kemana Pak ?'' tanya Raymon menatap Roland yang duduk di sampingnya


''Nanti Tuan muda juga akan tahu ,''jawab Roland sambil tersenyum


Raymon pun akhirnya diam,percuma juga bertanya pria yang ada di sampingnya karna jawabannya pasti Tuan muda akan tahu.


Mobil pun berhenti di rumah yang paling besar di kampung itu,rumah dengan bangunan kuno.


''Silakan turun Tuan muda ,'' suruh pak Roland sambil membuka pintu mobil untuk tuannya


''Ini rumah siapa ?'' tanya Raymon penasaran


Pak Roland pun cuma menjawab dengan tersenyum,


''Mari silakan masuk Tuan ,'' ajak Roland mempersilahkan masuk ke dalam rumah saat pintu rumah di buka oleh kepala pelayan.


Raymon pun melangkah masuk mengikuti pak Roland ke dalam rumah,sesampainya mereka di ruang keluarga, Raymon terkejut melihat Silvi sedang duduk di sofa seperti menunggu seseorang.


''Silvi....'' panggil Raymon


Silvi pun menoleh dan meneteskan air matanya melihat kakak nya ada di hadapannya.


''Kak Raymon ,'' ucap Silvi lirih dan menghambur ke pelukan Raymon


Raymon pun memeluk erat Silvi dan mencium pucuk kepalanya.


''Setelah Anggota Blackblood pergi,Kakak mencarimu Silvi,dan kakak pikir Kamu di bawa pergi oleh Mereka ,'' ucap Raymon bernafas lega melihat Silvi baik-baik saja

__ADS_1


''Ceritanya panjang kak ,'' Ucap Silvi sambil mengajak Raymon duduk


Pelayan pun datang dengan membawa minuman dan makanan ringan,setelah pelayan meletakkan makanan dan minuman di atas meja,lalu pelayan itu pun pamit undur diri.


''Ini rumah siapa Silvi ?'' tanya Raymon


Silvi cuma menjawab dengan senyuman dan Ia pun menatap ke arah tangga.


''Lihat itu Kak ,'' tunjuk Silvi ke lantai atas


Raymon pun melihat dan mengedarkan pandangannya ke arah lantai atas,dimana seorang wanita tua sedang berdiri menatap ke arah Silvi dan Raymon.


Raymon membulatkan matanya terkejut melihat wanita tua itu.


''Nenek...,'' ucap Raymon lirih tak percaya nenek yang selama ini mereka kira meninggal masih hidup.


''Ini benaran Nek Ida ?'' tanya Raymon ketika Nek Ida sampai di depan Silvi dan Raymon


''Iya lah ini Nenek, Raymon ,'' jawab Nek Ida sambil menjewer telinga Raymon


''Ampun Nek sakit ,''


Mereka pun tertawa bersama


''Nenek kangen sama kamu Raymon ,'' ucap Nek Ida sambil memeluk cucunya yang sudah belasan tahun bertemu.


Raymon pun membalas pelukan dari Nek Ida,setelah itu mereka pun melepas pelukannya.Dan merekapun duduk.


''Bukankah Nenek Waktu itu ......?''

__ADS_1


''Dikabarkan meninggal maksud kamu ,'' potong Nek ida


Raymon menganggukkan kepalanya


''Tapi berkat Wira Nenek selamat ,'' uCap Nek Ida


''Nek Silvi penasaran bagaimana Nenek bisa selamat dari kecelakaan itu ?dan siapa wanita yang meninggal itu kalau bukan Nenek ?'' tanya Silvi penasaran


''Iya Nek,dan kami kira wanita yang terbakar itu adalah Nenek ,'' ucap Raymon juga


Nek Ida menghembuskan nafas kasar dan menerawang berusaha mengingat kejadian belasan tahun yang lalu.


''Nenek ,''panggil Silvi sembari menepuk bahu Nek ida


''Nenek baik-baik saja,'' jawab Nek ida ''Suatu saat Nenek akan cerita bagaimana Wira menyelamatkan Nenek dari kecelakaan itu,'' ucap Nek Ida


''Roland...'' panggil Nek Ida


''Iya Nyonya ,'' jawab Roland cepat keluar dari arah yang tidak jauh dari mereka


''Sampai sejauh mana,pencarian Shella ?'' tanya Nek Ida


''Anak buah saya mengatakan lokasi terakhir di gedung tua nyonya ,'' jawab Roland


''Awasi terus pergerakan mereka ,'' suruh Nek Ida


''Baik nyonya ,'' jawab Roland


Setelah itu mereka mengatur siasat untuk membebaskan Shella malam ini.

__ADS_1


__ADS_2