
Seorang Pria paruh baya menatap tajam pada Pria muda yang ada di depan nya,
Pria muda itu menelan saliva nya susah saat melihat tatapan tajam dari Pria paruh baya itu,Pria muda itu tidak berani mengangkat kepala nya sebelum Pria paruh baya itu membuka suara.Tanpa mengatakan apa-apa Pria paruh itu beranjak dari duduk nya dan berlalu pergi meninggalkan ruangan itu.
Pria muda itu pun bernafas lega saat melihat Pria paruh baya itu pergi.
Sebelum Pria paruh baya itu membuka pintu ruangan,
''Bryan,Aku beri Kamu satu kesempatan lagi,untuk menghabisi ke tiga bersaudara itu,kalau sampai gagal lagi di pastikan Kau habis hari itu juga ,'' pesan Pria paruh baya itu sekaligus mengamcam.
''Baik Bos,akan di pastikan kali ini tak kan gagal lagi ,'' jawab Bryan sembari berjanji.
Pria paruh baya itu melanjutkan langkahnya untuk keluar dari ruangan,dan meninggalkan Bryan seorang diri di dalam ruangan itu.
Bryan mengusap wajah nya kasar,Ia bingung harus melakukan perintah Pria paruh baya itu apa tidak?.
Di sisi lain Ia mulai jatuh cinta pada Silvi,tapi di sisi lain Ia berhutang budi pada Pria paruh baya itu.
...****************...
Sedangkan di kediaman Nek Ida
__ADS_1
Silvi dan Shella sedang berada di taman bersama Nek Ida.
''Nek,Kak Raymon kok belum datang kemari ?'' tanya Silvi sembari menatap Shella yang sedang memindahkan bunga mawar ke pot yang lain.
''Mungkin sebentar lagi Dia akan datang ,'' jawab Nek Ida tersenyum menatap ke dua cucu nya.
''Silvi bosen di rumah terus Nek ,'' ucap Silvi menatap sendu sang Nenek.
Nek Ida duduk di samping Silvi dan tersenyum menatap Silvi sembari membelai rambut Silvi.
''Itu Kakak Mu sudah datang ,'' tunjuk Nek Ida ke arah pintu samping.
Silvi melihat ke arah tunjuk sang Nenek,Silvi tersenyum dan beranjak dari duduk nya dan berlari menghampiri Raymon yang sedang berjalan ke arah nya.Silvi langsung memeluk tubuh Raymon saat berada tepat di depan nya,Raymon balas memeluk Silvi.
Raymon cuma tersenyum,Ia pun melangkah mendekati di mana Nenek nya berada,Silvi mengikuti di belakang nya.
Raymon mencium punggung tangan Nenek nya.Raymon tersenyum melihat Shella yang fokus dengan kegiatan nya,tanpa menyadari Raymon ada di belakang nya.
''Sedang apa Hm ?'' tanya Raymon sembari mengusap kepala Shella.
Shella terkesiap kaget,Ia pun menoleh dan tersenyum saat melihat Raymon yang berdiri di belakang nya,
__ADS_1
''Ini Kak Shella lagi mindahin bunga pemberian dari kak Denis,'' jawab Shella sembari tersenyum menatap Raymon dan Nenek nya.
''Mau ikut jalan-jalan ?''tanya Raymon sembari mengambil daun yang ada di kepala Adiknya.
Shella menganggukkan kepala nya.
''Silvi dan Shella siap-siap dulu ya kak ,'' pamit Silvi, dan berlari ke dalam di ikuti oleh Shella.
Raymon tersenyum melihat ke dua Adik nya yang bahagia di ajak nya jalan-jalan.
''Bawalah Mobil Nenek Nak ,'' suruh Nek Ida.
''Terima kasih Nek ,'' jawab Raymon.
Nek Ida dan Raymon masuk ke dalam rumah,sesampai nya Mereka di dalam,Mereka pun duduk di ruang tamu sembari menunggu ke dua Adiknya yang bersiap-siap.
''Bagaimana dengan Proyek pembangunan itu Ray ?'' tanya Nek Ida sembari menatap Raymon yang duduk di depan nya.
''Sebentar lagi selesai Nek ,'' jawab Raymon.
Tiba-tiba dari luar terdengar suara deru mobil berhenti di depan rumah Nek Ida,Nek Ida dan Raymon saling berpandangan dan berpikir siapa kira-kira yang bertamu di kediamanan Nek Ida.
__ADS_1
Nek Ida dan Raymon terkejut yang melihat Roland masuk dengan terburu-buru,dan lebih terkejut lagi saat melihat tangan kiri Roland terkena goresan pisau.