
Di luar GOLDEN BAR
Denis dan Lexi keluar dari dalam mobil,Denis menyerah kan kunci mobil kepada Satpam yang bertugas menjaga keamanan di Bar itu.
Denis dan Lexi saling berpandangan,saat melihat salah satu Pria saat di periksa oleh petugas yang berjaga di depan pintu masuk Bar,Walaupun Pria itu menunjuk kan pistol yang ada di balik jas nya,petugas itu buru-buru menutup kembali jas Pria itu,setelah Pria itu masuk ke dalam bar,kini giliran Denis dan Lexi yang di periksa.
''Maaf tuan di dalam bar tidak boleh membawa senjata,''ucap salah satu Petugas yang memeriksa Denis
''Ini cuma korek api yang berbentuk pistol,''jawab Denis sambil menunjuk kan kalau itu benar korek api
''Aku tadi melihat pria barusan yang membawa pistol, tidak kalian minta?''tanya Lexi
''Kalian salah lihat pria tadi tidak membawa senjata,'' jawab Petugas itu cepat
Denis dan Lexi akhirnya masuk ke dalam bar,Denis dan Lexi melihat melihat belasan Pria berlari menuruni tangga.
Para pengunjung di bar itu pun terkejut dan penasaran ada apa sebenar nya.
...****************...
Sedangkan di ruangan sanjaya
''Sial....''umpat Sanjaya
__ADS_1
''Ada apa?'' tanya Handoko yang melihat wajah khawatir Sanjaya setelah layar yang di depan nya menunjuk kan dua orang Pria sedang menuju ke salah satu ruangan,
''Halangi Aldo dan Kevin,jangan sampai Mereka masuk ke dalam ruangan itu ,'' suruh Sanjaya lewat chip yang terpasang di layar monitor yang terhubung ke pengawal yang berjaga di luar ruangan itu.
''Baik Bos Kami akan laksanakan,'' jawab beberapa Pria yang berjaga di luar ruangan rahasia.
''Sebenar nya ruangan apa itu Sanjaya?'' tanya Wira yang penasaran kenapa Sanjaya menjaga ketat ruangan itu
''Ruangan pribadi ku ,'' jawab Sanjaya
Sanjaya terus fokus ke layar monitor yang ada di depan nya,yang menampil kan Aldo dan Kevin sedang berkelahi dengan anak buah Sanjaya.
''Sial...''umpat Sanjaya saat melihat Raymon membantu Aldo dan Kevin
''Handoko,Wira ambil pistol kalian,dan ikuti Aku ,'' suruh Sanjaya sambil keluar dari ruangan itu,
Handoko dan wira setelah mengambil pistol Mereka dan mengisi peluru,Mereka pun menyusul Sanjaya,
Sesampai nya Mereka di depan ruangan yang tidak jauh dari ruangan yang sedang di jaga ketat.
''Handoko,Wira ,Kalian hadapi bocah sialan itu, '' suruh Sanjaya ''Aku akan mengurus yang di dalam,'' ucap nya lagi sambil masuk ke dalam ruangan yang menghubungkan ruangan yang di jaga ketat itu.
''Sial,Kita di jadikan umpan nya,''umpat Handoko yang kesal kepada Sanjaya
__ADS_1
''Itu lah Sanjaya,Kita di jadi kan tameng nya dari dulu,''ucap Wira yang tahu sifat Sanjaya
''Kau benar Wira,''jawab Handoko ''Sebenar nya di dalam ruangan itu ada apa?''tanya Handoko penasaran
Wira mengendikkan bahu nya pertanda Dia pun tidak tahu.
Handoko dan Wira pun berpapasan dengan seorang Gadis yang baru ke luar dari ruangan yang ada di sebelah nya.
''Shelva,ada apa Kamu keluar dari kamar Mu?'' tanya Wira
''Maaf Paman,Aku keluar dari dalam kamar,Aku penasaran di luar ribut-ribut,ada apa Paman ?'' tanya Shelva balik yang penasaran mendengar keributan di luar
''Di luar ada penyusup Shelva,'' jawab Handoko
''Shelva masuk lah ke dalam kamar,dan jangan ke luar,'' suruh Wira
''Tapi Paman,bagaimana dengan papa?''tanya shelva yang khawatir dengan keadaan Sanjaya
''Kamu tenang saja Shelva,papa Kamu baik-baik saja,'' jawab Wira mengerti kekhawatiran Shelva dan pergi meninggal kan Shelva untuk menghalangi Aldo, kevin dan Raymon.
Shelva pun memandang punggung Handoko dan Wira hingga hilang dari pandangan nya.
''Aku tidak bisa seperti ini,Aku harus membantu yang lain,'' gumam shelva dan masuk ke dalam kamar nya.
__ADS_1