
Di ruang bawah tanah bar.
Prok...Prok...Prok...
Sanjaya bertepuk tangan melihat keberanian Wira yang sudah berkhianat pada nya,
Wira,Aldo,Kevin,Raymon dan Shella melihat Sanjaya dengan beberapa anak buah nya menghadang mereka.
Handoko dengan jalan tertatih melangkah menuju di mana Sanjaya berdiri.
''Serahkan Shella dan Shelva kepada ku ,'' suruh Sanjaya
''Aku tidak akan menyerahkan Shella pa ,'' tolak Aldo
''Kamu mau membangkang Papa !''
Sanjaya menodongkan pistol ke arah Aldo
''Ayo pa tembak,Aku tidak takut ,'' tantang Aldo
''Jangan gila kamu Sanjaya,dia putra kamu sendiri ,'' ucap Wira menyadarkan Sanjaya
''Aku tidak menduga kamu berkhianat Wira ,'' ucap Sanjaya tersenyum sinis, ''Pantas saja bocoh itu datang ke tempat ini karna kamu yang memberi tahu,'' lanjut nya lagi, dan mengarahkan pistol itu ke arah Wira yang sedang menggendong Shelva.
''Aku bisa saja memaafkan pengkhianatan mu ini,asal kau mau menuruti perintah ku ini ,'' bujuk Sanjaya ''Turunkan dia dan letakkan di sana,'' ucap nya lagi sambil menunjuk lantai yang tidak jauh dari nya
__ADS_1
Wira menatap Sanjaya lama,Dia pun menghembuskan nafas kasar,Wira bukan nya menuruti kemauan Sanjaya dia pun melangkah menuju ke arah Raymon yang ada di depan nya,
''Raymon bawalah pergi adik mu,'' suruh Wira sembari menyerahkan Shelva ke tangan Raymon.
Raymon menerima shelva,dan menggendongnya.
''Penghianat kau pantas mati !'' geram Sanjaya
Dor...!
Sanjaya melepaskan tembakannya mengenai lengan Wira.
''Akh..!'' teriak Wira merasakan lengan nya terkenah timah panas
''Letakkan gadis itu kalau tidak ingin paman mu mati,'' Suruh Sanjaya dengan mengancam
''Jangan Raymon,'' ucap Wira cepat
Walaupun lengan kiri Wira tertembak,dia masih punya tangan satu nya lagi,Wira menodongkan pistol ke arah Sanjaya,
''Raymon,Aldo bawalah pergi mereka berdua,'' suruh Wira
''Aku tidak bisa meninggalkan paman sendiri,'' tolak Aldo
''Pergilah Tuan,biar Aku yang membantu Tuan Wira,''
__ADS_1
Kevin mencoba menyakinkan Aldo,
''Baiklah Kevin pegang ini,'' Jawab Aldo pasrah dan menyerahkan pistol yang di pegang nya.
Kevin pun menerima pistol dari Aldo,
Kevin menodongkan pistol itu ke arah salah satu anak buah Sanjaya yang berjaga di depan pintu keluar dari ruangan bawah tanah,supaya Aldo membawa Shella pergi.
''Kalian tidak bisa pergi dari tempat ini,''
Sanjaya tertawa saat pintu itu terbuka,wajah nya menjadi pucat pasi saat melihat orang yang berdiri di depan pintu ruangan itu,
Awal nya Sanjaya pikir yang akan muncul ketua blackblood yang ia kirim sinyal tanda bahaya,tapi di luar dugaan nya ternyata yang muncul bukan ketua blackblood
''Wah ternyata ada pesta disini ,'' ucap Pria itu terkekeh saat melihat wajah mereka terkejut. ''Apa aku datang di waktu yang tak tepat ?'' tanya nya lagi
Raymon menatap pria itu dalam dan mencoba mengingat dimana dia pernah melihat pria itu.
Wira tersenyum melihat kedatangan pria itu,karna Wira yakin pria itu akan membantu mereka.
Pria itu menatap sendu gadis yang ada dalam gendongan Raymon,
Setelah pria itu menyingkir dari depan pintu ruangan, saat perhatian mereka jatuh kepada pria yang baru datang,Aldo membawa Shella keluar dari ruang bawah tanah tanpa sepengetahuan siapa pun.
Sanjaya tahu siapa pria yang ada di depan nya, Sanjaya tersenyum menyeringai saat melihat arah pandang Pria itu dan dia bisa memanfaatkan situasi ini untuk kepentingan nya sendiri.
__ADS_1