
Raymon yang berada di rumah sakit setelah mendapat telpon dari Alexa,Ia kembali masuk ke dalam kamar rawat Samuel.
Denis,Lexi dan Samuel yang terbaring di ranjang menatap Raymon yang baru masuk ke dalam ruangan.
''Tadi telpon dari siapa ?'' tanya Lexi saat melihat Raymon menutup pintu kamar rawat Samuel.
''Apa itu dari Kakak ipar ,'' duga Denis.
''Iya ,'' jawab Raymon sambil mengambil jaket yang ada di sofa yang tidak jauh dari Denis.
''Kau mau kemana?'' tanya Denis.
''Aku mau menyusul Istri Ku ,'' jawab Raymon sambil memakai jaket miliknya.
''Hai Kau ingin bertemu dengan Istri Mu,dengan pakaian seperti itu ?'' tanya Lexi sambil menunjuk pakaian yang di pakai Raymon.
Wajar saja Lexi bertanya pakaian Raymon,karna dari semalam Raymon belum mengganti pakaiannya setelah bertarung tadi malam.Belum lagi kaos yang di kenakan Raymon sobek di bagian dadanya.
''Tentu saja tidak,Aku mampir ke bengkel dulu untuk mengganti pakaian Ku ,'' jawab Raymon sambil melangkah mendekati ranjang Samuel.
''Sam,Pergi dulu ya,nanti malam Aku ke sini lagi ,'' pamit Raymon.
Samuel cuma menganggukkan kepalanya.
Ketika Raymon ingin membuka pintu.
''Ray bawa mobil ku ,'' suruh Denis sambil menyodorkan kunci mobil milik nya ke hadapan Raymon.
__ADS_1
''Tidak perlu ,'' tolak Raymon sambil menepis secara halus tangan Denis yang memberinya kunci mobil.
''Iya Ray,masak Kau ingin menyusul Kakak Ipar dengan motor butut itu ,'' ucap Lexi.
''Memangnya kenapa kalau Aku memakai motor itu ?'' tanya Raymon sambil mengerutkan keningnya.
''ist,Kau ini pemilik perusahaan terbesar masa masih memakai motor butut ,'' canda Denis sambil tersenyum mengejek ke arah Raymon.
''Belum saatnya Istri Ku tahu siapa Aku sebenarnya ,'' ucap Raymon tanpa mempedulikan candaan dan ejekan dari Denis.
Raymon keluar dari dalam kamar rawat inap Samuel,Ia menuruni anak tangga untuk menuju ke lobi rumah sakit,Raymon melangkah keluar dari rumah sakit menuju parkiran dan menuju di mana motornya terparkir.Setelah Raymon memakai helm dan duduk di atas motornya,Raymon melajukan motornya meninggalkan pelataran rumah sakit.
Kurang lebih 20 menit Raymon sampai di bengkel milik nya.Setelah mematikan mesin motor dan melepas helm yang di pakainya,Raymon turun dari motor dan Ia pun melanglah masuk ke dalam bengkel.
Sedangkan Alexa dan Sintia sudah sampai di Mall.
Alexa dan Sintia berada di dalam mobil dan berada di parkiran.
Alexa pun kembali menelpon Raymon,Setelah memastikan Raymon 30 menit lagi sampai di mall,Alexa memasukkan ponselnya ke dalam tas.
''Apa katanya ?'' tanya Sintia setelah Alexa menelpon Suaminya.
''Masih di bengkel ,'' jawab Alexa.
''Kok di bengkel ,'' ucap Sintia terkejut mengetahui Raymon ada di bengkel. ''Dia tidak jadi datang ke mall ?'' tanya Sintia.
''Dia ganti baju dulu di bengkel ,'' jawab Alexa sambil melepas sealtbeat di tubuhnya.
__ADS_1
''Duh ku sudah tak sabar ingin melihat wajah Suami Kamu,'' ucap Sintia sambil tersenyum dan membayangkan wajah tampan Suami sahabatnya.
Alexa cuma menggelengkan kepalanya yang melihat Sintia senyum-senyum sendiri.
''Eh,Suami Kamu ganteng Kan?'' tanya Sintia menatap serius ke arah Alexa.
Alexa tersenyum menatap Sintia.
''Suami Kamu lebih ganteng dari Albert kan ?'' tanya Sintia lagi.
''Ya mungkin ,'' jawab Alexa sambil berpikir.
''Ih maksud Kamu apa,jangan bilang gantengan dari Albert bisa besar kepala dia ,'' sebal Sintia yang mendengar jawaban dari Alexa.
''Sudah lah,nanti Kamu lihat sendiri,'' ucap Alexa sambil mencubit pipi sintia yang sedang kesal.
''Ist sakit tahu ,'' ucap Sintia sambil mengelus pipi nya yang di cubit Alexa.
Sintia pun ingin melepas sealtbeat yang di melingkar di tubuh nya,gerakannya terhenti dan membulatkan mata terkejut saat Sintia melihat seseorang yang tidak jauh dari mobil Alexa terparkir.
Alexa yang melihat Sintia terdiam pun bingung.
''Sin,ada apa?'' tanya Alexa sambil menepuk bahu Sintia.
Sintia tersentak kaget dari lamunannya,Ia pun menoleh ke arah Alexa.
''Ada apa?'' tanya Alexa lagi.
__ADS_1
''Itu.....,'' tunjuk Sintia pada sosok yang tidak jauh dari tempat mobil Alexa.
Alexa menoleh dan melihat arah tunjuk Sintia,Ia terkejut dan membulatkan matanya pada sosok yang sedang berdiri tidak jauh dari tempat mobil nya terparkir.