
Mobil yang di kendarai Raymon berhenti di depan Golden Bar.
Raymon membuka pintu mobil kemudi,setelah Ia keluar dari dalam mobil,Ia pun menutup pintu mobil itu kembali.
Raymon melihat beberapa anak buahnya sedang mengeluarkan barang-barang yang ada di dalam Golddn Bar.
''Denis...'' panggil Raymon
Denis menoleh dan melihat Raymon yang berdiri tidak jauh dari tempat parkiran mobil,Denis menghampiri Raymon.
''Mobil baru Ray ?'' tanya Denis yang baru melihat mobil itu
''Iya ,'' jawab Raymon
''Nah gitu dong ganti mobil ,'' seru Denis
''Ngaco kamu,ini mobil bukan untukku ,'' elak Raymon
''Kalau bukan untuk kamu?untuk siapa?'' tanya Denis
''Untuk istriku ,'' jawab Raymon
''Ngapain kamu kesini?'' tanya Denis penasaran
''Aku cuma ingin ngecek kerjaan kamu ,'' canda Raymon
''Ck '' decak Denis ''Ada apa Ray ?'' tanya Denis yang melihat Raut wajah Raymon beryubah sendu
''Alexa di culik Den,''jawab Raymon
''Siapa yang menculik kakak ipar?'' tanya Denis emosi
''Samuel ,'' jawab Raymon
''Kurang Ajar banget tu si Sam,'' umpat Denis
__ADS_1
''Oh ya Den,barang yang di cari Sam apa kamu tahu ?'' tanya Raymon yang pusing dengan barang milik Sam
''Barang milik Sam ,'' ucap Denis sembari mengernyitkan keningnya
''Ya,Dia meminta barang miliknya kembali ,'' ucap Raymon sembari bersandar di mobilnya
Denis pun diam,Denis pun mencoba mengingat barang berharga apa yang di miliki Sam.
''Gue nyerah Ray,gue lupa ,'' sesal Denis yang tak mengingat apa apa
''Gue akan tanya langsung ke Sam ,'' putus Raymon akhirnya
Denis dan Raymon saling diam dan memperhatikan anak buahnya bekerja,
''Den,Gue akan serahkan pembangun bar baru dan perusahaan baru ke kaluan berdua ,''
Raymon menatap Denis dan berharap Denis mau menerima proyek ini
''Jangan Gue deh,Gue males ngurus hal beginian ,'' tolak Denis ''Lebih baik Elo suruh Gue untuk bertarung aja ,'' lanjutnya lagi
''Gue serius Den ,'' ucap Raymon
''Ck..'' dengus Raymon
''Bang Jack aja Ray ,'' usul Denis
''Elo tahu sendiri Bang Jack itu bagaimana orangnya?'' tanya Raymon
''Coba aja dulu,siapa tahu dia mau ,'' suruh Denis
Raymon menganggukkan kepalanya tanda setuju,
''Yang di sini urus sampai selesai ya ,'' ucap Raymon sembari membuka pintu mobil
''Sip, beres,pokoknya serahkan saja padaku,'' jawab Denis sembari mengacungkan jempolnya
Raymon menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Denis.
__ADS_1
****
Sedangkan di rumah Nenek Ida
Silvi menaiki Anak tangga menuju ke kamar di mana Bryan di rawat,Ia pun membawa semangkuk bubur.
Cklek..
Silvi membuka pintu kamar,Ia pun tersenyum melihat Bryan sudah bangun.
''Waktunya makan ,'' ucap Silvi sembari meletakkan nampan berisi mangkok bubur dan air putih
Bryan pun tersenyum menanggapi ucapan Silvi
''Bubur lagi ?'' tanya Bryan
''Iya,kamu kan masih sakit jadi harus makan bubur ,'' jawab Silvi
''Bosen Vi,bubur terus ,'' ucap Bryan
''Kamu harus makan bubur dulu Bryan ,''
Silvi mengambil satu sendok bubur dan Ia meletakkan di depan mulut Bryan,dengan pasrah Bryan pun menerima suapan bubur itu dari Silvi.
''Vi ,kok sepi Nenek kemana ?'' tanya Bryan di sela-sela makannya
''Nenek ke rumah sakit ,'' jawab Silvi sembari mengambil satu sendok bubur lagi dan mengarahkan ke mulut Bryan.Bryan dengan terpaksa menerima suapan bubur lagi dari tangan Silvi
''Nenek sakit Vi ?'' tanya Bryan yang khawatir dengan Nek Ida
''Bukan ,Nenek menjenguk Paman Wira ,'' jawab Silvi
Bryan pun menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Setelah Bryan selesai makan buburnya.Silvi menyodorkan obat ke tangan Bryan,Bryan pun menerima obat itu,dan dengan bantuan air putih obat itu masuk ke dalam mulutnya.