
Mikaela melupakan kejadian semalam. Ia menganggapnya hanya sebuah ke khilafan diantara mereka berdua yang terbawa suasana.
Hari ini Mikaela berencana untuk menemui teman-temannya lagi. Bukan hanya ada Tiara, tetapi banyak teman yang lainnya. Bisa di sebut reuni kecil-kecilan. Seperti hari yang lalu, Mikaela pergi di temani Jaka sesuai perintah mama Sekar.
Jaka sudah bersiap. Penampilan kali ini lebih rapih dari kemarin. Ia sengaja memilih baju yang di belinya dengan harga mahal, baju baru ketika hari raya kemarin. Minyak wangi ia semprotkan ke seluruh badan, tidak lupa memakai pomad agar rambutnya terlihat rapih. Jaka tidak mau mempermalukan Mikaela di depan teman-temannya, mengingat kejadian semalam sepertinya Mikaela sudah mulai menerima dirinya.
"Sudah siap? cie.. rapih amat!" Mikaela menyambut Jaka dengan senyuman merekah. Bahkan gadis itu sempat menggodanya.
Tidak salah tebakannya, Mikaela memang sudah menganggapnya. Jaka membalas dengan senyuman tipis. "Berangkat sekarang atau?"
"Sekarang lah, yuk?" ajaknya sambil bergelayut di lengan Jaka.
Jaka mengulum senyum melihat lengannya yang di apit oleh Mikaela. Senang sekali.
Sepanjang perjalanan, Jaka fokus mengemudi sedangkan Mikaela asik dengan ponselnya, berbalas pesan dengan temannya.
Victoria cafe. Tempat Mikaela janji temu dengan temannya.
"Mas, aku turun di sini aja. Udah di tunggu soalnya." Mikaela ingin turun di teras cafe untuk mempersingkat waktu. "Parkirannya lumayan jauh soalnya."
"Oke." Jaka menghentikan mobilnya tepat di depan pintu cafe. Membiarkan Mikaela masuk lebih dulu, ia akan menyusul setelah memarkirkan mobil.
Benar saja, teman-temannya sudah berkumpul semua. Mikaela datang paling akhir. "Hai, sorry telat. Biasa macet!" mereka saling menyapa. Cium pipi kanan dan kiri.
__ADS_1
"Ya ampun lama juga kita gak ketemu ya. Lo makin cakep aja sih?" seperti biasa Mikaela selalu mendapat pujian dari teman-temannya. Wajahnya yang jelita mampu menjadi pusat perhatian yang paling menonjolo sedari dulu.
"Jangan terus muji, ntar Mika ge er!" sela Tiara sambil tertawa.
"Eh gue denger lo batal nikah sama Roy? kenapa emang?" Sella yang memang tinggal di Ausie baru mendengar kabar kandasnya hubungan Mikaela dan Roy.
Mikaela mengibaskan tangan, "Jangan bahas itu, males gue."
"Mika lagi cari pengganti Roy. Lo ada kenalan gak?" Tiara ikut menimpali. Ia bersiap menjadi jalan temannya menemukan jodoh.
"Tipe Mika pasti gak mau yang kaleng-kaleng." ujar salah satu dari mereka.
"Iya lah, gue harus dapetin yang lebih oke dari Roy!" seru Mikaela membenarkan.
"Mas Jaka!" Tiara yang sudah bertemu Jaka sekali dan memiliki ketertariakan terpekik senang.
"Dia siapa?" pertanyaan yang muncul pada perempuan yang baru melihat Jaka.
"Cowok lo, Ra?" sebagian ada yang menganggap Jaka itu kekasih Tiara lantaran wanita itu yang lebih dulu menyambut Jaka.
Tiara menggelang sambil tersenyum. "Sayangnya bukan. Masih otewe sih.."
"Terus??"
__ADS_1
"Dia supir gue!" saut Mikaela.
Deg! jantung Jaka terasa di remas. Mikaela masih menganggapnya supir. Bukan suami. Sia-sia ia berpenampilan rapih begini. Hatinya begitu nelangsa mengharapkan yang sulit untuk di gapai. Nyatanya ia hanya terbawa perasaan dengan sikap manis Mikaela.
Mikaela menatap sinis Jaka, "Aku udah bilang, tunggu di parkiran aja!" kesal sekali. Jaka ini tidak mengerti juga. Sudah ia bilang untuk menunggu di parkiran saja jika sedang mengantarnya kemanapun. Bisa gawat kalau teman-temannya tahu setatus mereka yang sebagai suami istri.
"Oh.. maaf." lirihnya. Jaka lalu berpamitan pergi.
"Eh, itu Dona! ngapain dia di sini." celetuk Tiara yang baru saja melihat keberadaan Dona di cafe ini. Perhatian mereka pun teralihakan, melupakan Jaka si pria malang.
Dona yang tadinya malas menanggapi kumpulan lawannya, mendelik pada Mikaela. Lalu berseru, "Lo bakal nyesel!!" setelah itu, Dona lekas keluar. Entah apa yang di maksud dari ucapan Dona.
"Dasar sinting!" umpat Mikaela. Melihat wajah Dona, ia jadi teringat kejadian dimana dirinya memergoki Roy dan Dona yang tenagah bercummbu.
Di luar, Dona mengejar Jaka. "Mas!!" serunya.
Jaka menghentikan lankahnya dan berbalik. Kedua alisnya sedikit naik, lalu perlahan kembali normal.
"Mikaela memang begitu, mending ikut aku aja mas." ucap Dona membujuk Jaka.
Jaka tidak menggubris ucapan Dona. "Jangan ganggu saya!"
"Tapi mas, Mika udah keterlaluan sama kamu."
__ADS_1
"Jangan campuri urusan saya." Jaka memperingati Dona agar tidak mengganggunya. Jaka ingin sendiri, menata hatinya yang terluka. Luka yang ia rasakan tidak sesakit saat mendengar kekasihnya ingin dinikahi pria lain, dulu.