
Jaka melangkah tak tentu arah. Ia bingung harus bernaung kemana. Ayahnya, Sultan Kalingga memang mempunyai banyak harta, tapi tak sekalipun benar-benar menginginkan kehadirannya. Pria tua itu seolah terpaksa menerima dirinya lantaran terlanjur sudah hidup dalam rahim seorang wanita biasa. Wanita yang ia nikahi hanya untuk dijadikan pemuas.
Ibunya bernama Ningrum, merantau ke ibu kota untuk mengais rezeki dengan menjadi pembantu di rumah keluarga Kalingga. Parasnya yang ayu mampu memikat anak majikannya, Sultan. Perempuan mana yang tidak tersanjung dicintai oleh pemuda tampan dan mapan? Ningrum menerima lamaran Sultan meskipun hanya dinikahi secara siri, keluarga besar pun tidak tahu pernikahan mereka.
Pernikahan yang ia kira akan membuat dirinya semakin bahagia, nyatanya begitu menyakitkan. Sultan hanya menginginkan tubuhnya.
Sultan semakin menjauh tatkala Ningrum memberikan kabar jika ia tengah mengandung. Bukannya senang, Sultan malah kecewa karena Ningrum tidak menepati janjinya untuk menjaga agar tidak hamil.
Hidup Ningrum dan putranya semakin menderita saat Sultan memutuskan untuk menikahi gadis pilihan kedua orangtuanya. Tidak mau semakin menderita, Ningrum memutuskan untuk pergi dari Sultan. Tetapi sayangnya Sultan tidak memperbolehkan Ningrum pergi membawa putra mereka.
Berulangkali Jaka mengesah kasar, nasibnya sungguh malang sekali. Baru saja merasakan bahagia memiliki istri seperti Mikaela, tapi kebahagiaan itu hanyalah semu.
Lama berjalan menyusuri trotoar, Jaka teringat dengan temannya. Ia pun berniat untuk mengunjunginya.
"Jayden?!" pintu apartemen terbuka, seorang pria muncul dan terkejut dengan kehadiran Jaka di hadapannya. "Lo, Jayden?" sudah lama sekali tidak bertemu dan bertukar kabar, Derry masih tak percaya.
__ADS_1
Jaka mengangguk lemas, "Aku mau numpang..." ucapnya sambil melangkah masuk meskipun belum dipersilahkan.
"Kemana aja Lo? gak ada kabar." tanyanya. "Lo baru pulang dari Ausie?"
Jaka diam, ia merebahkan diri di sofa panjang. "aku capek, pengin istirahat." rasanya malas sekali membahas masalahnya. Jaka ingin menenangkan hatinya sejenak.
"Gue mau keluar, malem baru balik." harusnya mereka mengobrol karena sudah lama tidak bertemu. Tetapi temannya itu terlihat ingin menyendiri, kebetulan Derry pun sudah membuat janji temu dengan temannya. "Lo jangan kemana-mana sebelum gue balik!"
"hemm," Jaka berdehem.
Ditempat lain, Mikaela tengah menangisi Jaka. Suaminya itu malah pergi sungguhan. Harusnya Jaka terus membujuknya, meyakinkan dirinya kalau memang tidak ada hubungan apa-apa dengan Dona.
"lain kali harus dijaga mulutnya, jangan bicara kasar. Apalagi menuduh tanpa bukti." ucap Sekar. "kamu akan menyesal kalau udah ngomong pisah sama Jaka."
Mikaela mendengar ucapan ibunya. Ia pun sedikit menyesali ucapannya. Ia pikir Jaka akan terus membujuknya seperti biasanya. Tetapi Jaka malah memilih pergi dan menyetujui keputusan Mikaela.
__ADS_1
"Hiks..hiks.. kamu jahat!" Mikaela meraung setelah Sekar pergi dari kamarnya. Tindakan Jaka semakin membuat Mikaela yakin kalau Jaka memang tidak benar-benar mencintainya, terbukti Jaka tidak mempertahankannya.
"Ini semua gara-gara Dona!" mungkinkah suaminya mulai tergoda oleh pesona Dona? hingga mau menyerah?
Tiga hari berlalu, Mikaela terus mengharapkan Jaka menghubunginya. Tetapi tak satu pesan pun ia dapatkan. Suaminya benar-benar tidak lagi menghubunginya.
Harusnya hari ini mereka berlibur ke vila. Sayangnya semua rencana itu gagal. Mikaela memilih tetap tinggal di rumah. Hanya kedua orang tuanya saja yang ke sana. Menanti kalau kalau Jaka datang ke rumah.
"Apa aku aja yang telpon duluan?" Mikaela menimang-nimang untuk menghubungi Jaka lebih dulu. "aku telpon aja..." ia memutuskan membuang egonya. Mikaela menghubungi Jaka. Panggilan kedua panggilannya baru diterima.
"Halo?" suara di seberang sana terdengar, detak jantung Mikaela kian memburu.
"Hallo??" Mikaela tak kunjung membalas, ia masih tak percaya dengan suara yang ia dengar. Buru-buru Mikaela mengakhiri panggilan setelah yakin milik siapa suara yang ia dengar.
Dona? kenapa wanita itu yang menerima panggilannya? apa Jaka sedang bersama Dona?
__ADS_1
"Jahat kamu mas!!"