Mendadak Kawin Kontrak

Mendadak Kawin Kontrak
Bukan karena harta


__ADS_3

Mikaela masih saja berpikir keras dengan pengakuan Jaka. Seakan tak percaya jika mereka ini saudara.


"jadi kamu gak selingkuh sama Dona?" pertanyaan yang terus terlontar dari mulut Mikaela. Wanita itu sudah membersihkan diri, setelah penampilannya lebih baik ia segera menghampiri Jaka.


"udah di jelasin masih aja gak percaya?" Dona ikut menimpali. Kesal juga karena mendengar pertanyaan tersebut.


Mikaela menatap sinis pada Dona, perselisihan mereka tak ada hentinya. "kamu diem aja deh, gak usah ikut campur urusan rumah tangga aku."


"cih!" Dona berdecih.


"aku harus bagaimana biar kamu percaya?" kata Jaka.


Mikaela tersenyum lebar. Hatinya kembali berbunga-bunga, lalu dengan gerakan cepat ia memeluk sang suami. "sekarang aku percaya! Mana mungkin kamu selingkuhin aku, kamu kan cinta banget sama aku." dengan percaya diri Mikaela mengatakan itu.


Dona muak mendengarnya, "uekk.." ejeknya. "kemarin Lo aja gak ngakuin kalo mas Jaka itu laki Lo karena cuma petani!" Dona mengungkit Mikaela yang tidak mau memperkenalkan Jaka sebagai suami.

__ADS_1


Rasa bersalah kembali menguar, "maafin aku ya..." ucapnya memelas. Berharap Jaka memakluminya.


"sekarang udah tahu mas Jaka bukan petani sembarangan, jadi Lo mau ngakuin, gitu?" Dona terus menyerang, ia mana sudi menjadi adik ipar musuhnya.


Jaka memalingkan wajah, benar juga apa yang dikatakan Dona. Mikaela mau menerima dirinya mungkin karena statusnya yang sudah berbeda, bukan petani biasa. Melainkan putra dari pengusaha ternama, Sultan Kalingga.


"gak kok mas! Aku bener tulus sama kamu!" Mikaela mendekap Jaka, ia tidak mau kehilangan pria itu lagi. Hanya beberapa kali berpisah Mikaela sudah kacau. Ia menyesal telah mengucapkan kata pisah waktu itu. "maafin aku mas, atas semua sikap ku yang mungkin melukai perasaan mu." ucapnya tulus.


"Gak usah dengerin mas. Cari saja istri lain, masih banyak kok cewek cantik di luar sana." Dona tak hentinya menyulut percikan api.


Dona menjulurkan lidah, meledek. "aku ada temen, namanya Bunga. Cantik banget pasti mas Jaka suka. Mau aku kenalin?"


"Dona!!" seru Mikaela.


"udah.. Udah.. jangan ribut!" Jaka melerai untuk kesekian kalinya. "kamu mau saya antar pulang atau bagaimana?"

__ADS_1


"mas ikut aku pulang kan?" Mikaela balik bertanya. Ia mau pulang asal Jaka ikut bersamanya. "aku gak mau pulang kalau kamu gak ikut!" seru Mikaela karena Jaka hanya diam saja.


"nggak bisa! Mas Jaka malem ini mau pulang ke rumah. Papa dan mama sudah menunggu." Dona menyela, kakaknya sudah berjanji mau pulang malam ini bertemu dengan papa dan mamanya.


Wajah Mikaela berubah cemberut. "mas.." ia merengek tak mau ditinggal.


"yasudah sekalian kamu ikut." kata Jaka. Waktu yang pas untuk memperkenalkan Mikaela pada ayahnya.


"mas! Tapi papa pasti gak suka kalo tahu mas Jaka udah nikah. Nikah tanpa sepengetahuannya, kan mas Jaka udah di jodohin sama..." Dona tidak bisa melanjutkan kalimatnya, karena Jaka menyela.


"biar mas yang urus." suka tidak suka ayahnya harus menerima kenyataan kalau dirinya sudah menikahi anak gadis orang. Meskipun Jaka sendiri masih kesal karena perilaku Mikaela.


Mikaela terdiam. Ia baru menyadari, jika Jaka dan Dona bersaudara itu artinya keluarga suaminya bukan keluarga biasa. Dona yang selalu memakai pakaian brand ternama sudah bisa menunjukkan kalau keluarga mereka sangat kaya raya.


Ia memandangi wajah sang suami. Pantas Jaka banyak diam, mungkin Jaka mengira kalau dirinya mau menerimanya kembali karena harta. Padahal dalam hatinya, Mikaela sungguh mencintai Jaka. Tidak mau lagi kehilangan Jaka. Ia akan mempertahankan pernikahannya meskipun Jaka hanya seorang petani.

__ADS_1


__ADS_2