Mendadak Kawin Kontrak

Mendadak Kawin Kontrak
Sudah tidak perawan


__ADS_3

"Mika, aku datang untuk jemput kamu, sayang." Roy masih bermulut manis, hal itu membuat Mikaela muak mendengarnya. "Kita bisa membicarakan masalah ini baik-baik. Gak harus kabur menghindar.." Roy mendekat, ia rindu kekasihnya ini.


Mikaela sontak mundur. "Sampai kapanpun, aku gak bakal balikan sama kamu lagi! hubungan kita udah selesai!" serunya. Ia tidak akan memaafkan pengkhianatan Roy, itu terlalu menyakitkan.


"Pah, mah, kalian gak maksa aku buat lanjutin pernikahan ini kan? aku gak mau pah, mah.." gadis itu memohon agar kedua orangtuanya mengerti akan dirinya yang sudah tidak mau lagi melanjutkan hubungannya dengan Roy.


Sekar mengangguk. "Iya nak, mama gak akan maksa kamu.. kami mengerti. Asal kamu bahagia..." luluh juga wanita paruh baya ini. Mikaela menoleh pada ayahnya, meminta dukungan. Ayah Danu hanya mengangguk, pertanda memberikan kebebasan.


Roy tidak terima dengan keputusan ini. Pria itu meraih tangan Mikaela, lalu berlutut sambil memohon. "Mika sayang, jangan tinggalin aku. Aku gak mau pisah dari kamu." ucapnya memelas.


Mikaela menghempaskan tangan Roy. "Pergi dari sini!" usirnya.


Roy menggeleng, ia tak mau kehilangan gadis secantik Mikaela. Pria itu lupa kalau dirinya sendiri yang sudah menghancurkan kepercayaan Mikaela, berselingkuh dengan wanita lain. "Gak! kamu tetap milik ku. Hanya aku yang boleh nikahin kamu!" serunya.


Keributan di dalam rumah sampai terdengar tetangga. Seperti biasa, tetangga di lingkungan itu memang selalu ingin tahu permasalahan orang lain. Mereka pun berbondong-bondong datang, ingin melihat apa yang sedang terjadi.


Ajeng dan Jaka yang ada di situ hanya diam mengamati, tanpa berminat ikut campur sedikitpun.


Mikaela muak melihat Roy yang tak tahu malu. Tangan gadis itu bersilang di depan dada, menatap berani Roy, lalu mengatakan. "Kamu yakin masih mau nikahin aku?" tanyanya.


Roy mengangguk dengan cepat. "Iya, Mika. secepatnya aku akan nikahin kamu."

__ADS_1


Mikaela tersenyum sinis. "Yakin masih mau nikahin aku? meskipun aku udah gak perawan lagi?" tanyanya menantang.


Roy meneguk ludah. Ia terkejut Mikaela mengatakan itu. Setahunya Mikaela ini gadis baik-baik, saat berpacaran, jangankan bercinta, meminta cium saja susah sekali. Tidak hanya Roy yang terkejut, Sekar dan Danu selaku kedua orangtua Mikaela pun terperangah.


"Apa maksud mu?" Roy kembali menegakkan tubuhnya. Tentu ia marah kalau yang dikatakan Mikaela benar adanya. Roy memang brengsekk, tetapi ia menginginkan perempuan suci seperti Mikaela ini untuk dijadikan istri.


Mikaela mengangguk mantap. "Aku udah gak perawan! beberapa hari lalu aku melakukannya!"


"Jangan bohong!"


"Mikaela!!!" seru Danu marah.


"Aku gak bohong!" Mikaela tiba-tiba mendekat pada Jaka. "Aku udah punya pengganti kamu!" gadis itu merangkul lengan Jaka. "Dia pria yang aku pilih!"


"Eh?" Jaka terkesiap, ia reflek ingin menyingkirkan tangan Mikaela di lengannya. Tetapi cekalan Mikaela begitu erat.


Tatapan Roy tertuju pada Jaka. "Jadi kamu yang sudah menodai kekasih ku?" kilatan amarah jelas terlihat. Roy seakan ingin menghabisi Jaka. Dia yang sudah sabar menunggu Mikaela, malah pria ini yang berhasil mendapatkan manisnya Mikaela. Roy tidak terima!


Bughh.. bughh... "Bajingann!!" Roy melayangkan pukulan di wajah Jaka.


Jaka yang memang tidak bersiap, tidak bisa menghindar dari pukulan Roy.

__ADS_1


Semua berteriak histeris. "Jaka!!"


Dua pukulan cukup, Jaka bisa menahan dan menghindari pukulan selanjutnya. Bahkan, Jaka mendorong Roy sampai tersungkur!


"Jangan memukul saya sembarangan!" ucap Jaka sambil menyeka sudut bibirnya yang terasa anyir. Lalu tatapannya teralih pada Mikaela, "Apa maksud kamu?"


Mikaela melorot, ia memberi kode agar Jaka tidak banyak bicara. Tetapi pria itu tidak mau tau dengan isyarat dari Mikaela.


"Jelaskan semuanya! katakan..." ucapannya terhenti, karena Ajeng ikut bersuara.


"Pak, Bu, Mas Jaka mau bertanggung jawab kok.." ucapnya tiba-tiba. Ajeng yang memang menginginkan kedua orang ini bersatu, ikut bersandiwara.


"Ajeng.. apa-apaan ini?" Jaka tidak terima. Ia tidak tahu duduk permasalahan yang sebenarnya, tetapi malah ikut terseret. Ia juga tidak mau mengakui tuduhan Mikaela. Dirinya tidak melakukan apapun pada gadis itu. Seenaknya saja menuduhnya telah mengambil keperawanan seorang gadis.


Mikaela menyeret Jaka dan juga Ajeng masuk ke dalam kamarnya. "Mah, pah.. aku mau bicara sama mereka dulu."


"Cepatlah! papa dan mama minta penjelasan dari kalian."


Roy merasa dipermalukan, pria itu pergi dengan kemarahan yang masih membara. Roy akan kembali membalas sakit hati ini pada Mikaela.


Para tetangga yang sengaja menguping sudah mulai berbisik-bisik. Begitu juga dengan mbak Lastri yang ikut menyaksikan. Ia ingin meminta kejelasan pada putrinya, yang sepertinya sangat tahu permasalahan ini.

__ADS_1


__ADS_2