Mendadak Kawin Kontrak

Mendadak Kawin Kontrak
Teman Baru


__ADS_3

Rasanya terlalu lama menunggu seminggu lagi. Jaka ingin cepat-cepat pulang ke kampung. selain di sini tidak nyaman dengan perilaku Mikaela, Jaka ingin memantau pabriknya dari jarak dekat.


"Mas, anterin aku yuk?" seperti biasa Mikaela akan memintanya untuk menemani pergi. Hampir setiap hari Mikaela berpergian, entah apa yang dilakukan istrinya itu karena Jaka selalu menunggunya di parkiran.


"Saya kurang enak badan. Agak meriang." Jaka tidak sepenuhnya berbohong. Selain malas, tubuhnya memang kurang fit.


Bibir Mikaela mengerucut. "Aku udah terlanjur janji. masa harus di batalin." katanya.


"Kamu bisa pergi sendiri. Nanti saya bilang ke mama." Jaka lekas mencari keberadaan Sekar. Ia tahu kalau Mikaela membutuhkannya hanya agar mendapat ijin dari mama Sekar.


"Asik!" Mikaela kembali bersemangat. Bagus juga kalau pergi tanpa Jaka. Ia bisa leluasa.


Tadinya mama Sekar tidak akan memberikan ijin tetapi Jaka membujuknya kalau dirinya tidak masalah Mikaela berpergian sendiri. Mikaela tidak akan lama.


"terimakasih mas!" Mikaela hendak memeluk Jaka. Tetapi pria itu menghindar, pura-pura ingin segera beristirahat di kamar.


"Kamu boleh tidur di kasur kok. Yaudah gih istirahat!" sebelum pergi, Mikaela memberi ijin suaminya untuk tidur di kasurnya.


"Jaka, maafin sikap Mika ya." mama Sekar sampai mengelus dada saat mendengar ucapan Mikaela. Rupanya selama ini hubungan anak dan menantu tidak baik-baik saja seperti yang ia kira. "Mungkin karena mama sama papa dulu sangat memanjakannya."


Jaka menoleh, tangannya terhenti saat hendak meraih gagang pintu kamar. "Gak papa Bu. Saya mengerti."


"Tapi Mika sudah sangat keterlaluan sama kamu."

__ADS_1


Jaka tersenyum, ia bersikap biasa saja meskipun hatinya memang terluka. Ia tidak mau wanita baik ini cemas. "Sebenarnya Mika bersikap baik sama saya. Hanya saja sedikit manja."


"Tolong bimbingan Mika agar lebih baik lagi."


"Saya akan berusaha."


***


Baru saja hatinya merasa senang, Mikaela sudah di buat kesal karena melihat keberadaan Dona. "Kenapa sih selalu ketemu dia?!!" Mikaela melengos seolah tidak melihat Dona. Ia kembali berjalan santai. Hari ini Mikaela ingin berbelanja di temani Tiara.


"Heh!" Dona datang menghampiri. "Dasar cewek gak tau di untung! awas aja, aku bakalan bawa mas Jaka pergi dari kamu!"


Mikaela terkesiap, kenapa Dona tiba-tiba berbicara seperti itu. "Silahkan! Lo emang sukanya ngrebut punya gue!"


"Gak bakal!" seru Mikaela.


Dona melenggang pergi. Ia menatap benci pada Mikaela.


"Baru kenal udah main embat aja!" gerutunya. Heran, mata Dona ini jeli sekali melihat barang mulus. Sampai sampai menginginkan Jaka. Padahal baru sekali bertemu. Baguslah, Mikaela tidak perlu repot-repot memikirkan cara agar terlepas dari Jaka nantinya.


"Mika!!" seru Tiara. Temannya datang tidak sendiri. Tiara membawa teman laki-lakinya.


Mikaela melambaikan tangan.

__ADS_1


"Gak lama kan nunggunya?" kata Tiara yang terjebak macet.


"Lumayan, lima belas menit gue nungguin Lo." balas Mikaela. Matanya melirik lelaki di samping Tiara.


"Kenalin Mik, dia Gio. Cowok yang kemarin aku bilang." Tiara memperkenalkan Gio pada Mikaela. Gio ini sepupu Tiara.


Mikaela tersenyum manis, lalu menyambut uluran tangan pria itu.


"Gio..."


"Mikaela, panggil aja Mika." balasnya malu-malu.


Kemarin, Tiara mengatakan kalau mempunyai sepupu yang lumayan tampan, kerjaannya juga terbilang keren. Tiara bermaksud untuk memperkenalkan Mikaela dan Gio.


"Ra, kok Lo beneran ajak dia sih." bisik Mikaela. Ia tidak menyangka kalau temannya itu benar-benar membawa sepupunya.


"Kan Lo bilang lagi cari pengganti Roy. Gue udah cariin nih, sepupu gue! ganteng kan." Tiara bersemangat sekali menyatukan Mikaela dan Gio.


Mikaela terdiam, ia bingung. Sebenarnya Gio ini lumayan tampan. Tetapi ia sudah memiliki Jaka. Tidak mungkin kan ia dekat dengan laki-laki lain sedangkan setatusnya sudah beristri. "Tapi gak secepat ini juga." lirihnya.


"Udah kenal dekat aja dulu. Urusan mau lanjut apa gak liat ntar aja."


"Hem.." Mikaela mengangguk saja. "Aduh gimana ini kalo Jaka tahu, dia marah gak ya?? tapi kan kita cuma nikah boongan." batinnya.

__ADS_1


__ADS_2