Mendadak Kawin Kontrak

Mendadak Kawin Kontrak
Merasa terkhianti


__ADS_3

Mikaela kecewa karena Jaka lebih memilih Dona, wanita yang tidak memiliki hubungan apapun dengan Jaka. Dan malah mengabaikannya yang sudah jelas-jelas adalah istrinya. "Sialan kamu Jaka!" ia mengumpati sang suami, bukannya menyadari kesalahan, Mikaela lebih meninggikan egonya. Menganggap Jaka itu pria yang sama seperti Roy. Pria yang suka berselingkuh, melirik wanita yang lebih seksii darinya.


Mikaela pulang dengan hati di penuhi luka. Ia pikir Jaka pria yang berbeda. Namun sama saja!


"kamu kenapa, Mika?" mama Sekar bertanya. Putrinya terlihat kacau, menangis sepanjang langkahnya.


Ditanya seperti itu, tangis Mikaela semakin menjadi. Wanita itu berlari menghambur kepelukan Sekar. "ma, mas Jaka selingkuh!" adunya sambil terisak. "Dia selingkuh sama Dona, mah!"


Sekar mengelus punggung sang anak, menenangkan. "kamu ngomong apa sih. Jaka gak mungkin selingkuh. Dia pria baik-baik." Sekar tentu tidak percaya begitu saja. Setaunya Jaka menantunya ini pria yang tidak neko-neko, mana mungkin selingkuh. "kamu pasti cuma salah paham!"


Mikaela marah mendengarnya. "mama ini gak percaya! Mika lihat sendiri mah, mas Jaka pergi sama Dona ninggalin aku!"


Sekar mengangguk saja. Menenangkan Mikaela lebih penting. "iya, iya, sekarang kamu tenang dulu. Jangan nangis, nanti mama bilang sama Jaka." Sekar memeluk putri manjanya agar tidak marah-marah.


"aku benci mas Jaka!" seru Mikaela. "aku mau pisah aja sama mas Jaka!"


"husss!! Jangan ngomong gitu. Kamu lagi emosi, gak baik ngomong pisah pisah!" Sekar menegur putrinya agar bisa menjaga lisannya.


Mikaela masih saja terus menangis, merasa paling di khianati. Mikaela tidak menyadari kesalahannya, yang sudah diam-diam menemui Gio.

__ADS_1


***


Di rumah sakit, Jaka menemani Dona. Wanita itu sudah sadar, luka di keningnya pun sudah terobati.


"makasih ya mas." ucap Dona.


Jaka mengangguk. "lain kali hati-hati. Jauhi pria seperti Roy!"


"aku pingsan gara-gara Mika!" seru Dona.


Jaka menghela, kedua wanita itu saling menyalahkan dan membenci satu sama lain. "maafkan ucapan Mika. Dia bicara seperti itu ada sebabnya." Meskipun Jaka tidak membenarkan tuduhan Mikaela mengenai Dona, tetapi istrinya tidak sepenuhnya bersalah. Kelakuan Dona yang suka bergonta-ganti pasangan yang menyebabkan Mikaela menyebutnya seorang pelacurr.


"mas!" Dona tidak terima.


Pintu ruangan terbuka. Keduanya mengalihkan pandangan ke arah sana.


"mama!" Sarah, ibu dari Mikaela datang.


Sarah terkejut melihat kehadiran pria di samping putrinya. "kamu kenapa bisa sampai luka begini?" ia panik melihat kening putri kesayangannya teruka.

__ADS_1


"ini gak papa mah, cuma luka kecil. Untung mas Jaka tolongin aku." ujar Dona.


"terimakasih, Jayden." ucapnya sedikit canggung.


Jaka hanya mengangguk. Lalu berpamitan karena dirasa Dona sudah ada yang menjaga. "saya pamit."


"mas, jangan dulu pulang. Tunggu papa datang." seru Dona mencegah Jaka agar tidak pulang dulu. Dona beralih pada Sarah, "mah, papa ikut datang kan?"


"papa datang, tadi mama duluan." karena panik, Sarah buru-buru turun dan membiarkan suaminya memarkirkan mobil.


Pintu ruangan kembali terbuka. Sosok yang baru saja di bicarakan muncul.


"pah!" Dona tersenyum.


Pandangan Sultan, papanya Dona yang tadinya menghangat seketika membola saat melihat kehadiran Jaka.


Jaka sama sekali tak gentar dengan sorot mata yang menusuk. Ia terlihat tenang.


"Kenapa kamu di sini? Sudah bosan miskin, hem?"

__ADS_1


Jaka tidak menanggapi ucapan Sultan. "saya pamit." ucapnya.


"Dasar anak pembantu! Tidak tahu sopan santun!"


__ADS_2