Mendadak Kawin Kontrak

Mendadak Kawin Kontrak
Kami saudara


__ADS_3

Mikaela terbangun dengan kepala yang terasa pening, pandangannya mengitari sekitar. Suasana yang tampak asing. Mikaela berada di sebuah kamar.


"dimana ini?" gumamnya sambil mengingat-ingat kejadian sebelum dirinya hilang kesadaran. Kedua matanya membelalak tatkala ingatannya muncul mengenai Roy. "Ya ampun! Jangan bilang..." buru-buru ia mengamati keseluruhan tubuhnya. "nggak! Nggak mungkin!!" jantungnya seperti di remaas, pakainya telah terganti. Pikiran mendadak kalut. Tangisan pun pecah. "Sialan! Brengsekk kamu Roy!!" ia menjerit histeris. Dirinya telah ternoda. Harusnya ia tidak pergi ke tempat yang penuh maksiat itu. Mikaela menyesal.


Pintu terbuka, seseorang yang tidak di sangka muncul dengan menunjukkan wajah juteknya. "nggak usah berisik!!"


Seketika tangisan Mikaela terhenti. "Dona? Kamu di sini? Kenapa bisa?" wanita itu mendadak bingung dengan kemunculan Dona.


Dona berdecak sembari menyilangkan tangan di depan dada, lalu berkata. "Lo di apartemen gue! ngrepotin aja!" ucapnya ketus.


"hah?" Mikaela masih linglung.


"gue ingetin ya, kalo gak biasa minum gak usah sok sok an main ke klab malam! mending di rumah aja." kata Dona.


Mikaela mendengus, ia teringat kembali siapa ini Dona. Wanita yang sudah berani mendekati suaminya. "bukan urusan mu!"


"heh! Lo tuh..." belum sempat mengomel, Jaka datang melerai.


"masih pagi, kalian mau bertengkar." ucap Jaka.


Suara yang Mikaela rindukan terdengar. Pria yang membuat hatinya galau ada di depannya saat ini. Kedua matanya berkaca-kaca, "kalian..." rasa suka citanya bisa melihat kembali wajah sang suami tergantikan dengan rasa kecewa. "mas, kamu tinggal sama Dona?" sampai saat ini Mikaela masih mengira Jaka memiliki hubungan khusus dengan Dona.


"kalo iya emang kenapa?" Dona menyambar cepat.

__ADS_1


Mikaela kembali menangis. "kamu tega mas! Tega selingkuhin aku!"


"dih, yang selingkuh itu lo! Ketemu sama cowok lain diem-diem!" seru Dona.


Mikaela menggeleng-gelengkan kepala. "gak! Aku gak selingkuh!" jelas Mikaela tidak terima dengan tuduhan itu. Ia memang sempat berkenalan dekat dengan pria lain. Tapi tidak sampai tahap berselingkuh.


"Dona..." Jaka memperingati adiknya agar menjaga lisan supaya tidak memperburuk suasana.


"iya! Iya!" Dona menghentakkan sebelah kakinya sebelum meninggalkan kamar. Ia membiarkan Jaka dan Mikaela berdua untuk menyelesaikan masalah.


Mikaela menatap sendu suaminya. "aku gak selingkuh. Aku cuma kenalan biasa, gak ada apa-apa." ia mencoba menjelaskan. Berharap Jaka mengerti.


Jaka mengesah kasar. Ia melangkah ke sofa, lalu duduk di sana. Tatapannya lekat memindai wajah istrinya.


"aku gak selingkuh! Kamu yang udah selingkuh sama Dona!" ditatap seperti itu Dona seperti menjadi tersangka. Ia tidak mau di salahkan.


"itu karena kamu! Kamu udah tega nyakitin hati aku!" ia balik menyalahkan Jaka. Suaminya yang sudah melukai hatinya hingga Mikaela tak kuat dan memilih menghilangkan rasa sakit dengan cara bersenang-senang di tempat itu. "kamu selingkuh! kamu mau ninggalin aku! Kamu tega sama aku!"


"bukannya kamu seneng kalo aku pergi? Ini kan yang kamu mau?" kata Jaka.


Mikaela menggeleng. "aku gak mau kamu pergi, tapi aku juga gak terima kalo kamu udah selingkuhin aku! Aku kecewa sama kamu!"


"lalu, menurut mu aku gak kecewa sama kamu?" Jaka membalikkan kata. "kamu bertemu dengan pria lain itu sangat melukai hati dan harga diri ku sebagai seorang suami."

__ADS_1


"aku cuma temenan, gak ngapa-ngapain!" seru Mikaela.


Jaka mengambil nafas dalam dalam. Ia harus bisa menahan amarahnya saat menghadapi Mikaela.


"menyelesaikan masalah gak harus pergi ke tempat itu. Untung aja Tiara menghubungi Dona, kalau gak.. Entah apa yang udah Roy lakuin ke kamu!"


Semalam Tiara berinsiatif menghubungi Jaka untuk meminta bantuan mencari Mikaela, tapi karena tidak mempunyai nomor ponsel Jaka, Tiara menghubungi Dona karena Mikaela sempat mengatakan jika Dona dan Jaka saling dekat.


Jaka yang mendengar kabar Mikaela menghilang secepatnya bertindak.


Mikaela terdiam, saat menghindari Roy dengan mengunci diri di dalam kamar mandi. Tak lama Roy bisa mendobrak pintu tersebut. Tetapi setelah itu Mikaela tak sadarkan diri dan bangun sudah berada di tempat ini.


"maaf, aku menyesal." lirih Mikaela.


"lain kali hati-hati." beruntunya Jaka datang tepat waktu. Istrinya nyaris saja di nodai oleh pria bajingann seperti Roy. Jaka sudah melaporkan Roy ke pihak kepolisian.


Setelahnya kedua insan itu saling diam. Menyelami pikirannya masing-masing.


"kamu bener selingkuh sama Dona?" Mikaela bertanya sekali lagi untuk memastikan meskipun berat hati. Jika benar, Mikaela akan meninggalkan jaka. Tidak sudi ia menerima laki-laki tukang selingkuh.


"sebelumnya aku minta maaf sama kamu, karena dari awal udah nggak jujur..."


"stop!!" sela Mikaela. Nyatanya hati Mikaela tak setegar yang ia kira. Baru mendengar itu saja hatinya seperti di remass-remass. "kamu gak perlu lanjutin! Cukup! Aku gak sanggup..." air mata kembali melelehi pipi. Hancur sudah harapannya untuk mempertahankan pernikahan ini.

__ADS_1


"denger dulu.." Jaka datang mendekat. Meraih kedua bahu Mikaela, "aku dan Dona gak seperti yang kamu pikir. Kami saudara, kakak beradik..."


"hah?"


__ADS_2