Mendadak Kawin Kontrak

Mendadak Kawin Kontrak
Galau


__ADS_3

"siapa?" Jaka baru saja keluar dari kamar mandi dan mendapati Dona sedang menggenggam ponselnya, terlihat seperti sudah menerima panggilan dari seseorang.


"Mika, mas." jawabnya santai sambil meletakkan kembali ponsel milik Jaka di atas nakas.


Jaka sempat terkejut mendengar nama itu. Sudah beberapa hari ini mereka tidak saling berkomunikasi. Jaka buru-buru mengambil ponselnya, "kamu bilang apa sama dia?" pria itu mulai cemas, takut jika kesalahpahaman semakin berlarut.


Dona mengedikan bahu, "gak ngomong apa-apa, langsung di matiin."


"lain kali jangan sembarang mengangkat panggilan telpon di hape saya."


"ish iya!" balasnya cemberut. "lagian ngapain sih mas, masih aja mau sama Mika. Toh dia juga gak nganggep mas Jaka ini suaminya." kesal sendiri, Jaka sudah diperlakukan tidak baik tetapi masih saja bersikap baik pada Mikaela. "cari yang lain juga banyak! Mas Jaka pasti bisa dapetin cewek yang lebih cantik dari Mika!"


Jaka memilih mengabaikan ucapan Dona, "ada apa kamu ke sini?" ia menanyakan keberadaan Dona di apartemen Derry, tempatnya berteduh selama ini.


"papa minta kamu pulang mas," ia menyampaikan tujuannya datang menemui Jaka. "udahlah mas, nurut aja sama papa. Pulang ke rumah, papa butuh mas Jaka di perusahaan."


Jika saja ayahnya tidak mengekang dan selalu merendahkan almarhumah ibunya, mungkin Jaka akan bertahan di rumah mewah milik ayahnya itu dan menjadi anak yang berbakti.


"saya sudah punya rumah sendiri. Kehidupan saya ada di kampung." Jaka kekeh dengan pendiriannya. Ia akan menetap di kampung, hidup damai di sana.


Terdengar helaan nafas Dona yang terlihat pasrah. "terserah mas Jaka, yang penting aku udah coba bujuk." Dona kemudian pergi setelahnya.

__ADS_1


Jaka mengamati nama istrinya yang tertera di ponselnya. Ia menimang-nimang, apa ia harus melakukan panggilan atau tidak.


"sebaiknya aku temui saja." gumamnya. Sudah cukup ia meratapi nasibnya yang malang, ia harus menjelaskan hubungannya dengan Dona agar Mikaela tidak salah paham padanya. Bagaimana pun Jaka tidak mau pernikahan ini berakhir begitu saja.


Memakai mobil milik Derry, Jaka pergi ke rumah orang tua Mikaela. Namun sayang, Jaka tidak mendapati siapapun di rumah itu.


***


"Dia jahat Ra, dia selingkuin gue!" Mikaela menangis tersedu-sedu, mencurahkan isi hatinya yang tengah hancur pada sahabatnya. "sialnya lagi, dia selingkuh sama Dona!!"


Tiara sendiri cukup terkejut mendengar pengakuan Mikaela. Kalau temannya ini sudah menikah dengan laki-laki yang pernah diperkenalkan padanya sebagai supirnya. "lagian Lo tega banget sih, bisa bisanya gak ngakuin suami sendiri. Di embatlah sama cewek gatal macam Dona." bukannya menenangkan, Tiara malah ikut menyalahkan dirinya.


"abisnya Lo tega. Gak habis pikir gue. Bayangin, gimana gak kecewa mas Jaka sama lo, istri sendiri nggak nganggep!" semburnya.


"hiks.. Hiks.. gue malu ngenalin dia sama kalian." ucapnya sesegukan.


"malu kenapa? Suami kamu itu ganteng, apa yang bikin kamu malu?!"


"Dia cuma petani di kampung!"


"ya harusnya kalo udah tahu kenapa Lo mau nikah sama dia? Lo sendiri yang maksa nikah, terus Lo sendiri yang malu ngakuin? Aneh!"

__ADS_1


"udah lah, Lo bikin gue tambah gak mood!!"


"eh Lo mau kemana?"


"tau ah!!"


Tiara terpaksa ikut kemana Mikaela pergi, hari sudah terlalu malam untuk membiarkan temannya yang sedang kacau berpergian sendiri.


"Lo serius mau kesini?" Tiara terkejut dengan permintaan Mikaela yang meminta di antar ke klab malam.


Mikaela mengangguk. "gue bisa gila kalo terus mikirin mas Jaka!" seru Mikaela. Ia ingin melupakan sejenak tentang Jaka. Bersenang-senang di tempat hiburan ini mungkin akan menjadi solusi terbaik.


"tapi Mik," Tiara nampak tidak setuju. Tetapi Mikaela sudah lebih turun dari mobil dan masuk ke dalam sana.


"Ya ampun, Mika!!!" bergegas Tiara menyusul Mikaela.


Tiara geleng-geleng kepala melihat Mikaela yang sudah menari di lantai dansa. Ia memilih duduk dan mengawasi Mikaela dari kejauhan.


Mikaela tidak memperdulikan sekitar, ia tidak menyadari jika Roy, sang mantan kekasih pun ada di tempat itu.


Roy menyeringai melihat mangsa yang masuk dengan sendirinya ke kawasan miliknya. "jangan salahin gue, Lo datang sendiri ke sini."

__ADS_1


__ADS_2