Mendadak Kawin Kontrak

Mendadak Kawin Kontrak
Pulang kampung


__ADS_3

Hubungan Mikaela dan Jaka belum kembali membaik. Jaka memang terus bersama Mikaela tetapi sikapnya tidak sehangat dulu yang penuh perhatian.


Kedua orang tua Mikaela sangat senang sekali mendengar pernikahan putrinya masih bisa di pertahankan. Tak lupa mereka menasihati putrinya agar bersikap lebih baik lagi terhadap suaminya.


Kedua keluarga tersebut sudah saling bertemu. Rupanya mereka sudah saling mengenal. Ayah Jaka dan ayah Mikaela merupakan teman lama semasa kuliah.


Berulangkali juga Sultan membujuk Jayden alias Jaka untuk kembali dan mulai menjalankan bisnis keluarga, tetapi laki-laki itu masih kekeh ingin hidup di kampung.


"aku sudah tua, kamu anak laki-laki yang aku percaya untuk mewarisi segalanya." ucap Sultan penuh harap. Ia sudah mengesampingkan egonya dengan berbicara lembut, berharap hati Jaka akan luluh dan mau kembali ke rumah ini.


"tempat saya bukan di sini." balas Jaka. Masih tidak rela ketika mengingat sang ayah menghina wanita yang telah melahirkannya.


Sultan berusaha sabar, menarik nafas dalam. "maafkan papa kalau perkataan papa mengenai ibu mu sangat menyakitkan." ia menyesal. Bukan ia membenci sang kekasih, tetapi ia sedih karena wanita itu memilih pergi darinya.


Jaka tertunduk, semasa hidupnya di rumah ini. Jaka menjadi putra yang tidak diinginkan. Selalu saja di hina oleh ayahnya sendiri. Entahlah, pria itu mengatakan sayang padanya tetapi sikap Sultan tidak menunjukkan kasih sayang selayaknya seorang ayah.


"mungkin sekarang kamu belum siap. Tapi papa akan selalu menunggu mu." ucapnya sambil berlalu pergi.


***


Dona paling bahagia melihat renggangnya hubungan Jaka dan Mikaela. Ia senang sekali Mikaela tidak di harapkan oleh Jaka.

__ADS_1


"kasihan di cuekin mulu sama mas Jaka." datang tiba-tiba, Dona langsung mencibir. Ia melipat tangan di depan dada dengan angkuhnya.


Mikaela pun balas menatap Dona dengan sinis. "mas Jaka gak nyuekin aku tuh, dia malah semakin sayang sama aku."


Dona terkekeh mengejek. "masa?" ucapnya tak percaya. Dona sering melihat Mikaela di abaikan Jaka. "tapi aku lihat mas Jaka menghindari kamu terus!"


Mikaela lekas berdiri, ia harus menghindari Dona agar tidak terjadi adu mulut yang bisa saja menjadi baku hantam. Malu, ini di rumah mertuanya. Mikaela harus menjaga sikap.


Tawa mengejek Dona mengiringi langkah Mikaela yang semakin jauh. Mikaela menggerutu kesal sepanjang jalan menuju kamarnya.


"mas!" di kamar, Mikaela menemui Jaka yang baru saja keluar dari kamar mandi. "sampai kapan mas Jaka cuekin aku? katanya mas Jaka gak marah sama aku, tapi mas Jaka diemin aku terus?"


"sore ini saya mau pulang ke kampung." bukannya menjawab pertanyaan, Jaka malah memberitahu keberangkatannya ke kampung sore ini.


"kamu mau ikut?" tanya Jaka.


Dahi Mikaela berkerut. "kok mas Jaka ngomong gitu? jelas aku ikut!"


Jaka mengangguk anggukkan kepala. "oh.. saya pikir kamu gak bakal mau balik lagi ke kampung."


"mas!"Mikaela sedikit tersinggung dengan ucapan Jaka. "mas ngomong apa? Aku kan udah bilang kalau aku ini tulus cinta sama mas. Mas jadi petani kek, jadi apa kek. Aku gak peduli! yang penting aku terus sama mas, ikut kemana pun mas Jaka pergi!"

__ADS_1


"yasudah, siap-siap." ucapnya terdengar begitu dingin. Jaka seolah berubah menjadi pria asing. Bukan Jaka sang suami yang sangat perhatian dan baik hati.


Siangnya mereka ke rumah kedua orang tua Mikaela untuk berpamitan.


"Kenapa sih Lo ngintilin kita mulu! Gak ada kerjaan apa!" celetuk Mikaela yang kesal karena Dona sedari tadi terus mengekorinya. Mikaela yang ingin berdekatan dengan Jaka menjadi terhalang.


Dona malah tertawa, serasa tidak bersalah kerena mengganggu ketenangan Mikaela dan Jaka. "gue ngintilin Abang gue sendiri, masalah buat Lo?"


"Mas Jaka itu suami gue! Gue yang lebih berhak. Harusnya Lo tuh tau diri dikit, jangan ngintilin Abang Lo yang udah punya istri. Ganggu tau gak!"


"harusnya jadi kakak ipar itu baik-baik sama adik ipar!"


"cuih!! Gak Sudi gue punya adek ipar macam Lo!" seru Mikaela.


"mas, denger tuh.. dia gak bener bener tulus cinta sama kamu. Buktinya dia gak mau menerima aku sebagai adik ipar." adunya pada Jaka.


Mikaela melotot. Bisa-bisanya Dona mau memperkeruh hubungannya.


"kalian ini ribut terus. Mas lagi nyetir!" seru Jaka.


"untung ntar sore kita pulang kampung..." gumam Mikaela yang merasa lega karena sore nanti ia tidak lagi bertemu sapa dengan Dona ini.

__ADS_1


Gerutuan Mikaela masih terdengar Dona. "Jangan seneng dulu, gue bakal ikut kok pulang kampung sama kalian. Papa sama mama udah ngijinin.."


"apa??"


__ADS_2