
"Dona tadi ngomong apa sama kamu?" Mikaela sempat melihat Dona menghampiri Jaka. Mereka terlibat saling berbicara meskipun hanya sebentar.
"Obrolan gak penting." jawab Jaka singkat. Jaka fokus mengemudi, ia tidak mau berbicara banyak saat ini dengan Mikaela.
"Pasti si Dona kecentilan! liat yang baru mau di embat!" Mikaela menggerutu dalam hati. Ia sudah berfikir buruk mengenai Dona. Bagaimana tidak? wanita itulah yang telah berselingkuh dengan Roy! merebut Roy darinya.
"Kamu harus hati-hati sama Dona, jangan sampai tergoda sama dia. Dona bukan cewek baik-baik!" Mikaela mengingatkan Jaka agar menjauhi Dona.
"Jangan membicarakan hal buruk tentang orang." Jaka tidak suka, Mikaela ini selalu menilai orang lain buruk. Menganggap dirinya sendiri manusia yang paling baik.
"Dia emang bukan cewek baik-baik! ngerebut calon suami orang!" seru Mikaela. "Harusnya kamu tuh bela aku, bukan dia!" perempuan itu melengos, sebal karena Jaka malah membela perempuan yang belum di kenal. Jaka pun sama, tidak mau memperpanjang pembicaraan ini.
__ADS_1
***
Menjelang makan malam, Jaka dan papa Danu berbincang santai di ruang keluarga.
"Papa salut sama kamu, bisa memulainya dari nol. Papa yakin usaha kamu pasti berkembang pesat." Rupanya kedua pria yang berbeda umur itu sedang membicarakan bisnis yang baru Jaka geluti. "Papa bisa bantu kalau kamu kekurangan dana." Danu siap menyuntikan dana pada sang menantu. Kegigihan Jaka membuat Danu yakin jika menantunya ini memiliki kemampuan untuk mengelola bisnis barunya.
Jaka tersenyum, "Terimakasih pah atas tawarannya. Tapi saya ingin memulainya dari modal seadanya, lagi pula pabrik baru berjalan. Belum kelihatan hasilnya, mungkin satu tahun atau dua tahun lagi saya akan mempertimbangkan tawaran papa." bukan maksudnya sombong menolak bantuan dari papa mertuanya. Tapi Jaka ingin membuktikan pada diri sendiri jika ia mampu mengembangkan bisnis ini tanpa campur tangan -modal dari pihak luar.
Danu mengangguk mengerti. "Papa semakin bangga sama kamu." Jaka memang berbeda, jika orang lain mungkin sudah menerima tawarannya.
"Kamu malah bengong! ini bantuin mama goreng ayam!" Sekar menegur. "Biasanya Jaka suka makan apa? kamu udah bisa masak kan sedikit sedikit?" tanya mama Sekar.
__ADS_1
"Aku gak tahu! biasanya sih mas Jaka paling suka sayur sayuran! gak pernah masakin aku daging, jarang!" gerutu Mikaela. Mamanya ini ada ada saja! mana tahu dia makanan kesukaan Jaka.
"Loh.. selama ini Jaka yang masak buat kamu?" ia terkejut mendengar pengakuan putrinya. "Kamu gak belajar masak? lihat di youtube kan banyak, jaman sekarang gak usah bingung. Gak bisa masak lihat tutorial langsung pinter."
"Gak, mas Jaka yang suka ke dapur. Aku pernah, ehh malah tangan ku kena minyak mah."
Mama Sekar menepuk punggung Mikaela cukup keras."Dasar! kamu udah jadi istri. Harusnya belajar masak, bersih bersih. Jangan malah nyuruh suami!" omelnya.
"Aku gak nyuruh mah. Mas Jaka yang mau sendiri!"
"Ya Allah Mika!! gak boleh gitu. Jaka udah capek kerja cari nafkah, urusan rumah seharusnya kamu yang kerjain!"
__ADS_1
"Iya iya! mama ini bawel banget." Mikaela menggerutu. "Aku natain ini ke meja makan aja deh mah, takut kena minyak."
Sekar geleng-geleng kepala. Kasihan Jaka, pasti pria itu sudah berlapang dada dengan kelakuan Mikaela. Untungnya Jaka pria yang penyabar. Jika tidak, mungkin putrinya ini sudah di kembalikan padanya.