
Mikaela berpenampilan rapih dan terlihat cantik malam ini. Ia sangat mempersiapkan diri untuk bertemu dengan mertuanya. Berharap menjadi menantu yang di terima.
Jaka melirik Mikaela, lalu meraih jemarinya untuk ia genggam. "kamu gugup?" tanyanya.
Mikaela menoleh. "udah pasti, menantu mana yang gak gugup ketemu mertuanya."
"ada saya, jangan gugup atau takut." Jaka menenangkan.
Mikaela tersenyum. "mas Jaka udah gak marah lagi sama aku?"
Jaka berdehem, ia tidak mau menjawab pertanyaan itu. "kita masuk sekarang, mereka pasti sudah menunggu."
Di dalam, Sultan dan istrinya sudah menunggu kedatangan Jaka. Jaka dan Sultan yang memang tidak akur saling diam, canggung harus menyapa duluan.
"akhirnya kamu pulang juga nak." Sarah lebih dulu mencairkan suasana. Ia menyambut kedatangan putra pertama suaminya. Meskipun Jaka terlahir dari wanita lain suaminya, Sarah menerima masalalu Sultan.
Jaka tersenyum tipis. Lalu ia memperkenalkan Mikaela. "Ini Mikaela, istri saya.."kata Jaka yang tidak mau basa-basi.
__ADS_1
Sultan sempat terkejut, mulutnya hendak berbicara namun Sarah segera menyela, ia tidak mau suaminya memperkeruh suasana saat ini.
"Istri kamu cantik, kamu pintar memilih." Sarah memuji kecantikan Mikaela, membuat perempuan yang dipuji tersipu malu.
Mikaela melangkah maju, lalu bersalaman dengan Sultan dan Sarah.
"Dih, lebih cantikan aku ya!" seru Dona yang baru saja keluar dari kamar. Ia tidak suka mamanya memuji Mikaela.
"ehemm.." Sultan berdehem. "papa butuh penjelasan dari kamu." ia ingin tahu bagaimana bisa Jaka menikah tanpa sepengetahuannya? Setidaknya memberi kabar walaupun jelas Sultan tidak akan datang.
Mikaela tidak menyangka kalau Jaka merupakan putra dari seorang pembisnis yang tersohor. Kekayaannya tidak tanggung, terlihat dari bertapa luas dan mewahnya rumah yang sekarang ia singgahi.
Dan malam ini Jaka beserta Mikaela akan menginap di rumah ini atas bujukan Sarah.
"mas, ini dulu kamar kamu?" Mikaela mengamati setiap sudut kamar. Ada potret suaminya semasa sekolah. "ternyata kamu ganteng dari dulu ya mas." Mikaela mengagumi ketampanan Jaka.
Pintu kamar terbuka, Dona masuk tanpa permisi. "ni baju ganti buat Lo!" ucapnya ketus.
__ADS_1
Mikaela melengos, ia tidak sudi berterimakasih walaupun Dona melakukan hal baik padanya.
"makasih..." Jaka yang membalasnya.
"ini juga ada baju ganti buat mas Jaka. Punya papa tapi masih baru, pasti muat kok." usai memberikan pakaian ganti, Dona pergi dari kamar itu.
Jaka melangkah ke kamar mandi, ia ingin membersihkan diri sebelum nantinya tidur.
"mas!" Mikaela memeluk Jaka dari belakang. Ia tidak sanggup diabaikan oleh Jaka. "mas, masih marah sama aku? Aku minta maaf mas..."
Perlahan Jaka melepaskan tautan tangan Mikaela yang melingkar di perutnya. "saya mau mandi..."
Mikaela menggeleng, itu bisa terasa di punggung Jaka. "gak, mas! Kamu jangan cuekin aku. Aku gak sanggup!"
"saya butuh waktu buat yakin kalau kamu benar-benar menerima ku apa adanya atau hanya..." Jaka tak mampu mengatakan. Terlalu kejam kalau sampai keluar dari mulutnya. Tetapi hal itulah yang bersarang di hati Jaka. Belum sepenuhnya percaya akan cinta Mikaela padanya. Takut dikemudian hari akan dikecewakan kembali.
Mikaela menghela pasrah. "aku bener cinta sama kamu, mas. Gak peduli kamu itu petani atau anak orang kaya." kata Mikaela.
__ADS_1
Namun Jaka lagi-lagi mengabaikan ucapan Mikaela. Ia kembali melangkah ke kamar mandi.