Mendadak Kawin Kontrak

Mendadak Kawin Kontrak
Kecewa


__ADS_3

Baru saja mau membuka pintu mobil, Mikaela menghentikan pergerakannya. Pandangannya menyipit tajam, lalu mendelik seketika tatkala ia bisa melihat jelas. Jaka, suaminya tengah bersama dengan Dona.


"mas!!!" teriak Mikaela. Raut wajahnya tidak bersahabat. Jelas wanita itu marah mendapati suaminya dengan wanita lain.


Jaka yang merasa di panggil namanya pun menoleh ke sumber suara.


Mikaela melangkah cepat menghampiri sang suami. "mas! kenapa kamu bisa bareng Dona?" pandangannya beralih pada Dona. "lo ngapain deket deket suami gue!" matanya melotot, ingin sekali menjambak rambut wanita sialan ini.


"tunggu dulu, Mika. Jangan salah paham." Jaka menyela, "tadi Dona dapet musibah, saya bantu. Dan pergi ke apotik ini, Dona sedikit mengalami luka." jelas Jaka, tidak ingin istrinya salah paham.


"mas, aku udah pernah bilang kan jangan deket deket dia! Dia itu wanita ular! Pinter goda cowok! Alias pelakor!" seru Mikaela berang.


"Heh! Jaga mulut lo ya! Gue gak godaain cowok lo!" seru Dona tidak terima. "lagian lo siapanya mas Jaka?! Pacar bukan, suami bukan. Terus, masalah lo apa?" kata Dona.


Mikaela terdiam, ia bingung harus mengakui kebenarannya atau tidak di depan Dona.


"kenapa? Lo naksir sama mas Jaka? Yang kata lo cuma supir?" ucap Dona semakin menantang.


Situasi semakin panas, kedua wanita itu beradu mulut. Tadinya Jaka ingin melerai, tetapi Jaka penasaran dengan jawaban Mikaela ini. Istrinya mau mengakui dirinya sebagai suami atau seorang supir.

__ADS_1


Di tengah ketegangan, Gio datang menyusul. "Mika, tunggu!" nafas laki-laki itu terengah karena berlarian mengejar Mikaela. "untung kamu belum pergi jauh."


Kening Jaka berkerut. Dari ucapan pria ini, jelas sekali Mikaela habis bertemu dengannya. Jaka memandang Mikaela, meminta penjelasan. Namun Mikaela diam saja. Ia bingung harus berkata apa. Sudah jelas ketahuan kalau dirinya berbohong. Ia gugup takut jika Jaka salah paham.


"Mika, aku mau menuruti permintaan kamu." Gio bersura kembali. Mikaela menggeleng, berharap Gio tidak mengatakan hal yang sempat mereka bicarakan di dalam sana. "aku mau menikahi mu." namun sayang, Gio terlanjur mengatakannya sebelum Mikaela menyela.


"nggak! tadi aku cuma pura-pura. Aku nggak minta kamu nikahin aku!" seru Mikaela.


Jaka terdiam, hatinya sakit mendengarnya. Mikaela telah membohonginya.


"ck! Mas Jaka mending kita pergi aja. Males banget liat drama mereka." Dona menggandeng lengan Jaka, ingin membawa lelaki itu segera pergi.


"Arghhh." Dona menggeram kesakitan.


"Mika!!" seru Jaka, pria itu dengan sigap menolong Dona.


"mas, gak usah bantuin dia!" kata Mikaela.


Namun Jaka tidak mengindahkan permintaan istrinya. Ia tetap membantu Dona. Menggendong Dona yang sudah tak sadarkan diri.

__ADS_1


"mas!" Mikarela marah, tidak terima Jaka mengabaikannya. "mas! Kalau kamu tetep bantuin dia! awas aja kamu! Aku nggak bakal mau ketemu sama kamu lagi!!" ancamnya.


Jaka yang berulang kali di kecewakan tetap melangkah pergi.


"mas! Kamu lebih milih dia dari pada aku?" teriak Mikaela saat ancamannya tidak mempan.


Jaka berhenti melangkah, lalu ia beralik pada istrinya. "menolongnya itu kewajiban saya. Kamu sudah keterlaluan terus menghinanya. Seburuk apapun dia, jangan sekali-kali lagi kamu mengatainya pelacurr. Itu menyakitkan saya."


"mas??? Kamu suka sama dia? Mas! Aku nggak rela kamu giniin aku!"


Jaka menghela, "pikirkan kesalahan mu. Saya sudah banyak bersabar." setelah mengatakan itu, Jaka pergi. Mengabiakan Mikaela yang terus memanggil namanya.


"mas!!!" teriak Mikaela.


Gio yang sedari tadi diam berniat membantu Mikaela. "aku antar kamu pulang."


"nggak! Pergi kamu! jangan ganggu aku lagi!"


"Mika??"

__ADS_1


"please Gio, aku ingin sendiri." Mikaela pergi dengan kedua mata yang terus meneteskan air mata. Ia begitu terluka melihat Jaka memilih wanita lain.


__ADS_2