
"Tetapi siapa yang tahu
apa yang akan terjadi
setelah banyak hal terlewatkan.
Tidak peduli seberapa tegar kita
menghadapi persoalan hidup,
satu demi satu perlahan akan meredup.
Dan pada akhirnya, kita pun membutuhkan
waktu untuk sekedar istirahat."
Hal inilah yang tengah dialami oleh putri semata wayangnya yang tengah menutup mata dengan wajah yang begitu pucat. Ia sudah mengetahui apa yang telah terjadi yang menimpa anaknya dari seorang anak muda yang bahkan tidak di kenal baik olehnya saat ini.
Ia begitu takut dengan kejadian terakhir yang di alami oleh anaknya beberapa tahun yang lalu. Ia menjadi takut jika suatu hari anaknya bangun namun sudah tidak dengan ingatannya lagi. Bahkan yang lebih menakutkan lagi trauma macam apa lagi yang akan di alami setelah kejadian ini?.
Dari sini ia bisa memahami, bahwa hidup ini hanya tentang pandai dan tidaknya seseorang menyembunyikan baik buruknya keadaan. Satu hal yang pasti dan tak terelakkan bahwa ternyata sepeninggalnya, Gres dalam keadaan tidak baik-baik saja.
"Maafkan Mama..!" satu kalimat lolos terucap dari mulutnya.
"Apa yang harus Mama lakukan?Bahkan nyatanya, apa pun yang akan kulakukan tidak akan membuatmu kembali seperti semula. Apalagi yang masih bisa kamu banggakan dari kami orang tuamu yang bahkan tidak benar-benar memahami mu!. Bahkan di saat terpuruk mu sekalipun. Kamu tidak mendapati kehangatan lagi?. Masih pantaskah kami di sebut lagi sebagai orang tua?. Hiks.....!! Aku bahkan begitu takut menghadapi apa yang akan terjadi jika kamu bangun nanti." Ucapnya dengan tubuh bergetar karena tangisannya.
"Mama takut Gres!. Mama takut kamu akan melupakanku saat kamu bangun nanti!. Lihatlah betapa egoisnya Mama sekarang!. Sudah mematahkan dan meruntuhkan mu perlahan sampai tersisa puing-puing tapi tidak mau merasakan kehilangan!."
Bolehkah aku mengeluh Tuhan?
__ADS_1
Aku ingin mengeluh padamu!
Bukan mengeluh tentang kisah hidupku yang telah engkau rangkai dengan indah. Tapi mengeluh tentang sikapku yang hanya ingat kepadamu disaat aku membutuhkanmu, disaat aku berada didalam masalah, disaat aku sedih.
Maaf dan terimakasih.
Maafkan aku karena sangat jarang bersyukur kepadamu. Dan terimakasih engkau masih memperdulikan ku dengan cara memberiku ujian terbesar ini.
Aku bukan orang tua yang baik, lihatlah betapa egoisnya ciptaan mu yang satu ini.
Segitu fanatiknya aku dalam dunia kesibukkan ku, sampai lupa bersyukur dengan anugerah terbesar yang engkau hadirkan yang nyatanya telah ku sia-siakan.
Dan betapa egoisnya aku saat ini yang kembali memohon padamu untuk tetap membiarkan ia sembuh dan kembali lagi kepadaku. Aku tahu ia begitu lelah, aku tahu ia butuh jeda dalam hidupnya, tapi aku benar-benar rapuh saat ini Tuhan, ketika melihatnya terbaring lemah di sudut ruangan ini. Tolong beri aku kesempatan sekali lagi, tidak peduli apapun konsekuensi yang akan terjadi setelahnya. Aku mohon Tuhan!" batin Siena dalam hatinya tanpa memperdulikan keadaannya yang kacau saat ini, ditambah pandangan iba dari anak muda yang sudah menyelamatkan putrinya.
"Maaf tante. Saya memang tidak tahu serumit apa persoalan yang tengah keluarga tante hadapi. Tapi saya hanya mau bilang Dia anak yang cukup kuat! Terlepas aku tidak terlalu mengenalnya dengan baik, tapi pikiranku saat ini mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja!." ucap Sean sambil memegang tangan wanita yang menjadi ibu dari gadis tersebut.
"Terimakasih banyak, nak! Sudah bertindak sejauh ini. Tante tidak tahu harus bagaimana untuk membalas kebaikanmu" ucap Siena tulus.
"Tolong tinggalkan nomormu ya, agar tante mentransferkan kembali biaya yang telah kamu keluarkan!" ucap Siena sambil tersenyum tulus.
"Gak usah di kembalikan Tante. Saya ikhlas membantu!." Sean
"Gak bisa gitu nak!. Tante gak enak sama kamu dan orang tuamu. Apalagi kamu sepertinya seumuran dengan Gres" tambah Siena.
"Aku ikhlas Tan. Serius gapapa. Tante gak usah bersikap begitu, aku juga temanan sama Gres, jadi santai saja." balas Sean memegang kembali tangan Siena.
"Terimakasih Nak!." ucap Siena tulus dengan air matanya yang kembali jatuh melihat betapa baiknya anak di hadapannya sekarang.
Pada akhirnya tidak apa-apa, jika kita memilih untuk bertahan dan mengikuti alurnya. Nanti juga kita akan mengerti kenapa kita sesakit itu. Sekarang ada baiknya kita istirahat sebentar.
__ADS_1
Pelan-pelan, waktu bakal jadi obat. Dan ia akan sembuh juga pada akhirnya. Yakin, ia bakal tersenyum kembali sambil mengingat kejadian dulu tertawa karena pernah serumit sekarang._panji. (batin Sean sambil tersenyum sekilas melihat kejadian dan waktu berharga telah melibatkannya saat ini).
***
Sebulan telah berlalu, keadaan Gres sudah membaik. Ia kembali sadar beberapa hari yang lalu. Kedua orang tuanya pun kembali tersenyum dengan penantian mereka akhirnya tiba juga.
Terlihat sekali raut kekhawatiran dari kedua orang tuanya, bahkan lingkaran hitam di kelopak mata ibunya pun demikian. Tetapi siapa yang peduli dengan itu semua, yang menjadi fokus utama saat ini adalah Gres yang sudah sadar tidak berbicara kepada siapapun. Hanya pandangan lurus dan tajam yang tampak jelas dari penglihatan semua orang yang menjenguknya, tidak terkecuali Sean dan sahabat-sahabatnya.
Walaupun tidak bersamaan mereka datang untuk menjenguknya tapi penilaian mereka pasti akan sama.
"Nak!!. Apa ada yang sakit?" tanya Radit ayahnya, namun kembali tidak ada jawaban sama sekali.
"Pa, biarkan ia istirahat. Mungkin ia terlalu lelah untuk saat ini" ucap Siena sambil merengkuh bahu suaminya.
"Ini Papa sayang!. Kamu gak kangen sama Papa? Papa kangen banget sama kamu!" ucap Radit tanpa memperdulikan istrinya.
"Kamu cepat sembuh dong! Agar kita bisa jalan-jalan sepuasnya, bukankah kamu pernah bilang ke Papa untuk berlibur ke Hawai?. Papa janji kalau kamu sembuh kita akan liburan ke sana!.
Papa gak akan maksa kamu lagi buat kuliah di kampus itu. Papa akan dukung kamu kuliah kedokteran.
Kemarin Papa ke sekolahan kamu buat ambil sertifikat pengumuman kelulusan, dan kamu tahu!! Siapa juara umumnya?, awalnya Papa sempat kaget pas nama kamu di sebut sebagai juaranya. Tapi setelah melihat pencapaian nilai kamu di tayangkan Papa benar-benar kaget, ternyata anakku sepintar itu di sekolah.!
Bahkan kamu mendapatkan penghargaan yang luar biasa yang sayangnya tidak kamu terima dengan tangan kamu sendiri. Papa merasa sangat sedih mendapati kamu terbaring lemah di hari bahagia mu nak! " Tambah Radit dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Dari semua yang diungkapkan oleh sang ayah tidak mampu membuat Gres bergeming, bahkan ia terlihat biasa saja seakan-akan tidak terjadi apa-apa. Hal itu membuat kedua orang tuanya sangat terpukul.
Seakan tubuhnya saja yang kembali membaik tetapi tidak dengan pikirannya.
Terlepas dari itu semua setiap mereka yang mencintainya berharap yang terbaik untuknya. Ia tidak di biarkan sendiri dalam hari-hari yang di lewati di rumah sakit.
__ADS_1
Bahkan semua orang-orang terdekatnya selalu datang tiap harinya untuk sekedar mengajaknya mengobrol ringan untuk mengembalikan kondisinya.