Mengapa ?

Mengapa ?
Akan kembali baik...


__ADS_3

✨✨✨


Minggu pagi....


Hari minggu adalah hari yang paling di nantikan oleh banyak orang yang punya kesibukan. Sama halnya dengan seorang Rendi, ia tengah berjalan santai di lorong rumah sakit sambil menenteng paper bag kecil yang berisi makan.


"Hmm, sepertinya cuaca cukup mendukung, saatnya aku mengajak Gres jalan-jalan ke taman" ucapnya tersenyum.


Perlahan ia pun membuka pintu ruangan tempat sahabatnya di rawat.


Clekk!


Pintu yang terbuka memperlihatkan tubuh Gres yang tengah bersandar di ujung tempat tidur. Ia bahkan tanpa ekspresi apapun ketika melihat orang-orang berdatangan untuk menjenguknya.


Melihat kedatangan Rendi, ia tidak memberikan respon apa-apa, seakan-akan ia tidak mengenalnya.


"HAAII" sapa Rendi dengan senyum lebarnya.


"......" tidak ada jawaban sama sekali selain tatapan datar yang di dapatkan oleh Rendi.


"Kamu apa kabar??" Tanya Rendi tak putus asa.


Masih sama tidak ada jawaban sama sekali.


Rendi yang tidak menyerah pun mendekati tempat tidur dan mengambil tempat untuk duduk di samping Gres. Ia pun perlahan mengusap lembut kepala sahabatnya tersebut. Ia merasa mereka seakan begitu jauh jarak yang tercipta semasa Gres mengalami kejadian beberapa waktu yang lalu.


"Kamu pasti lelah banget ya, sampai gak punya tenaga untuk bicara? Gapapa kamu pantas beristirahat untuk waktu yang lama.


Aku punya banyak cerita buat kamu dengerin sebenarnya. Aku ingin sekali berbagi padamu seperti kemarin-kemarin. Aku yakin kamu akan baik-baik setelah ini semua berakhir," ucap Rendi sambil merengkuh bahu sahabatnya dengan hangat.

__ADS_1


Dalam beberapa menit dengan posisi yang masih sama, Rendi tengah memikirkan bagaimana caranya agar sahabatnya itu mau makan. Karena dari ia kembali sadar Gres agak susah jika di beri makan, sehingga membuat kedua orangtuanya dan teman-temannya merasa khawatir.


"Nah, hari ini aku mau ajak kamu jalan-jalan ke taman!" seru Rendi semangat.


Gres yang mendengar hal itu pun seketika menoleh ke arah Rendi dengan tatapan datar.


Rendi yang melihat hal itu pun tersenyum, karena tiba-tiba ada respon dari sahabatnya.


"Kelihatan banget ya kamu bosan ada di ruangan terus. Ayok kita ke luar!!" ucap Rendi yang sudah beralih ke kursi roda.


Gres memang bisa untuk berjalan tapi dari pemantauan dokter ia tidak boleh terlalu lelah dulu makanya ia harus menggunakan kursi roda.


"Okey, kita akan bepergian ke luar ruangan seperti biasa kalau mau jalan-jalan jangan lupa memakai jaket agar tidak masuk angin!" seru Rendi sambil memakaikan jaket pada sahabatnya dengan pelan takut infusnya terganggu.


"Sekarang kamu beralih ke kursi ya, biar aku gendong aja" ucap Rendi yang menatapnya sambil tersenyum hangat.


Ia pun mengangkat tubuh Gres dan mendudukkannya di kursi roda.


Mereka pun tengah merasakan suasana rumah sakit yang cukup ramai, dan langkah mereka membawa mereka ke taman rumah sakit yang cukup asri karena banyaknya bunga di sana.


"Gimana, tamannya bagus gak? Aku sering ke sini lho setiap balik dari ruangan kamu untuk beristirahat sebentar" ujar Rendi yang mendapat anggukan kecil dari sahabatnya.


"Nah, kita duduknya di sini aja sambil lihat bunga-bunga itu!" tunjuk Rendi pada bunga yang di Sepang mereka terlihat indah.


Beberapa menit kemudian...


Suasana yang cukup nyaman melihat ada beberapa orang yang juga mengenakan pakaian rumah sakit tengah berjalan menghirup udara segar di taman tersebut.


"Gres sayang,, waktunya makan! Kamu harus makan banyak biar cepat sembuh dan kita bisa jalan-jalan lagi. Kamu mau makan yang mana?" tanya Rendi sambil tersenyum hangat.

__ADS_1


Gres beralih ke paper bag yang di buka di depannya. Ia mengamati kedua jenis makanan yang dibawakan oleh sahabatnya itu.


"Mau makan bubur atau kolak buatan mama?" tanya Rendi antusias.


"Dua-duanya!" ucapnya pelan tanpa ekspresi.


"Oke siap dilaksanakan. Ku kira kamu akan pilih salah satunya" ucap Rendi mengacak lembut rambut sahabatnya.


"Ayo makan buburnya dulu ya,,!" ujar Rendi menyuapinya.


Ia pun makan dengan pelan sambil melihat keadaan sekitarnya.


Rendi banyak cerita mengenai tes masuknya ke perguruan tinggi dan masih banyak lagi juga menceritakan bagaimana ibunya begitu cerewet jika tidak ke rumah sakit untuk menemaninya.


"Kamu cepat sembuh dong biar akunya gak malas lagi. Bayangin aja gue ke mana-mana sendiri mulu!" Rendi.


"Ren..!" panggil Gres pelan.


"Hmm, kenapa, mau lanjut makan kolak nya??" tanya Rendi antusias karena senang melihat sahabatnya berbicara lagi setelah sekian lama di rawat tanpa mengucapkan satu kata pun


"Aku juga mau kuliah!" seru Gres patah semangat karena dirinya bahkan belum bisa sembuh total.


"Kita akan kuliah bareng. Intinya kamu fokus buat sembuh dulu, soal masuk kampus nanti urusan kemudian!" seru Rendi semangat.


"Hmm," senyum Gres melihat Rendi.


"Oh ia sampai lupa, aku mau tanya Lo sama kamu, kamu kenal Sean di mana, kok kalian sepertinya cukup akrab kulihat bagaimana Sean memperlakukan mu jika sering ke sini.


"Hmm? I-itu.... Ak-aku-" namun ucapanya terpotong.

__ADS_1


"Ya udah gapapa kalau kamu belum mau cerita" ucap Rendi sambil mengelus kepalanya.


Sementara Gres, ia bukan tidak mau bercerita tapi ia bingung harus bilang apa ke sahabatnya tentang awal pertemuan mereka, karena tidak mungkin ia jujur bertemu Sean di bar saat mabuk, yang ada Rendi akan mengamuk nantinya.


__ADS_2