Mengapa ?

Mengapa ?
Titipkan terimakasih...


__ADS_3

✨✨✨


Disebuah bar tempat dimana banyak orang sekedar singgah melepas lelah bahkan ada beberapa juga yang meluapkan masalah mereka di tempat seperti ini.


Dengan di temani beberapa botol alkohol yang mampu membuat siapapun akan mengeluarkan beban yang mereka pendam dalam hidup.


Disudut ruangan itu, terdapat seorang siswa yang masih menggunakan seragam sekolahnya dengan ditemani beberapa botol alkohol yang telah kosong dan gelasnya yang masih terisi penuh saat itu, ia terlihat benar-benar frustasi akan hidupnya.


Siapapun yang melihatnya pasti akan mengira bahwa ia adalah gadis yang hidup dengan masalah yang begitu berat dengan melihat penampilannya saat ini.


Entah bagaimana ia bisa masuk di tempat seperti itu dengan umur yang bisa dikatakan masih belum cukup untuk mengonsumsi minuman berbau alkohol itu. Tapi ia bahkan sudah menghabiskan isi dari botol-botol tersebut.


"Haaaah..! hidup yang benar-benar membosankan. Orang-orangnya pun membosankan!" ucapnya lirih karena sudah lemas dan tak bertenaga lagi akibat alkohol tersebut.


Sekarang bahkan sudah hampir jam untuk pulang ke rumah karena waktu ujian sudah selesai. Akan tetapi dirinya masih di sini, dengan penampilannya yang sudah tidak karuan lagi. Ia bahkan sesekali menangis juga tertawa memikirkan hidup yang miris itu.


"Bagaimana aku bisa terus hidup.... jika terus seperti ini! Dasar bodoh, hahahhaha" rancaunya sambil mengangkat gelas untuk meminum kembali.


Namun gelas itu tertahan oleh tangan seseorang, ia pun menatap pemilik tangan tersebut dan kembali tertawa.


" HAHAHAH...! jangan mengusik waktuku tuan" ucapnya setengah sadar


"Kamu sudah terlalu banyak minum. Berhentilah...!" ucap pemuda tersebut, yang kalau ia lihat mereka seperti seumuran.


"Apa peduli mu bodoh. Orang tuaku saja tidak sepeduli itu padaku. Bahkan teman-temanku pun sudah muak dengan hidupku.


Jadi pergilah, aku banyak menyusahkan orang-orang sekitarku asal kau tahu.!"


"Kau sudah mabuk, jadi berhentilah. Siswa macam apa yang menghabiskan waktu bolosnya di bar seperti ini hah? Kau mau jadi apa kedepannya?" sambung pemuda itu.


"Aku tidak punya mimpi apa-apa. Aku bahkan tidak punya harapan hidup. Jadi berhentilah menggangguku.!"


"Kau bahkan bolos di hari ujian mu anak kecil. Dan sekarang memaksa diri untuk minum terlalu banyak.


Waahhhhh !" ucap pemuda itu tersenyum kesal melihat Gres yang sekarang bahkan sudah tidur di meja itu dengan tubuhnya yang masih duduk di kursi.


Karena sudah tidak bisa menopang tubuhnya yang mabuk tersebut ia hampir jatuh kalau saja pemuda itu tidak menahan tubuhnya.


"Yak! Kau bahkan sudah tidak bisa duduk hah. Kau ada masalah apa sih sampai harus datang ketempat ini?." Tambah pemuda itu kesal.


"Antarkan aku pulang saja." sela Gres yang sudah ada dalam dekapan tangan pemuda itu.


"Ck..! merepotkan saja. Kau tinggal di mana anak kecil bodoh?" tanya pemuda itu.


"Aku lupa" jawab Gres.


"Yaaak..! Bagaimana aku bisa mengantar mu?! Jika kau saja lupa alamat rumahmu sendiri hah?!.."


.


.


.


Pemuda itu pun merasa kesal di buatnya, ia merasa tidak enak untuk meninggalkan gadis seperti nya sendirian dan mabuk di bar tersebut.


Dia sempat beradu dengan pikirannya apakah ia harus membantunya atau tidak, mengingat ia bahkan tidak mengenal siapa gadis itu.

__ADS_1


Pada akhirnya, ia pun memapah Gres ke luar dari bar tersebut dan berjalan menuju motornya. Ia pun bingung bagaimana cara memboncengi anak kecil yang mabuk itu.


"Huh, benar-benar menyusahkan. Bagaimana ia bisa tiba dengan selamat jika ia saja dalam keadaan mabuk seperti ini" ucap pemuda itu sambil berpikir.


Ia pun membuka jaket yang ia gunakan, lalu mengikat tangan Gres di pinggangnya agar tidak terjatuh. Dan motor itu pun melaju dengan kecepatan tinggi.


"Tuan. Sepertinya ada yang ingin keluar dari mulutku" ucap Gres yang membuat pemuda itu berteriak histeris.


"Yaaak! Jangan coba-coba kau mengeluarkannya di bajuku. Kau tahu aku akan menurunkan mu disini jika hal itu terjadi" teriak pemuda itu yang nyatanya memakai seragam SMA juga.


Tanpa menunggu ucapan pemuda tersebut, Gres sudah memuntahkan isi perutnya di seragam pemuda itu.


Dengan kecepatan yang tinggi pun pemuda itu buru-buru membawa motornya memasuki area parkiran di sebuah rumah mewah dan besar itu.


Setibanya di rumah itu, ia pun buru-buru turun dan melepaskan seragamnya yang sudah penuh dengan muntahan Gres. Ia kembali menggendong tubuh kecil itu memasuki rumahnya.


"Dia kenapa den?" tanya pembantu rumahnya.


"Cepat bantu aku membersihkan tubuh anak kecil ini. Menyusahkan saja" ucap pemuda itu seraya pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri.


Setelahnya ia pun kembali turun ke lantai bawah melihat gadis yang dibawahnya tadi sudah di bersihkan dan diganti pakaiannya oleh pembantu tersebut.


Ia pun menggendong gadis itu menuju kamarnya dan membaringkan di tempat tidur king size miliknya.


"Cantik!" ucapnya sambil tersenyum


"Oh, ada apa dengan dirimu Sean?!


Menganggap gadis kecil menyusahkan ini dengan ucapan tadi" ucapnya sambil memukul kepalanya merasa jijik mengucapkan bahwa gadis itu cantik.


"Kasian, masih kecil tapi sudah harus punya masalah yang berat" ucapnya sambil mengelus lembut kepala Gres yang tengah tertidur pulas itu.


***


Jam sudah menunjukkan pukul 17.00 artinya sebentar lagi akan gelap. Gadis yang tengah tertidur pulas itu, tengah mengumpulkan nyawa dan tenaganya untuk bangun.


Ia pun perlahan membuka mata dan seketika ia merasakan bahwa tubuhnya seakan remuk dan sakit semua.


Melihat suasana di kamar itu, rupanya ini bukan kamarnya. Dia pun kaget dan memikirkan apa yang sudah terjadi.


Kembali ia mengingat bahwa sebenarnya ia berada di bar dan meminum banyak alkohol.


Oh, siapa yang sudah membawanya kesini. Ia pun bangun dan keluar dari kamar itu.


"Permisi,,,. Kalau boleh tahu ini saya dimana ya?" tanya Gres pada seorang wanita paruh baya yang tengah sibuk membersihkan ruangan itu.


"Oh,,,. Kamu sudah bangun ya? tadi sore Tuan muda membawa kamu kesini dalam keadaan mabuk.


Jadi, apakah kamu sudah merasa baikan?.


Kamu duduk dulu bibi sudah memasak sub untuk menghilangkan mabuk mu itu.


Tunggu sebentar ya" ucapnya sambil berjalan ke dapur.


Sambil menunggu wanita paruh baya itu kembali. Gres melihat ia sudah tidak memakai baju seragamnya lagi , melainkan memakai kaos kebesaran dan trening yang sama besarnya juga.


Ia yakin yang ia pakai saat ini adalah baju cowok. Ia pun bertanya-tanya siapa yang membawanya ke sini, dan siapa yang menggantikannya tadi.

__ADS_1


"Wahhhh... bisa gila aku, bagaimana ini.


Kalau kaya gini hasilnya mending tadi aku nggak usah pakai acara bolos dari sekolah" ucapnya.


"Ini non, silahkan di makan mumpung masih hangat." Ucap wanita itu.


"Maaf bu, kalau boleh tahu siapa yang menggantikan pakai saya ya?


Dan ini baju siapa?" Gres.


"Oh,,, Itu bibi yang gantikan tadi, soalnya baju non kotor karena habis muntah di punggung tuan muda tadi sore ketika tiba disini . Kalau baju yang non pakai itu adalah baju tuan muda juga" jawab wanita itu.


"Lalu dimana dia, kenapa aku tidak melihatnya?" tanya Gres.


"Kalau jam segini biasanya tuan muda keluar rumah bersama teman-temannya. Dan akan pulang agak malam"


"Terimakasih buat supnya bu," ucap Gres.


"Sama-sama non, kalau boleh tau namamu siapa?


Dan kenapa kamu sampai mabuk seperti tadi?" tanya wanita paruh baya itu.


"Ah ia sampai lupa,,, Nama saya Gres. Saya sedikit ada masalah bu, saya tidak tahu saya bisa berpikiran untuk mabuk.


Jujur saya menyesal melakukannya tadi.


Sekali lagi terimakasih dan maaf sudah membuat ibu repot.


Boleh saya titip sesuatu pada ibu?"


"Boleh non, Tidak apa, bibi juga senang bisa membantu non karena jujur ini kali pertamanya tuan muda membawa perempuan di rumah ini.


Asal kamu tahu saja tuan muda sangat khawatir melihat keadaan non yang tadi"


"Benarkah,,,?


Saya cuma mau berterimakasih pada tuan yang sudah menolong saya.


Saya tidak tahu apa yang akan terjadi jika saja saya tidak di bawa kesini.


Sekali lagi tolong sampaikan rasa terimakasih saya padanya. Kapan-kapan saya akan berterimakasih secara langsung jika masih bisa bertemu dengannya" ucap Gres sambil tersenyum.


Bagaimana jika ia tidak bertemu lagi dengannya. Ia akan merasa berhutang pada orang tersebut. Kalaupun ia bertemu dengannya ia tidak mungkin mengenali orang itu karena untuk melihat wajahnya saja tidak.


Pertemuan mereka saja terasa singkat karena Gres sudah benar-benar mabuk waktu itu.


"Baik. Akan bibi sampaikan pada tuan muda" jawab ibu paruh baya itu sambil tersenyum.


"Sepertinya, saya harus segera pulang. Takutnya orang rumah akan mencari saya. Sekali lagi terimakasih bu" Gres.


"Baiklah. Biar supir saja yang mengantarkan non pulang, karena ini sudah malam"


Gres pun menolak untuk di antar dengan alasan ia akan memesan grab saja untuk pulang karena dengan melihat lokasinya sepertinya tidak terlalu jauh dari sini.


Ia pun berangkat setelah mengganti seragamnya yang sudah di cuci oleh ibu tersebut. Lalu pamit dan pergi dari rumah itu.


****

__ADS_1


__ADS_2