
^^^Kau akan tetap merindu saat sapa dan kabar tak lagi pernah datang setelah begitu lamanya pertemuan ditunda. Walaupun, kau sudah berusaha sekeras mungkin untuk melupa. Mungkin pernah terlintas dalam benak bahwa kita akan berujung melupakan kalau bukan jarak atau usia, mungkin karena keadaan. Namun, lihatlah betapa kuatnya sosok ini, bahkan untuk mencoba melupa saja tak sempat...^^^
...***...
Jerman, Desember 2021.
Adakalanya kita berujung untuk rehat sejenak dalam beberapa sisi hidup. Kita menjadi sedikit lelah setelah perjalanan panjang baru terlewat beberapa saat yang lalu.
Entah sudah berapa lama, orang menganggapnya Hiatus dalam beberapa dekade hidup ini. Lihatlah, dia juga bahkan sudah mencapai titik puncaknya seperti mereka.
Ya, dia diwisudakan juga beberapa hari yang lalu. Pikirnya, mungkin ia sudah terlupakan oleh keadaan, ataupun mungkin oleh seseorang yang beberapa tahun lalu menjadi tempat hatinya berlabuh dan pada waktu yang sama ia harus mengalami perpisahan.
Jika mengingat kembali masa itu. Ia begitu kusuk saat pesawat lepas landas saat itu. Bukan perkara besar mereka terpisah oleh jarak dan waktu. Hanya tentang masa depan sebenarnya.
Tapi, mengapa kenyataan begitu keras untuk beberapa orang. Mengapa mereka harus berujung melupa saat di masa lalu mereka begitu dekat?
Oh, salah terkhusus untuk dirinya. Ia tidak pernah melupakan. Hanya sosok dia seorang yang mungkin sedang melupa.
Di suasana malam saat ini. Ia sedang duduk menikmati kopi yang tidak ia tahu sejak kapan menjadi akrab dengan kopi dan kesendirian?
Sambil merenung ia berkata "Gres! kamu dimana sekarang?" tanyanya pada sang malam yang terlihat sedikit pekat.
"Aku kangen sama kamu!" Lihatlah bahkan kebiasaannya memanggil aku-kamu pun belum pudar.
"Kenapa sih? Kamu gak pernah ngasih tau aku, kemana kamu akan pergi? Apa aku cuma sebatas teman di masa lalu? Lihat aja, bahkan sampai sekarang aku sama sekali tidak melupakan barang sebentar tentang kita. Akhir-akhir ini keinginan untuk menemuimu semakin mengguncah perasaan. Ah,,,ku harap kita masih masih punya kesempatan untuk bertemu lagi!" Ujarnya melepas nafas secara kasar.
__ADS_1
Flashback on
Suatu waktu aku memaksakan diri untuk kembali dan memastikan apakah benar apa yang barusan ku dengar.
Aku begitu tidak terlalu mempercayai sepenuhnya sebelum aku bisa membuktikannya sendiri.
Aku memutuskan mengambil izin 1 minggu untuk kembali ke Indonesia. Aku mendengar kabar bahwa Gres sudah tak di sana lagi.
Ya, kemarin malam Mama berhasil menghubungiku kembali setelah memastikan keadaan yang sebenarnya. Benar Gres udah gak ada menurutnya.
Ketika aku menginjakkan kaki untuk pertama kalinya setelah pertemuan terakhir kami di bandara waktu itu, kini aku kembali untuk memastikan betul apakah Gres memang sudah tak ada lagi.
Dapat ku lihat dalam pandangan mata untuk pertama kalinya adalah Mang Juki yang tengah duduk bersama anjing kesayangan Gres. Serta Bi Ima yang tengah mengangkat jemuran pada sore hari waktu itu.
Aku mengingatnya persis, saat sore kami sering duduk di bangku itu bersama anjing peliharaannya bahkan tak jarang mang Juki juga sering gabung untuk sekedar tertawa receh dengan banyak perbincangan ringan di antara kami dari waktu ke waktu hingga saat perpisahan itu datang menyisakan kabar yang tak lagi ada.
"Eh,, Nak Rendi!! Kapan datang?" Jawab mang Juki kaget melihatku sudah berada di depannya. Karena sudah terbiasa aku memang langsung masuk saja ke kompleks rumah mereka.
"Nak Rendi!! Udah liburan aja ya? Kapan sampenya?" tanya bi Ima yang juga bergabung di bangku taman saat ini.
"Kemarin. Belum libur kok bi. Sengaja Rendi balik karena ada beberapa yang mau di urus." Jawabku tersenyum.
"Ya sudah. Nak duduk tahan ya bibi ambilkan minum!" Bi Ima kembali masuk ke ruangan.
Setelah berbincang beberapa saat...
__ADS_1
"Mereka sudah pergi 2 bulan yang lalu. Non Gres lebih dulu berangkat lalu kemudian di susul tuan dan nyonya. Boleh di bilang mereka mungkin tidak akan tinggal disini lagi. Mungkin juga mereka akan kembali saat akan berlibur saja mungkin. Tapi untuk apapun itu, mereka memang lebih bagus sedikit mengasingkan diri untuk beberapa waktu terutama non Gres. Ia terlihat seperti tidak punya harapan setelah nak Rendi berangkat waktu itu. Ada banyak sesal, kekosongan dan putus asa dalam setiap pandangannya. Kami mungkin akan kehilangan hari-hari bersamanya, tapi dia juga perlu sejenak bepergian. Maka dari itu kami tetap tersenyum atas semua yang terjadi. Bagaimana pun juga non Gres sudah kami anggap keluarga dekat kami sendiri. Bertahun-tahun kami hidup dan menyaksikan setiap pertumbuhan dan perkembangannya. Dia anak yang baik. Dia butuh ruang dan lingkungan yang lebih baik untuk hidup." Seru Mang Juki seraya tersenyum tipis.
"Tapi, kemana dia pergi Mang? Kok Rendi gak di kabarin!" Tanyaku penuh harap bahwa ia tahu kemana ia melangkah.
"Setelah mengantarnya ke bandara waktu itu, kami tidak pernah mendapatkan kabar lagi darinya. Dia seperti hilang begitu saja dalam pandangan dan keseharian kami. Bahkan saat tuan dan nyonya memutuskan untuk pergi pun kami tak diberi kabar apapun tentangnya. Kami tahu, kami bukanlah siapa-siapa melihat kesibukan mereka membuat kami mengurungkan niat untuk bertanya," mang Juki menatapku tersenyum penuh arti.
Lihatlah betapa baiknya sosok itu. Bahkan orang-orang yang pernah hidup dengannya pun sampai detik ini masih menata rapi semua tentangnya di benak mereka.
Akan kemana pun kau melangkah. Kuharap kamu baik-baik saja. Maaf aku sedikit kecewa atas pilihanmu yang sekarang. Tapi, darinya aku menjadi sadar, kamu sudah dewasa seutuhnya.
Flashback Off
Itulah secercah ingatanku tentang bagaimana keadaannya waktu itu, "Apapun itu, mereka adalah keluarga yang cukup rumit sejauh yang ku tahu selama hidup masih berdampingan mereka. Mereka begitu jeli dalam setiap sisi hidup mereka sampai lupa bahwa mereka masih belum saling memiliki secara utuh untuk satu sama lain dalam keluarga.
Ku harap untuk kehidupan selanjutnya. Kalaupun aku tidak punya kesempatan untuk bertemu lagi denganmu. Suatu saat aku berharap lebih, bisa mendapatkan kabar bahwa kamu sudah hidup lebih baik dari kemarin." Batin Rendi dan tersenyum simpul.
"Bro! Kapan rencana baliknya? Jadi ke Indo?" Tanya teman di sampingku. Yang tahu persis bagaimana aku hidup di negara ini kurang lebih 4 tahun sudah.
"Entahlah! Seperti tidak ada yang sedang menunggu kepulangan ku saja. Itu yang ku rasa akhir-akhir ini!" Jawabku singkat.
"Dia akan kembali. Kau hanya perlu bersabar dan yakin saja" ujarnya meninggalkanku. Karena ia sempat memberitahu ku bahwa ia akan ke rumah neneknya.
"Semoga saja!" Jawabku sedikit berharap.
"Eh! Tapi tunggu bukankah sebulan yang lalu Mama bilang kalo Tante Siena udah kembali dan tinggal di Indo lagi?" Ujar ku tanpa memperdulikan orang-orang di sebelahku yang kaget akan ucapan ku secara tiba-tiba.
__ADS_1
"Sepertinya aku harus kembali. Papa akan mencoretku dari kartu keluarga jika tahu aku masih bersantai saja dengan ijazah yang sudah ku dapat. Ditambah Omelan Mama mungkin kepala ku akan picah karena stress. Woahh, sepertinya aku sedang merindukan suasana itu," ujarku melangkah untuk pulang ke apartemen.
^^^^^^_09 Des. 2021^^^^^^