Mengapa ?

Mengapa ?
Terlambat...


__ADS_3

✨✨✨


Pagi yang cerah disebuah mansion yang cukup mewah, di salah satu kompleks terelit di sebuah kota. Seorang gadis berumur 15 tahun tengah berlayar di alam mimpi. Sudah hampir jam bangun seharusnya, tapi entah apa yang membuat ia masih dalam bungkusan selimut tebal, mungkin karena musim dingin yang membuat jiwa malasnya membara.


"Gres, ayo bangun.


Kamu akan telat jika masih tidur terus." Kata ibunya yang sudah membuka gorden kamarnya agar sinar matahari bisa masuk ke ruangan yang cukup besar tersebut.


"Bentar lagi ma, masih ngantuk" ucap gres dibawa selimut tebal itu tanpa peduli sinar matahari yang sudah masuk sepenuhnya ke kamar tersebut.


Lalu kemudian ibunya mendudukkan dirinya ke tepi ranjang dekat anaknya "Tidak bisa sayang, ini sudah siang. Kamu harus bangun dan harus ke sekolah. Ini bahkan sudah jam 06.25 Lo, bentar lagi akan masuk kelas mu".


Gres yang masih belum sadar hanya diam. Akan tetapi ia mencerna kata-kata dari ibunya, "sebentar, masih jam enam kan?


Tunggu.. enam lewat. Astaga...,.. mama kenapa tidak membangunkan Gres dari tadi, aku bahkan sudah terlambat". Ia melompat dari tempat tidur kesayangannya, berlari ke kamar mandi.


Tanpa menunggu lama, ia langsung mandi dan siap-siap. Sementara ibunya tengah merapikan tempat tidur anak semata wayangnya itu sambil bergumam " dasar anak itu, selalu saja membuat ulah".


Kemudian ibunya turun dari lantai atas kamar anaknya menuju ke dapur, lebih tepatnya di meja makan menemani sang suami yang tengah sarapan.

__ADS_1


"Gres nya mana ma?" tanya sang ayah kepada istrinya.


"Noh, lagi siap pak, anak itu selalu saja berulah" kata istrinya sambil sedikit tertawa.


Mereka melanjutkan sarapan pagi sambil menunggu Gres turun dari kamarnya.


"Bi, tolong ambilkan susu yang saya buat untuk Gres di meja dekat kulkas ya" ucap sang Ibu Gres.


" Baik nyonya" kemudian, pembantu rumah tangga tersebut melangkah untuk mengambilkan susu tersebut.


Oh, ia nama ibu Gres ialah Siena Sandra, keturunan Korea- Indonesia. Sedangkan ayah Gres orang Indonesia asli, biasa disapa pak Raditya lebih tepatnya Raditya Presmana. Dan Gres sendiri adalah anak tunggal dari keluarga Presmana dengan nama lengkap Gress Presmana.


Dengan kecepatan kilat, Gres bahkan sudah turun dari tangga dan hendak menuju ke meja makan, di sana ia bisa melihat ayahnya tengah membaca koran dengan pakaian kantor yang sudah siap begitu juga ibunya yang sudah lengkap dengan jas kantornya.


" Selamat pagi, Pa,, Ma, maaf Gres bangun agak kesiangan karena terlalu dingin, jadi pengen tidur terus aja" ucapnya sambil pasang muka imutnya.


Lalu ayah menatap putrinya sebentar lalu tersenyum


" Iya selamat pagi juga putri ayah yang cantik. Nggak apa-apa sayang, toh tiap hari kamu tidak begitu juga kan!"

__ADS_1


Lalu sang ibu hanya bisa senyum dan berkata


"Lain kali jangan begitu lagi, nanti kamu terbiasa bangun kesiangan, ya sudah ayo waktunya sarapan sayang. Sini!"


"Nggak bisa ma, ini udah telat banget. Gres langsung jalan aja ya. Nanti sarapan di kantin sekolah aja" ucap Gres sambil berlalu melangkah kedepannya pintu utama.


Akan tetapi ibunya memanggilnya


"sayang, kamu harus sarapan, atau setidaknya minum susunya aja. Biar kuat dan semangat" sambil memberikan susu kepada anaknya yang sudah hampir sampai di depan pintu.


Gres yang menghentikan langkahnya mengambil susu yang diberikan ibunya, lalu meminumnya sampai sisa setengah gelas dan berlari menghampiri mang juki yang sudah siap di mobil sport keluaran terbaru milik Gres yang diberikan oleh ayahnya beberapa bulan yang lalu.


Ayah Gres belum mengijinkan Gres membawa sendiri mobil dikarenakan Gres belum memiliki SIM.


" Selamat pagi, mang. Antar Gres ke sekolah ya. Nggak pakai lama, soalnya udah telat Banget. Dadah mama...."sambil melambaikan tangannya kepada ibunya yang berdiri di tengah pintu melihat anaknya yang terlambat, bahkan tidak sempat pamit kepada kedua orang tuanya.


Di perjalanan, "Non, jalanan agak macet karena jam berangkat kerja kayaknya." Ucap mang Juki sambil sekilas melihat di spion.


"Pokoknya harus cepat mang, Gres udah telat banget ni..!" Sambil sesekali melihat keluar jendela karena bosan dengan kecepatan mang juki yang mengemudi.

__ADS_1


Dan begitulah percakapan mereka di perjalanan hingga sampai di sekolah.


__ADS_2