Mengapa ?

Mengapa ?
Trauma masa lalu...


__ADS_3

✨✨✨


Gres POV


"Aku berlari keluar rumah, tidak peduli dengan pertanyaan mama barusan. Jujur aku kecewa dan juga sedih, mereka mengambil keputusan yang paling menakutkan buat aku. Untuk membayangkan mereka tidak bersamaku saja, sudah cukup sulit apalagi mendapati kenyataan bahwa mereka akan meninggalkanku sendiri di negara ini." Di depan gerbang utama, Gres tengah menunggu seseorang yang akan menjemputnya.


"sambil menunggu Rendi yang akan menjemput ku, aku kembali tidak bisa menahan tangis ku. Aku melihat papa begitu marah, karena aku tidak mau mendengarkan mereka. Memang aku tidak pernah sama sekali melawan terhadap kedua orang tuaku. Aku bukannya tidak mau untuk hidup mandiri tanpa kedua orang tua di sisiku, hanya saja mendengar mereka akan meninggalkan ku saja membuat aku kembali teringat kejadian dulu waktu aku masih kecil. Yang mampu membuat aku trauma sampai sekarang."


Flashback on


Saat itu aku masih umur 5 tahun, ketika Papa mengajak kami berlibur. Saat itu keluarga kami memang sudah berkecukupan. Bahkan kami sudah punya rumah disebuah kota yang cukup indah dan nyaman, kota tersebut memang tempat orang-orang berdatangan ketika berlibur, karena keindahan kota tersebut. Aku bersama kedua orang tuaku pun berlibur ke kota tersebut.


Sesampainya di sana, kami langsung beristirahat di rumah yang papa sudah beli beberapa bulan sebelum liburan itu.


Sudah tiga hari kami di kota tersebut, aku pun begitu senang menikmati keindahan setiap sudut kota itu, mulai dari pantainya yang indah, taman bunganya yang begitu besar dan di sana juga terdapat sebuah kebun binatang yang cukup besar.


Di Sana aku bisa melihat berbagai hewan dari berbagai negara yang di pelihara disitu. Katakanlah aku terlalu betah dan nyaman berada di kota tesebut, sehingga aku bahkan berpikir tidak mau untuk pulang lagi ke Bandung yang menjadi tempat lahir ku.


Ya kami di Indonesia menetap di Kota Bandung. Karena ayah memulai karirnya dalam berbisnis di sana. Bahkan sampai sukses pun ayah tidak ingin pindah dari sana, mama yang mau kami menetap di Korea yang merupakan negara kelahirannya pun mengalah untuk tinggal di Indonesia.


Sebenarnya kami juga memiliki rumah yang cukup tergolong mewah di Seoul Korea. Kami hanya akan pergi ke sana bila ada waktu libur panjang.


Kembali ke kota tempatku berlibur tadi, aku begitu menikmati hari-hariku di sana.


Sampai tiba-tiba. "Sayang, papa ada kerjaan dadakan dari kantor dan harus diselesaikan besok malam, dan papa harus ke Bandung hari ini" ucap papa saat kami sedang duduk di teras rumah sambil memakan cemilan, lebih tepatnya hanya aku yang makan.


"Apa tidak bisa di tunda dulu Pa?, kasihan Gres kita sudah janji untuk menemaninya seminggu penuh ini." Tanya mama sambil duduk memangku tubuh kecilku saat itu.


"Tidak bisa Ma, ini sudah tanggung jawab aku. Papa akan kehilangan 300 milyar kalau sampai tidak menjalankan proyek ini" ucap papa saat itu.


Aku yang mendengar percakapan mereka pun merasa berkecil hati, selama ini aku selalu menikmati hari-hariku tanpa mereka, kerena mereka selalu di sibukkan dengan pekerjaan mereka, dari kecil aku selalu ditemani bi Ima, karena dia yang merawat dan menjagaku dari sejak aku masih berumur beberapa bulan.


Bahkan sejak kecil, aku tidak terlalu dekat dengan mama, aku lebih banyak menghabiskan waktuku dengan bermain bersama pembantu di rumah. Yah, mang juki dan bi Ima adalah orang terdekatku saat masih kecil bahkan sampai sekarang.


Aku mulai akrab dengan mama, ketika aku menginjakkan kaki di SMA, karena saat itu mama juga punya proyek tetap di Bandung, sedangkan papa, boleh dibilang ia jarang punya waktu untukku bahkan untuk berkumpul bersama seperti sekarang kami menikmati liburan. Akan tetapi papa juga masih tetap disibukkan dengan pekerjaan contohnya saat ini.

__ADS_1


Tanpa menunggu lagi bahkan papa sudah berangkat menuju bandara sekarang. Aku yang melihat itu semua, hanya berlari menuju kamar dan pura-pura tidur di sana. Mama yang melihat itupun tidak bisa mengatakan apa-apa.


Keesokkannya, aku sudah berada di taman belakang melihat tumbuhan yang begitu hijau dan indah, sejenak aku melupakan kesedihan yang sering melanda pikiranku selama ini.


Tiba-tiba, "sayang,waktunya makan siang". Mama sudah menggendong tubuh kecilku. Kami pun menyelesaikan makan siang bersama tanpa berbincang apapun, mama hanya mengelus lembut kepalaku saat selesai makan.


Kemudian mama membuka suara " sayang, mama hari ini ada pekerjaan sedikit di sekitar sini bersama teman dari kantor. Tidak apa-apa kan kalau kamu disini dengan mba itu ya," sambil menunjukkan seorang pengurus rumah kami yang tengah tersenyum padaku.


Aku yang sudah terbiasa dengan hal itu, tidak menjawab hanya dengan anggukan saja. Mama sudah berlalu pergi dari rumah itu.


Sorenya, aku bahkan belum melihat tanda-tanda mama akan pulang. Aku pun berniat keluar dari gerbang menuju ke sekitar kompleks rumah sekalian mau jajan pikirku.


Akan tetapi, dari jauh aku melihat seorang pemuda yang datang sambil membawa botol berisi minum keras, yang mama dan papa sering minum jika sedang stres dengan pekerjaan di rumah, aku takut ketika ia sudah tiba di depanku.


"Hai adik kecil, mengapa jalan sendiri hah, apakah kau tidak tau disini banyak sekali orang jahat!" ucap orang itu sambil berdiri mengelilingiku yang ku yakini ia sudah mabuk saat itu.


Aku menjadi takut saat itu, tubuhku bergetar hebat karena melihat ayunan tangan orang itu, aku sudah menduga ia akan memukul kepalaku dengan botol itu, tapi sialnya kakiku bahkan tidak mau untuk melangkah dan berlari, aku bahkan sudah menangis sampai tiba-tiba


"PRRRAAAAAKK!!!!"


Sesaat menjadi gelap aku bahkan berusaha memanggil bi Ima, hanya lewat gumam kecil saat itu. Iya nama bi Ima yang terlintas di kepalaku saat itu dan setelahnya aku tidak tahu apalagi yang terjadi.


Tersadar aku sudah berada dalam ruangan gelap yang pengap bahkan bau, yang membuat siapapun tidak akan betah di sana, kurasakan sekeliling ku ada beribu pecahan kaca, bahkan yang lainnya sudah menjadi alas dudukku.


Aku merasakan perih yang begitu menyakitkan, bahkan seluruh tubuhku sudah banyak terdapat luka.


Aku tersadar sepenuhnya ketika melihat orang yang memukulku tengah tertawa sambil menangis di sudut ruangan itu.


Aku yang melihat itu, kembali merasa takut, ku lihat ia bangun dari tempat duduknya sambil berjalan kearah ku.


Aku bahkan sudah tidak bisa menangis lagi.


"adik kecil, apakah kamu bahagia dengan hadiah yang kuberikan hah?, kamu bahkan terlalu imut dengan banyak darah seperti itu. Mari kita bermain lagi ya!" ucapnya sambil mengangkat pecahan kaca yang cukup tajam, kemudian orang itu menusuk bagian perutku berulang kali.


Sampai tiba-tiba ruangan itu menjadi terang seketika. Di sana ku lihat mama dan banyak orang tengah berdiri, seketika penglihatan ku menjadi buram bahkan gelap, aku bahkan tidak tau lagi apa yang terjadi saat itu.

__ADS_1


.


.


.


.


.


Aku tersadar, mendapati ruangan yang begitu terang berwarna putih, dan aku menghirup bau obat yang menyengat. Ya, aku berada di rumah sakit, tepatnya di ruangan ICU kata mereka.


Dari kejadian itu aku menjadi takut dengan gelap, aku menjadi takut jika berjalan sendiri dan bahkan menjadi takut akan semua yang aku hadapi. Aku trauma karena kejadian itu. Mereka mengatakan aku sudah 1 tahun lebih berada di rumah sakit, bahkan umurku sudah 6 tahun ketika aku terbangun kembali.


Dokter mengatakan aku terlalu kecil melawan luka yang parah itu hingga mengakibatkan aku kritis selama itu.


Dari situ, kedua orang tuaku selalu ada di setiap hari ku, mereka tidak pernah meninggalkanku sampai aku benar-benar sembuh.


Flashback off


Ketika aku sedang mengingat kembali masa itu, tiba-tiba


"Gres, maaf terlambat. Gue masih jemput mama tadi" ucap Rendi yang sudah berdiri di depanku.


Aku pun tersadar dan melihat sepertinya temanku yang satu ini akan bertanya mengapa aku diam tanpa berkata apapun dengan cepat aku menarik tangannya menuju mobilnya


"Yuk, buruan lo udah telat banget tau nggak!" protes ku.


Dan kami pun berangkat.


Duh, jariku hampir mau keriting nih, ketik chapter ini terlalu banyak dan susah juga buat alurnya musti gimana.


Tapi akhirnya tetap jadi juga...! 🤭😀


Semoga ceritanya tidak membosankan ya!🤭🤪

__ADS_1


__ADS_2