Mengapa ?

Mengapa ?
Wi(sudah) :)


__ADS_3

....•°Happy Reading°•....


Hari-hari telah berganti, banyak hal sudah terlewatkan begitu banyak. Ada banyak kisah baik senang, bahagia, sedih, sesal ataupun rasa marah. Tahun pun demikian berganti makin ke sini makin menjadi tingkat yang semakin sulit dalam hidup.


Banyak hal yang terjadi semata untuk mendewasakan berbagai macam karakter pada setiap orang. Pada akhirnya, di fase sekarang beberapa saat ketika kita merenung kembali ke masa yang terlewat tidak sedikit sesal, syukur bahkan tawa yang jadi refleks untuk kita menanggapnya.


Kadang kita bersyukur pernah ada di situasi sulit masa lalu dan menjadi lebih paham untuk masa sekarang


Kadang juga kita menertawakan diri kita yang dulu, dulu sekali yang belum bisa dewasa dengan baik dan masih dengan banyak pikiran yang stuck-nya di suatu pandangan saja.


Terkadang juga kita menyesali beberapa keputusan, pilihan dan bahkan sikap yang pernah kita ambil masa dulu dan merugikan masa itu maupun masa kini.


Tapi, setelah berdiri di puncak perjalanan saat ini, diposisi yang sekarang membuat kita paham, paham sekali bahwa ternyata masa itu adalah masa yang penuh drama dan kita pun menyadari satu hal bahwa ternyata kita sudah berubah dengan perubahan yang begitu banyak sekarang.


Dan masa lalu juga merupakan investasi terbaik untuk masa kini. Kita hebat, kita luar biasa dan kita yang terbaik. Tergantung bagaimana kita mengapresiasi diri kita dari masa ke masa.


Adakalanya, kita meluangkan waktu untuk sedikit merenung bagaimana perjuangan kita hingga sampai pada detik ini. Bukankah bisa kita lihat dengan jelas bahwa kita melakukannya dengan baik dimasa lalu dan merasakannya di masa kini?.


3 Tahun yang Terlewat ini....


Bukan hal mudah memang jika saja kita menyerah saya itu, mungkin kita tidak bisa merasakan nikmatnya hari ini.


Ya, kami sudah wisuda dan tengah menikmati momentum paling langka dalam hidup. Beberapa orang mau berada di posisi ini, namun masih saja dihalangi waktu, dirintangi cobaan dan diuji berbagai macam kesabaran untuk bisa sampai pada saat ini.


Satu yang mau ku ucapkan untuk teman-teman seperjuangan demi mendapatkan toga disini dan diluar sana. 'tetap semangat, putus asa dan hilang harapan untuk beberapa saat itu wajar, karena ujian percobaan yang kita hadapi bukan main. Istirahat saja sebentar, berlibur saja untuk beberapa hari. Hiatus dari beberapa sisi kehidupan juga wajar. intinya, jangan sesekali mengambil keputusan untuk menyerah dan berhenti, gue paham betul bagaimana sisi dan setiap sudut untuk yang satu ini. Cukup meyakinkan diri saja, walaupun kita tahu Waktu Tuhan memang tak menentu. Tapi waktu Tuhan adalah yang terbaik'.


Ya, jika kalian bertanya bagaimana perasaan ku saat ini. Maka akan kujawab luar biasa, sangat luar biasa.


Mengapa?


Karena, dapat kulihat di depanku saat ini, dipanggung ini, kedua orang yang ku tau persis tidak akan punya waktu untuk datang dan duduk disini jika kembali mengingat masa lalu tentang bagaimana sibuknya mereka. Tapi hari ini luar biasa, mereka dan senyuman di wajah mereka dengan tatapan tak berubah terus pada pandangan yang sama, menatapku menggunakan toga ini adalah satu hal yang tak bisa ku defenisikan lagi keadaannya.


Ya, aku tengah berdiri didepan sekarang ini untuk menyampaikan sambutan atas pencapaianku selama menjadi mahasiswi. Jangan tanya aku mendapatkan juara berapa yang jelas aku memang hanya akan menjadi yang kedua dari sosok di sampingku sekarang.


Suatu hal yang langka jika sampai aku berhasil mengalahkan seorang Sean bukan?


Tapi memang ekspektasi tak akan sesuai dengan kenyataan itu yang sering kita lupa.

__ADS_1


Sebelum Sean menyampaikan sambutannya ia terlebih dahulu mempersilahkan aku menyampaikan sambutanku.


Deg-degan?


Jangan tanya sudah pasti. Ini salah satu kampus bergengsi di New York, dihadiri oleh pimpinan universitas! Jadi definisikan saja sendiri bagaimana keadaan gue sekarang jika kalian mencoba berada di posisi gue.


Dan akupun menyampaikan sambutanku


"Merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan tersendiri ketika saya berada dan berdiri di sini. Saat pertama kali saya melemparkan pandangan saya kepada semua yang hadir di tempat ini, dari sini saya bisa melihat dengan jelas setiap sudut dari ruangan ini dan kalian semua yang berkesempatan hadir. Jangan tanya bagaimana perasaanku saat ini, karena yang jelas saya pun tidak bisa menerjemahkannya. Satu hal yang terlintas di benak saya saat berdiri sini, saat saya dapat melihat suatu momentum luar biasa dalam hidup saya adalah melihat pemandangan yang sekarang dari tempat ini.


Mengapa?


Karena hanya hari ini saya bisa melihat dan percaya bahwa kesibukan itu benar-benar tidak ada jika kita adalah prioritas!


Satu lantunan kalimat ku sampaikan untuk mewakili rasa saat ini yaitu 'Teruntuk kedua orang terhebatku. Terimakasih dan Maaf untuk banyak hal yang terjadi dimasa lalu maupun sampai pada hari ini'


Pencapaian saya hari ini saya sadari betul, itu semua bukan karena mampu dan kuat saya seorang tapi itu semua karena Tuhan ada di setiap sisi perjuangan saya dan lebih terkhusus karena kedua orang hebat yang ada dan mampu membuatku merubah pandangan ku saat ini bahwa dibalik kesibukan mereka saya masih dan tetap menjadi prioritas mereka. Ya, mereka kedua orang tua saya.


Bercerita sedikit, dulu.. dulu... sekali dan sampai kemarin.. kemarin yang dulu, heheh- (diiringi kekehan orang-orang di ruangan itu)


Saya yang berdiri saat ini adalah saya yang tidak menerima bagaimana cara kedua orang didepan saya saat ini menghabiskan hidup dengan bekerja dan bekerja terus menerus, selalu seperti itu siklusnya sampai saya melewati banyak hal untuk bisa sampai di waktu dan detik ini. Jika kalian bertanya bagaimana saya di masa lalu maka jawaban saya 'saya yang berdiri disini bukanlah saya yang di masa itu'


Dan saya mungkin mengalami itu.


Jika masa evolusi terjadi secara berangsur-angsur dalam waktu yang sangat lama. Maka saya pun demikian, lama sekali sebanding dengan umur dan waktu hidup manusia.


Ya, saya akui saya sudah berevolusi dalam kurun waktu hidup manusia. Tidak perlu sampai berabad karena saya adalah manusia yang bisa beradaptasi dalam banyak hal, hehehe-


Hingga sampai saya memahami dan menerimanya, bahwa kedua orang ini adalah mereka yang menjadi tempat pulang paling nyaman, tempat sandar paling nyaman dan tempat berkeluh kesah paling baik sepanjang masa. Saya terlambat menyadari itu karena saya lebih fokus pada satu titik pandang dan menjadikan dirinya saya korban yang paling tersakiti. Tapi, saya lupa bahwa terkadang yang merasa diri korban adalah juga pelaku yang berpura-pura menjadi korban untuk menenangkan mental diri.


Tidak butuh banyak kata, Terimakasih banyak buat Papa. Mama, yang hadir di hari ini. Sekarang saya paham bukan kesibukan yang jadi persoalan kami bertahun-tahun ini tapi perihal memahami dan menerima yang kami lupakan.


Tidak banyak lagi yang mau ku sampaikan pada sambutan ini.


Jika ada, untuk teman-teman seperjuanganku. Dihari-hari kemarin kami sudah menghabiskan banyak waktu dan banyak belajar dari berbagai hal. Saya kira kami mendapatkan nilai hidup banyak dalam kebersamaan dan masih banyak lagi.


Namun, satu orang yang ingin ku sapa lewat sambutan ini, karena saya sadar dia ada dan akan mendengarkan sambutan ini heheh-

__ADS_1


"Untuk bocah tak berperasaan ini. Terimakasih sudah banyak membagi nilai hidup saat bersama. Kami sering beradu pikiran, argumen, pendapat dan banyak hal-hal unfaefah sekalipun. But, dia salah satu orang yang mampu ada dan turut serta menyembuhkan trauma masa lalu saya hingga sampai saya sejauh ini melangkah dan berdiri disini. Bersamanya selama beberapa tahun ini saya belajar banyak hal tentang nilai hidup. Dan ternyata di dunia ini bukan saya yang paling menderita tapi masih ada banyak orang di luar sana yang lebih menderita dalam kehidupan ini.


Dan yang terakhir, saya hanya mau bilang kepada kalian semua yang masih berjuang 'Bersungguh-sunggulah selagi kamu mampu, karena masih banyak di luar sana yang tak seberuntung kamu hari ini. Bersungguh-sungguhlah selagi kamu bisa, karena tidak ada yang tahu kapan roda hidup ini akan berubah.  Jika hari ini kamu merasa lelah dengan banyak hal entah perkuliahan, tugas ataupun dosenmu ingatlah selalu bahwa kamu adalah orang terpilih dan kamu harus menggunakan waktumu dengan baik dan bijaksana' ucapku mengakhiri sambutan tersebut.


Setelah tepukan riuh dari para hadirin gue pun menuruni panggung dengan penghargaan yang kubawa menggunakan tangan kananku dan tatapan yang masih sama kepada kedua orang tuaku. Entah kenapa hari ini aku hanya ingin menatap mereka saja dan tak ada bosannya.


"Terimakasih untuk kesempatan yang luar biasa ini. Bukan merupakan suatu hal biasa lagi, tapi menjadi sangat luar biasa ketika saya berdiri dan dapat melihat semua teman seperjuangan yang pada hari ini kita sama-sama merasakan suasana bahagia masing-masing. Tidak banyak yang ingin saya sampaikan, Hanya rasa syukur dan terimakasih saya ucapkan untuk hari ini dan hari-hari kemarin.


Tidak ada yang istimewa untuk hari ini bagi saya pribadi, karena banyak hal sudah saya lewati untuk sampai di tingkat ini. Kecuali rasa lega karena semua usaha dan kerja saya selama ini seimbang dengan yang saya peroleh hari ini.


Namun, ketika melihat ada banyak senyuman dari orang tua yang datang pada saat hari ini membuat saya sedikit turut merasakan kebahagiaan teman-teman yang orang tuanya berkesempatan hadir pada saat hari.


Maka, untuk itu saya juga mau berterimakasih untuk kedua orang tua saya, walaupun tidak sempat untuk turut serta. Saya pahami betul-betul mereka memiliki banyak urusan penting untuk kebaikan banyak orang. Saya tidak merasa kecil hati untuk itu, namun saya bersyukur dengan kehidupan dan cara-cara yang saya lewati ini membuat saya berpikir bahwa di banyak segi kehidupan, kita bukanlah tokoh utama di dalamnya. Karena hidup ini adalah roda yang terus berputar. Kita tidak akan tahu akan berada di fase mana kita sebentar, besok dan esoknya lagi.


So, bersyukur untuk banyak hal adalah ungkapan terbaik untuk semua hal.


Terimakasih juga kepada bapak ibu dosen yang sudah banyak mengambil bagian dalam perjalanan masa depan kami. Juga kepada teman-teman, terlebih untuk teman saya yang ada dan terus ada dari awal kami memijakkan kaki hingga sampai pada finishnya. Dia banyak memberi saya kesempatan untuk belajar tentang hidup, Saya jadi lebih paham setelahnya. Ketika melihat kesulitan-kesulitan yang ia alami banyak pelajaran yang saya dapatkan. Jadi, terimakasih untuk itu." Ujar Sean mengakhiri sambutannya.


^^^ 18 nov. 2021^^^


...***Annyeong 👋👋👋...


maaf baru bisa update hari ini 🙏


maaf juga untuk chapter Start again yang sempat terupdate di cerita ini. kemarin benaran deh, aku gak fokus yang seharusnya update di cerita sebelah malah keupdatenya disini. udah ku coba buat hapus chapternya tapi masih tetap ada di urutan cerita ini. jadi bingung.


kan kasihan buat teman-teman yang baru mulai baca sebelumnya sampai di bagian pemberitahuan. nanti dikira ceritanya gak nyambung lagi 🥺


Semoga hari-hari kalian menyenangkan ya, apalagi sudah mau akhir tahun.


Jaga kesehatan. Jangan sering begadang jangan lupa makan juga🤗🤗


Jangan lupa Komentarnya juga ya,,,🤗


akhir-akhir ini ada beberapa komentar yang membangun semangat author untuk terus menulis walaupun agak lama updatenya.


Komentar berupa masukkan juga sangat aku perlukan 🤗🌹

__ADS_1


Segini dulu ya.


sampai jumpa 👋👋👋👋***


__ADS_2