
Keesokan harinya,,
Hati ini Refa benar-benar cuti dari pekerjaannya, ia bebas untuk bangun siang hari dan bersantai di apartemennya.
Ia bangun pukul sembilan pagi. Tidak ada yang spesial dari liburannya itu namun menikmatinya dengan rencana memanjakan diri ke salon spa disana, untuk meregangkan otot-otot tubuhnya agar kembali segar.
Refa bangun dan langsung pergi mandi, membersihkan tubuhnya dan bersiap-siap untuk sarapan setelah itu baru pergi ke salon tersebut. Ia sudah membuat janji pada salon spa sebelumnya.
Ia mengambil Roti yang ada di kulkas lalu membuat susu untuk ia sarapan. Hanya dia sendiri makan disana sungguh Apartemen Yang sepi.
Setelah ia selesai sarapan, ia langsung mengambil tas dan kunci mobilnya untuk bersiap-siap pergi Kesana.
Refa langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Tiba-tiba Handphonenya berbunyi, ia segera mengangkatnya takutnya itu telepon penting.
Kring.. Kring...
" Halo " ucap Refa
" Dokter Refa kamu dimana " tanya Samuel
" Maaf ini siapa?? " tanya Refa bingung karena nomor yang menghubunginya adalah nomor asing
" Saya Samuel Dok " ucapnya
" Samuel, ada apa mencari saya?? " tanya Refa bingung
" Tanganku masih terluka, kenapa dokter tidak mengeceknya " tanya Samuel
" Maf Samuel itu bukan tugasku, saya sekarang sedang libur hari ini " ucap Refa membuat Samuel kecewa
Entah Refa sadar atau tidak jika dari kemarin Samuel sedang mencoba mendekati Refa, semua suster dan dokter bisa melihat usaha Samuel kemarin bahkan sampai melukai tangannya.
" Dokter apa Sekarang dokter sibuk " ucap Samuel dengan nada kecewa
" Memangnya ada apa " tanya Refa
" Saya ingin mengobrol saja dengan dokter " ucap Samuel
" Mohon maf Samuel, saya sedang menyetir.. kita lanjutkan nanti saja " ucapnya
" Sebenarnya apa yang di lakukan dokter Refa ketika libur.. kenapa sekarang sampai menolak berbicara padaku.. aku harus tahu itu " batin Samuel
" Baik dok, kalau begitu maf sudah membuat anda terganggu " ucap Samuel langsung menutup teleponnya
" Kenapa dia.. aneh.. biarkan saja, bukan urusanku.. " ucap Refa yang masih menyetir mobilnya.
Kini Refa sudah sampai di salon, ia masuk kedalam dan melihat banyak sekali orang yang mengantri disana. ia langsung menuju resepsionis disana.
__ADS_1
" Siang nona " sapa karyawan resepsionis disana
" Siang juga, saya mau melakukan perawatan disini " ucap Refa
" Apa nona sudah membuat reservasi " tanyanya
" Sudah, atas nama Refa " jawabnya
" Baik Tunggu sebentar biar saya cek " ucap Resepsionis itu langsung mengecek di komputernya.
Tak lama Kemudian Refa langsung di antarnya ke ruangan VVIP yang sudah mereka siap untuk mulai memijat Refa.
Refa di minta memakai baju yang mereka sudah siapkan. setelah itu Refa langsung berbaring di atas tempat tidur.
Pelayan wanita segera memijat punggung Refa, perasaan yang nyaman dan lembut membuat Refa merasa senang. Merefleksikan dirinya adalah hal yang rutin Refa lakukan setiap sebulan sekali di dalam jadwal kerjanya yang padat dan menguras energinya.
Refa mulai memejamkan matanya karena pijatannya sungguh enak dan nyaman. Sampai ia juga tak sadar jika ini sudah satu jam ia di pijat seluruh badannya sampai ke kepalanya.
" Nona pijatannya sudah selesai, saya sudah siapkan air hangat dan berbagai rempah-rempah untuk anda berendam " ucap sang pelayan
" Ah ia baik, terima kasih " ucap Refa tersenyum senang.
Tak lama kemudian Refa beranjak dari sana menuju bak mandi disana. Aroma khas membuat Refa tidak sabar ingin berendam disana.
Ia langsung saja berendam disana. air hangat dengan wewangian disana membuat ia merasa sangat bahagia. Hal ini lah yang selalu ia rindukan setiap bulannya.
" Maaf Nona saya menggangu waktu anda, dari tadi ponsel anda berdering terus, saya pikir ada hal yang penting " ucapnya
" Aku tebak jika itu panggilan dari Samuel " batin Refa dengan wajah kesalnya
" Baiklah, terima kasih " ucap Refa mengambil handphonenya dan mengangkat teleponnya
" Halo Samuel ada apa " tanya Refa dengan nada ketusnya
" Dokter Refa dari tadi saya telepon anda kenapa tidak di angkat " ucapnya Samuel
" Maaf saya sedang sibuk sekarang, " ucap Refa
" Sibuk.. sibuk apa... " tanya Samuel semakin penasaran
" Bukan urusan anda " ucap Refa
" Kenapa sih dokter Refa main rahasia-rahasiaan sih, padahal kan aku penasaran " batin Samuel
" Ada apa dengan Samuel kenapa menggangu ku terus " ucapnya Refa dalam hatinya
" Kalau tidak ada yang penting saya tutup teleponnya " ucap Refa
__ADS_1
" Tunggu Dok " ucap Samuel
" Ada apa lagi " ucap Refa singkat
" Dok, Saya... saya... " ucap Samuel bingung ingin mencari topik pembicaraan antara dirinya dan dokter Refa
Mendengar Samuel berbicara seperti itu membuat Refa menutup teleponnya. ia tampak kesal karena Samuel terus saja mengganggu dirinya.
Ia masih berendam disana dan enggan untuk beranjak namun sang pelayan sudah mengingatkan dirinya jika waktu berendam sudah selesai.
Mau tidak mau Refa langsung beranjak dan berdandan Rapi dengan tampilan yang sudah segar bisa terlihat dari raut wajahnya.
Setelah selesai memanjakan tubuhnya, dering telepon pun berbunyi tanda ada darurat dari rumah sakit.
Kring... Kring ..
" Halo Dokter Refa " ucap Dokter tanya dokter Amel
" Ada apa dokter Amel " tanya Refa heran
" Ada sesuatu yang gawat " ucapnya panik
" Gawat maksudnya " tanya Refa penasaran
" Pasien atas nama Samuel sedang naik ke atap rumah sakit, semua orang tidak bisa memenangkannya.. saya pikir anda bisa " ucapnya
" Samuel lagi.. sebenarnya dia siapa sih " ucap Refa dengan wajah kesal
" Anda tidak tahu Tuan Samuel " ucapnya Amel heran
" ia "
" Dia CEO perusahaan MH yang ada di negara ini, banyak anak cabangnya di negara ini, dia orang paling kaya di negara ini " ucap Amel
" Pantas saja dia seenaknya " ucap Refa dalam hatinya
" Saya minta tolong, Dokter Refa cepat datang ya.. saya akan memberitahukan hal ini dulu pada Tuan Samuel " ucap Amel
" Baiklah " ucap Refa
.
.
.
Bersambung...
__ADS_1