
Dengan hati kecewa Rey segera menuju ruangannya. Hari ini ia merasa sangat sedih terutama dengan ucapan Refa yang berkata jika dia sudah tidak mencintai Rey dan sudah melepaskan Rey pada Tia.
Mungkin ini juga hukuman yang harus ia terima karena dulu ia dengan tega memutuskan hubungannya dengan Refa tanpa bicara apapun dan alasan apapun.
Ia melakukan hal itu karena tidak mau Refa terluka karena alasan ia memutuskan Refa adalah karena desakan ibunya apalagi Tia sudah mencukupi semua kebutuhan hidup Keluarganya. Dia banyak berhutang Budi pada keluarga Tia.
Ia mengira jika melupakan Refa sangat mudah namun hasilnya tak semudah yang ia kira, semua kenangan bersama dengan Refa sekali-kali bisa membuatnya sangat merindukan Refa.
Makanya ia sangat senang ketika ia di pertemukan kembali dengan Refa tapi keadaan sudah berubah, Refa kini semakin jauh dengan dirinya. Bahkan ketika ia mengatakan jika ia ingin memutuskan hubungannya dengan Tia tanggapan Refa di luar dugaan, tidak seperti yang ia harapkan.
Ketika ia sampai diruangan ia di kaget kan dengan sosok ibu yang sudah menunggunya sambil membawa bekal makan siang.
" Ibu ngapain disini " tanya Rey heran
" Kamu ini bagaimana sih, ibu sengaja kesini untuk membawakan mu makan siang, ibu tahu kamu sibuk dan sering melupakan makan siang " ucap Bu Rani sambil tersenyum
" Tumben ibu kesini, tapi ga papah deh.. lebih baik aku makan saja, hubungan ku dengan ibu beberapa hari ini sedang tidak baik, jangan merusak suasana yang sudah kembali membaik " batin Rey
" Ah, ia Bu terima kasih " ucapnya Rey langsung duduk di kursi dan menyantap makanannya dengan lahap
" Aku harus bersikap baik terlebih dahulu ada Rey, kalau aku marah-marah nanti dia malah tidak mau menemui Tia " batin Bu Rani
" Bagaimana nak, enak makanannya " tanya sang ibu
" Ini sangat enak Bu! "
" Syukurlah kalau kamu suka "
__ADS_1
" Oh ia, apa Ibu sudah makan " tanya Rey
" Belum nak " ucapnya dengan raut wajah sedih
" Kenapa ibu belum makan, jangan menunda-nunda makan Bu, nanti ibu sakit "
" Bagaimana ibu bisa makan dengan enak, calon menantu ibu ada di kantor polisi " ucap Bu Rani sambil menangis
" Maksud ibu siapa?? Tia kenapa dia bisa masuk penjara " ucap Rey bingung
" Apa ini yang di maksud Refa barusan?? kenapa Tia bisa di penjara, dia melakukan kejahatan apa?? apa ini ada hubungannya dengan Refa " ucapnya Rey dalam hatinya
" Jadi Rey tidak tahu hal Sebenarnya, aku bisa membuat Rey membenci Refa dengan cara menjelekan Refa " ucap Bu Rani dalam hatinya
" Kamu tidak tahu kalau Tia di penjara gara-gara Refa " ucap Bu Rani dengan nada bicara marah
" Ini tidak menjelekkan Refa, ini semua benar.. kalau kamu ga percaya kita ke kantor polisi sekarang " ucap Bu Rani
" Tidak Bu, kerjaan ku masih banyak " ucap Rey
" Rey, Tia itu tunangan kamu, kamu harus menengoknya sekarang juga... kota harus sewa pengacara untuk membebaskan Tia sekarang kasihan dia " ucapnya Bu Rani
" Dia berbuat jahat harus tanggung jawab Bu, biarkan dia kapok dan tidak mengulangi kesalahannya lagi " ucapan Rey membuat sang ibu marah
" Kamu ini bagaimana sih, ibu tidak mau tahu kamu ikut ibu sekarang juga ke kantor polisi atau ibu aku menghampiri Refa dan memberinya pelajaran atas apa yang dia perbuat pada Refa " ancam Bu Rani
" Ibu kenapa selalu menyalahkan Refa, dia tidak salah yang salah Tia buktinya yang di penjara itu Tia bukan Refa " ucap Rey membentak Bu Rani
__ADS_1
" Sekarang kamu jadi anak pembangkang gara-gara Refa, kamu berani membentak ibu, ibu benar-benar kecewa padamu.. dimana Rey yang selalu berbakti pada ibunya " ucap Bu Rani menangis
" Bu.. ini bukan salah Refa.. bukan maksud aku untuk membentak ibu, aku hanya ingin ibu jangan selalu menyalahkan Refa " ucap Rey
" Tapi memang kenyataannya begitu, sejak ada Refa kamu selalu membanggakan pada ibu, bahkan kemarin kamu bilang ingin memutuskan pertunangan mu dengan Tia, kamu kan tahu keluarga kita banyak berhutang Budi pada keluarga Tia.. kamu harus ingat itu " ucap Bu Rani
" Kenapa perkataan ibu malah menyakitkan seakan-akan ibu tidak peduli dengan cinta yang aku miliki.. bahkan kebahagiaan ku tidak ada di Tia bu " ucap Rey dalam hatinya
" Jangan sampai Rey bicara lagi soal masalah yang dia ingin memutuskan pertunangannya dengan Tia lagi.. aku tidak mau sampai itu terjadi " ucap Bu Rani dalam hatinya
" Satu pertanyaan ku pada ibu " tanya Refa
" Katakan nak, ada apa "
" Apa ini tahu jika aku tidak pernah bahagia dengan Tia selama ini " tanya Rey
" Bahagia, Kenapa kamu tidak bahagia dengan Tia, dia cantik banyak uang.. semu yang kamu inginkan pasti dia berikan " ucap sang ibu
" Ini bukan tentang uang bu, ini tentang cinta.. cinta yang aku miliki " ucapnya Rey
" Percaya pada ibu, Tia adalah pilihan yang terbaik untuk hidupmu dan hidup keluarga kita.. dengan seiringnya waktu kamu pasti bisa mencintai Tia " ucap sang ibu
" Apa di mata ibu hanya selalu ada harta.. bagaimana ini aku masih mencintai Refa tapi ibu malah bicara seperti itu.. " ucap Rey dalam hatinya
" Kamu akan mengetahui berharganya uang setelah kamu menikah nak, jangan sampai hidupmu susah seperti ibu dulu.. kamu harus bahagia dengan anakmu kelak " ucap Bu Rani dalam hatinya
" Sekarang kita pergi ke kantor polisi, Tia sudah menunggu di sana, ayo " ucap sang ibu
__ADS_1
Dengan terpaksa Rey menuruti keinginan sang ibu, ia juga meminta ijin terlebih dahulu pada pihak rumah sakit agar ia bisa bebas dari tugasnya hari ini.