Mengejar Cinta Dokter Cantik

Mengejar Cinta Dokter Cantik
Episode 28


__ADS_3

Keesokan harinya,,


Seperti biasa Refa bangun pagi-pagi, ia mandi dan bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit tempat ia bekerja, namun sebelum ia pergi ia ingin sarapan terlebih dahulu di apartemennya, ia langsung membuka lemari es untuk mengambil susu tapi ia dikagetkan dengan lemari es yang penuh dengan makanan dan minuman disana.


" Kenapa lemari es ku penuh " ucap Refa bingung


Tak ingin menunda waktu, Ia pun duduk di kursi makan, lalu menuangkan susu itu kedalam gelas untuk ia nikmati dengan roti. Tak sampai sepuluh menit sarapan pun sudah selesai. Ia langsung bergegas mengambil tas lalu pergi meninggalkan apartemennya.


Ia segera masuk kedalam mobil, lalu melajukan mobilnya menuju tempat ia bekerja namun dengan kecepatan sedang.


Kali ini sakit Refa sudah sembuh dan suasana hatinya pun sedang senang. ia bahkan bernyanyi di dalam mobil tidak seperti biasanya.


Kini ia sudah sampai di rumah sakit, sebelum ia kedalam ia melihat Amel yang sedang memarkirkan mobilnya juga, mereka saling sapa lalu pergi ke dalam gedung rumah sakit bersama-sama.


" Bagaimana keadaan mu " tanya Amel dengan wajah khawatir melihat wajah Refa


" Aku tidak apa-apa " ucap Refa sambil tersenyum


" Kamu yakin, bisa secepat itu sembuh " tanya Amel


" Ya, begitu lah " ucap Refa


Mereka pun segera menuju ruangan masing-masing, karena ruangan mereka berbeda. Tampak lingkungan rumah sakit masih sepi, ia langsung masuk kedalam ruangannya.


Refa duduk sambil melihat beberapa dokumen di mejanya, hari ini sepertinya jadwal ia mengoperasi pasien cukup banyak, entah karena memang sedang banyak pasien atau mungkin karena sebagian pasien di tunda gara-gara kemarin ia tidak bekerja.


Tampak serius melihat data-data pasien dan riwayat penyakitnya tiba-tiba ia dikagetkan oleh suara ketukan pintu.


Tok... Tok... Tok...


" Masuk " ucapnya tidak melihat kearah Pintu

__ADS_1


" Dokter Refa " ucap seseorang yang Mampu membuat Refa benar-benar kaget


" Suara itu.. mungkin dia atau halusinasi ku saja " ucap Refa melihat kearah suara itu yang ternyata sudah berada di depan wajahnya, ia dia laki-laki yang dari kemarin sudah bertemu dengan Refa. Laki-laki yang Refa tidak mau melihatnya lagi.


" Rey, kamu sedang apa disini " tanya Refa dengan wajah kagetnya


" Aku mau memberikan dokumen ini padamu " ucapnya meletakan dokumen itu di atas meja


" Biasanya Suster Lita yang memberikan ini " tanya Refa masih bingung kenapa Rey mantan kekasihnya itu ada disini.


" Kenapa Rey disini, apa jangan-jangan Rey adalah dokter baru yang di bicarakan Amel dari kemarin " batin Refa menduga-duga


" Ah, ia tadi Suster Lita sibuk jadi aku bantu saja, lagian kita satu departemen " ucap Rey membuat Refa lebih kaget lagi


" Apa, satu departemen, berarti aku dan dia akan terus bertemu, Tuhan rencana apa sebenarnya yang Kau buat.. padahal aku tidak mau bertemu dengan Rey lagi " batin Refa


" Maafkan aku Refa sudah berbohong padamu, aku yang meminta Lita untuk memberikan dokumen itu karena aku ingin bertemu dengan mu, aku senang karena akhirnya kita akan sering bertemu.. Terima kasih Tuhan " batin Rey


" Oh, kalau begitu terima kasih " ucap Refa langsung mengalihkan pandangannya dari Rey ke dokumen yang di berikan Rey.


" Aku sedang sibuk, tidak ada waktu " ucapnya Refa dengan tegas ia tidak mau jika masalah pribadi akan mempengaruhi kinerjanya apalagi banyak pasien yang harus ia tangani


" Tapi Ref " ucap Rey memegang tangan Refa


" Please, jangan sentuh aku " ucap Refa dengan wajah sinis


" Maafkan aku Ref, aku hanya ingin bicara padamu " ucapnya Rey


" Nanti saja setelah kita selesai bekerja, hari ini banyak yang harus aku tangani " ucap Refa


" Baiklah, nanti setelah selesai bekerja aku akan menemui mu lagi " ucap Rey langsung pergi meninggalkan ruangan Refa dengan hati yang kecewa tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa karena ini memang kesalahannya.

__ADS_1


Sedangkan Refa terlihat sedih di ruangannya, ia merasa tidak nyaman terus di gangu oleh Rey.


" Kenapa sih Rey, kamu harus hadir lagi di dekatku.. aku bahkan sudah hampir melupakan mu.. tapi kalau aku terus menghindar Rey pasti terus akan mengejar ku terus, aku tahu bagaimana sifat Rey " ucap Refa bingung


Tak mau larut dalam kegalauannya ia langsung bersiap-siap untuk pergi keruang operasi menjalankan pekerjaannya. Meskipun nanti disana ia akan bertemu lagi dengan Rey.


Sedangkan di tempat lain Samuel sudah ada di kantornya, wajahnya terlihat bahagia sekali apa lagi semalam ia sudah lebih dekat dengan Refa, bisa di katakan juga kalau mereka kemarin berkencan anggap saja begitu.


" Kenapa Refa tidak mengucapkan terima kasih padaku, padahal kulkasnya aku isi penuh dengan makanan dan minuman.. atau memang dia masih sakit " ucap Samuel memikirkan hal itu dengan duduk di kursi kebesarannya.


Tiba-tiba asistennya yang bernama Beno datang keruangannya sambil membawa dokumen yang harus ditandatangani oleh majikannya itu.


" Tuan, ini dokumen yang anda minta " ucap Beno


" Ok.. taruh saja di meja " ucapnya


" Baik Tuan "


" Oh ia, apa hari ini Dokter Refa bekerja " tanya Samuel, ia dia memang menyewa mata-mata untuk melaporkan segara gerak gerik Refa, ia hanya ingin melindungi Refa dengan caranya sendiri tanpa di ketahui Refa.


" Nona Refa sudah kembali bekerja Tuan, terlihat juga wajah nona Refa tampak sehat tidak pucat seperti kemarin " ucap Beno


" Bagus, dia memang wanita kuat " ucap Samuel


" Tuan, saya mau memberikan informasi jika Mantan kekasih Nona yang bernama Dokter Rey mulai dari kemarin sudah bekerja di rumah sakit tempat nona bekerja " ucap Samuel


" Apa.. " ucap Samuel terlihat kaget dengan Informasi itu


.


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2