
Kini Refa sudah selesai dengan pekerjaannya, ia segera masuk kedalam ruangannya untuk bersiap-siap pulang. Ternyata Rey mengikutinya sampai ia masuk kedalam ruangan Refa dan langsung mengunci pintunya.
" Rey " ucap Refa bingung karena ia malah mengunci ruangannya
" Ssttt.. " ucap Rey sambil menyentuh bibirnya itu sebagai isyarat jika mereka jangan berisik
" Rey apa yang kamu lakukan, kenapa ruangannya di kunci " ucap Refa dengan nada kesal
" Di luar ada Tia, dia sedang mengejar-ngejar aku " ucap Rey
" Itu bukan urusan ku, lagian kamu kan tunangannya " ucap Refa dengan nada sinis
" Nanti aku akan jelaskan, aku mau sembunyi dulu " ucap Rey tampak panik
" Kamu sembunyi saja di lemari sana " ucap Refa menunjuk lemari yang besar, muat untuk badan Rey ketika sembunyi
" Baiklah, Refa aku mohon jangan beri tahu keberadaan ku disini " ucap Rey dengan wajah Memelas
" Baiklah, untuk kali ini " ucap Refa
" Terima kasih " ucap Rey dengan senyuman yang mengembang di wajahnya.
Rey langsung masuk ke dalam lemari tersebut dan Refa segera membuka pintu karena di luar terdengar seseorang sedang mengetuk pintunya ruangannya.
Tok.. Tok... Tok...
" Tunggu sebentar " ucap Refa langsung membuka pintu ruangannya
" Jadi ini ucapan laki-laki itu, ternyata dia sedang dekat dengan Refa harusnya aku mengajak dia kerja sama untuk memisahkan Refa dengan Rey " batin Tia
" Drama apa lagi yang mereka mainkan?? kenapa harus sampai bawa-bawa aku sih " batin Refa kesal
" Hem, sudah ku duga jika kamu bekerja di rumah sakit ini, Dimana Rey " tanya Tia dengan nada ketus
__ADS_1
" Rey, aku tidak tahu dimana dia " ucap Refa berbohong
" Aku tidak percaya " ucapnya langsung masuk kedalam ruangan Refa dengan paksa
" Rey, kamu dimana sayang.. " ucap Tia berteriak-teriak di ruangan Refa
Melihat hal itu membuat Refa kesal karena Tia membuat keributan di ruangannya hingga beberapa suster melihat di depan pintu ruangannya.
" Cukup Tia, kamu tidak mau lihat banyak orang yang sedang melihat kelakuan mu itu " ucap Refa
" Diam kamu, aku sedang mencari Rey, aku yakin Rey pasti disini " ucapnya Tia
" Bisa kamu lihatkan, ruangan ini kosong tidak ada Rey.. cepat kamu keluar atau aku panggilkan keamanan kesini " ucap Refa dengan nada marah
" Sial, dimana sih sebenarnya Rey, handphonenya juga mati ga bisa di hubungi lagi " batin Tia
" Yasudah aku keluar tapi kamu awas saja jika kamu menyembunyikan Rey " ucap Tia langsung keluar dari ruangan Refa
Tia keluar dari ruangan Refa dengan wajah marah dan kesal, para suster yang melihat hal itu pun langsung membubarkan diri. Refa langsung menutup pintunya dan langsung mengunci pintunya.
Rey langsung keluar dari lemari itu, ia juga merasa lega karena Tia sudah pergi dari sana. Ia jadi bisa menjelaskan pada Refa tentang apa yang sebenarnya ternyata.
" Refa " panggil Rey
" Untuk kali ini saja aku membantumu, tidak ada lain kali " ucap Refa dengan tatapan marah
" Maafkan aku Ref, aku tidak bermaksud membuatmu marah, aku hanya ingin bertemu dan bicara dengan mu tanpa Tia " ucap Rey jujur
" Baiklah, sekarang kamu duduk dan jelaskan semuanya " ucap Refa
Mereka duduk saling berhadap-hadapan, Rey melihat wajah Refa masih cantik seperti dahulu tidak berubah.
" Cepat katakan apa yang ingin kamu katakan, aku tidak punya waktu " ucap Refa
__ADS_1
" Sebenarnya aku dan Tia di jodohkan oleh orang tua kami " ucap Rey dengan wajah ragu-ragu
Ketika mendengar hal itu ada rasa sakit hati yang menjalar di tubuh Refa, bagaimana tidak ibu Rey dulu terlihat menyukai dirinya bahkan bersikap baik padanya tapi kenapa tiba-tiba dia malah menjodohkan Rey dengan wanita lain, ibu Rey juga tahu jika dirinya sedang berpacaran dengan Rey sudah satu tahun lebih.
" Kenapa Ibunya Rey tega padaku.. bukannya dia terlihat menyukai ku, tapi kenapa kenyataannya seperti dia tidak menyukai ku " batin Refa
" Aku sudah menolak perjodohan itu tapi ibu tetap bersikeras, aku bingung antara memilihmu atau ibu " ucap Rey dengan nada sedih
" Sepertinya aku memang tidak di takdirkan dengan Rey.. Ibunya memang lebih penting di bandingkan aku, aku harus bisa mencoba menerimanya.. " ucap Refa dalam hatinya sedih
" Berikan satu alasan kenapa ibu kamu lebih menjodohkan kamu dengan Tia, apa salahku dan apa kurangku " ucapnya Refa sambil meneteskan air matanya
" Ref, sampai detik ini aku masih sangat mencintai mu.. kamu satu-satunya wanita di hatiku sampai kapanpun " ucap Rey memegang tangan Refa
" Cukup.. sekarang kamu jelaskan apa kurangnya aku hingga ibu lebih memilih Tia " ucapnya Refa menghapus air matanya, ia menahan sekuat tenaganya agar tidak menangis di depan Rey
" Ibunya Tia adalah sahabat ibuku " ucap Rey tidak mau Refa lebih terluka lagi
" Hanya itu " ucap Refa heran
" Maafkan aku Refa, hanya itu yang bisa aku ucapkan, aku takut semua ucapan ibuku akan membuatmu terluka " ucap Rey dalam hatinya
" Aku tidak yakin jika alasannya hanya itu, tapi aku tidak mau lebih dalam melukai hati ku, bait bagaimanapun kamu adalah sosok lelaki yang tak bisa aku miliki dan gengam " batin Refa
" Baiklah, mulai sekarang jangan gangu aku, semuanya sudah cukup.. aku sudah memaafkan mu, jadi tolong jangan dekati aku lagi, aku Tidak mau menjadi orang ketiga dalam hubungan mu dengan Tia " ucap Refa menahan tangisnya
" Tapi Ref, aku sangat mencintaimu " ucap Rey mencoba menyakinkan Refa
" Aku sudah melepaskan mu mulai sekarang " ucapnya Refa
" Ref, bisakah kita berjuang sama-sama memperjuangkan cinta kita " ucap Rey dengan tatapan memohon
Dulu ia memang salah karena menyembunyikan hal ini pada Refa, hingga akhirnya ia sadar jika ia masih mencintainya Refa, ia takut jika Refa benar-benar pergi lagi dari hidupnya, cukup selama ini ia menderita karena tidak bisa bertemu dengan Refa.
__ADS_1
" Maafkan aku Rey, aku harus pergi.. aku tidak bisa " ucap Refa melangkah pergi dari Ruangannya menahan tangisnya.