
Kini polisi sudah datang ke rumah sakit, semua mata memandang kedatangan beberapa polisi ke rumah sakit itu. Mereka tampak heran kenapa polisi bisa datang ke rumah sakit.
Tak di sangka ternyata mereka disambut oleh pengacara Kevin yang langsung membawa mereka keruangan Kevin.
Tok... Tok.. Tok..
" Masuk "
" Apa, kenapa ada polisi disini " tanya Tia dalam hatinya bingung sekaligus takut
" Selamat pagi Tuan Kevin, saya mendapat laporan jika di ruangan ini ada kejahatan yang di sebabkan oleh seorang dokter yang bernama dokter Tia " ucapnya
" Pa, itu tidak benar... kejahatan apa maksudnya?? " ucap Tia protes
" Pa polisi benar, saya sendiri yang telah melaporkan dokter Tia pada pa polisi karena dia sudah mencelakai saya, dia sengaja menaruh obat pencuci perut pada bubur yang saya makan sehingga saya sakit perut dan masuk ke rumah sakit " ucap Kevin dengan nada marah
" Tidak pa, saya tidak mau di penjara.. saya tidak salah pa " ucap Tia mencoba memberontak saat akan di tangkap
" Aku harus cari cara agar aku tidak di penjara bagaimana pun caranya " batin Tia
" Masih bilang tidak salah " bentak Kevin
" Tuan percaya padaku bukan maksud Saya ingin mencelakai anda " ucap Tia dengan nada bicara memohon
" Lalu maksud mu apa??, kamu mau mencelakai Refa " ucap Samuel marah
" Diam kamu, ini semua tidak ada urusannya dengan kamu " ucap Tia pada Samuel
" Sialan wanita jahat ini, lihat saja aku akan sewa pengacara agar dia tidak bisa bebas dengan cepat dari penjara " batin Samuel
" Sudahlah pa, tangkap dokter Tia sekarang juga " ucap Refa dengan nada kesal
" Dari pada Tia membuat masalah terus apalagi membuat orang lain yang tidak tahu apa-apa terbawa-bawa dalam hal ini lebih baik dia di berikan pelajaran agar dia jera " batin Refa
" Kamu berani sama aku Refa?? " bentak Tia
__ADS_1
" Jangan berani sekali lagi kamu membentak Refa, cepat pa bawa dia ke kantor polisi " ucap Kevin
" Aku tidak mau pa, lepaskan aku " ucap Tia saat kedua polisi langsung memegang tangannya
" Sial mereka malah membela Refa, lihat saja Refa aku akan membalas perlakuan kalian pada ku hari ini.. aku tidak akan membuat hidup kalian tenang " batin Tia
" Maaf Nona anda harus ikut kami ke kantor polisi " ucapnya
" Tapi Aku tidak mau, aku tidak mau di penjara, saya tidak salah " ucap Tia terus memberontak pada kedua polisi
" Anda bisa jelaskan nanti di kantor polisi, sekarang anda harus ikut kami ke kantor polisi " Ucapnya
" Tuan Kevin tolong saya.. saya mohon " ucap Tia sambil Menangis
" Sudahlah bawa dokter Tia sekarang juga pa " ucap Samuel
" Kenapa mereka tidak mempan dengan air mata ku.. padahal aku sudah berakting nangis begini " batin Tia
" Ayo Nona silahkan ikut kami " ucapnya langsung ingin menyeret Tia keluar dari ruangan itu
" Aku ga mau pa, lepaskan aku " ucap Tia meronta-ronta saat polisi membawa pergi dirinya dari ruangan Kevin untuk di bawa ke kantor polisi.
Refa merasa lega karena ia terbebas dari bentuk fitnah karena ulah Tia kemarin, ia sekarang bisa fokus bekerja kembali seperti biasanya.
" Tuan-tuan dan Dokter Refa saya pamit bekerja kembali " ucap mang Diman
" Silahkan " ucap mereka
Setelah mang Diman pamit kini giliran Refa juga yang harus pamit karena pekerjaannya hati ini cukup sibuk.
" Kevin, Samuel aku pamit bekerja dulu " ucap Refa
" Baiklah, nanti aku bawakan bekal makan siang untukmu " ucapnya Samuel sambil tersenyum
" Ish, jangan mau dokter Refa pasti ga enak " ucap Kevin dengan nada kesal
__ADS_1
" Sudahlah jangan bertengkar lagi kalian kan teman " ucap Refa
" Baiklah, demi kamu aku akan mendengarkannya " ucap Samuel
" Pura-pura baik lagi " sindir Kevin
" Yasudah aku tinggal ya " ucap Refa sambil tersenyum dan pergi dari ruangan itu.
Sedangkan di dalam ruangan Kevin hanya ada Kevin dan Samuel karena pengacara Kevin sudah pergi ke kantor polisi untuk mengurus kasus kejahatan Tia.
" Jadi Dokter Refa itu wanita yang kamu suka yang selalu kamu sebut dokter cantik itu?? " tanya Kevin
" Ya betul, dokter tercantik di rumah sakit ini " ucap Samuel
" Tapi dia dokter galak yang aku suka juga " ucap Kevin
" Kamu harus mengalah, kamu kan tidak kekurangan stok wanita, lebih baik jauhi Dokter Refa " ucap Samuel
" Enak saja, aku sudah tidak punya stok wanita lagi karena aku sudah bertobat dan hanya ingin dokter Refa seorang " ucap Kevin
" Kamu mau ngajak perang sama aku " ucap Samuel marah
" Siapa takut, aku memang pejuang cinta dan pejuang wanita dari dulu " ucap Kevin yang tak mau kalah
" Baik, kita buktikan ucapan mu, aku yakin jika dokter Refa pasti akan memilih ku di bandingkan kamu " ucap Samuel sambil tersenyum licik
" Jangan terlalu kepedean nanti malah akhirnya kamu yang kecewa karena dokter Refa pasti akan memilih aku " ucap Kevin sambil tersenyum
" Aku tidak akan biarkan kamu merebut Dokter Refa dari hidupku, meskipun kamu sahabat aku.. aku harus perjuangan cinta sejatiku " ucap Samuel dalam hatinya
" Sebelum janur kuning melengkung kamu bukan milik siapa-siapa dokter Refa, aku akan buktikan perjuangan cintaku " ucap Kevin dalam hatinya
.
.
__ADS_1
.
Bersambung...