Mengejar Cinta Dokter Cantik

Mengejar Cinta Dokter Cantik
Episode 22


__ADS_3

Keesokan harinya,,


Ternyata Samuel tidak pulang dari apartemen Refa, ia terus merawat Refa yang semalam tadi demamnya tidak turun. Ia juga mengompres kening Refa agar suhu tubuhnya turun.


Ia dibangunkan dengan alarm Handphonenya, karena takut membangunkan Refa ia segera mematikan bunyi alarm tersebut lalu pergi ke dapur.


Ia melihat Vidio di Handphonenya bagaimana cara membuat bubur untuk orang sakit. setelah ia paham ia pun mencari bahan-bahan yang dibutuhkan namun ternyata hidup Refa tidak seindah yang bayangkan.


Di Kulkasnya saja hanya ada roti, buah-buahan dan beberapa minuman. Hal itu menandakan jika Refa selama ini jarang memasak di apartemennya. Mau tidak mau ia jadi memesan bubur itu delivery karena tidak ada bahan yang ia akan masak.


Ia hanya menyiapkan teh hangat untuk Refa ketika nanti ia bangun. Sambil menunggu pesanannya datang ia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Dengan terpaksa ia harus memakai pakaiannya kembali ia akan berganti baju nanti setelah sampai di kantor.


Ia sudah menghubungi Bimo asisten pribadinya untuk membawakan baju kantornya nanti lengkap karena hari ini dia ada Meting penting.


Sedangkan Refa terbangun dari tidurnya ketika ia mendengar suara gemericik air dari kamar mandinya. ia benar-benar kaget kan hal itu karena yang ia ingat kemarin adalah Samuel berada di apartemennya.


Ia langsung membuka seimut ingin tahu apakah dirinya masih memakai pakaian atau tidak, bagaimana pun Samuel laki-laki yang baru ia kenal, ia takut hal-hal akan terjadi karena belum terlalu lama mengenal laki-laki itu.


Namun kekhawatirannya itu salah, ia masih memakai baju utuh, ia melihat benda jatuh dari keningnya. ia heran ketika ada handuk basah di sana.


" Handuk basah,, apa Samuel mengompres keningku, dan aku sudah tidak demam lagi " ucap Refa kaget


Padahal sebelumnya ia sudah berpikir yang tidak-tidak tapi kenyataannya Samuel lah yang merawatnya semalaman.


Tak lama kemudian Samuel keluar dari kamar mandi dengan pakaian lengkapnya, ia berganti bajunya juga di kamar mandi.


" Dokter Refa sudah bangun " ucap Samuel


" Panggil Refa saja " ucap Refa sambil tersenyum


" Ada apa dengan Refa, kenapa pagi-pagi sudah tersenyum manis begini, akh membuatku bahagia saja.. senyumnya secerah mentari " batin Samuel


" Aku tidak berpikir jelek lagi tentang Samuel aku harus mulai mempercayai dia sebagai teman ku " batin Refa


" Akh ia Refa, bagaimana kondisi mu sekarang " tanya Samuel membalas senyuman Refa


" Aku baik-baik saja sekarang " ucap Refa


Suara ketukan pintu apartemen Refa terdengar, Samuel langsung pergi untuk melihat siapa yang datang dan ternyata pesanannya yang datang. ia segera membuka pintunya dan memberikan uang kepada kurir tersebut.

__ADS_1


" Dengan Tuan Samuel " tanyanya


" Betul, saya sendiri " ucap Samuel


" ini pesanan anda Tuan " ucapnya menyerahkan paper bag berisi sarapan untuk Refa


" Ini uangnya dan ambil saja kembaliannya " ucap Samuel menyerahkan uang lima puluh ribu


" Untung saja aku masih ada uang Cash di dompet ku, masa ia aku bayar pake kartu debit " batin Samuel


" Terima kasih Tuan " ucapnya langsung pergi meninggalkan apartemen itu


Samuel langsung membawa paper bag tersebut lalu menyiapkan sarapan untuk Refa. tapi ternyata Refa malah menghampiri Samuel yang sedang ada di dapurnya.


" Siapa yang tadi datang " tanya Refa duduk di kursi makan


" Itu hanya kurir membawakan Makanan pesanan ku " ucapnya Samuel membawa bubur tersebut dan di letakan meja makan, di depan wajah Refa


" Makanlah " ucap Samuel sambil tersenyum


" Maafkan aku jadi merepotkan " ucap Refa dengan wajah merasa bersalahnya


" Terima kasih, lalu kamu sarapan " tanya Refa


" Aku lupa jika di apartemen ku tidak ada bahan masakan.. Roti pun tinggal satu lagi " batin Refa


" Ada Roti ini " ucap Samuel menggigit rotinya


" Memangnya kenyang hanya makan itu " tanya Refa


" Tidak apa-apa nanti aku bisa melanjutkan sarapan ku di kantor, kamu jangan khawatir " ucap Samuel


" Baiklah " ucap Refa memakan buburnya itu


Refa langsung melahap buburnya itu perutnya tidak bisa di kompromi lagi, rasa lapar menderanya sejak ia bangun tidur. sementara Samuel hanya memakan roti itu sambil melihat wajah Refa yang menurutnya lucu.


Setelah selesai memakan sarapannya Samuel langsung memberikan obat pada Refa untuk segera meminumnya. Tanpa banyak tanya Refa langsung meminumnya ia juga ingin segera sembuh dari sakitnya.


" Apakah kamu akan pergi bekerja " tanya Samuel dengan wajah khawatir bagaimana pun Refa belum sehat betul

__ADS_1


" Sepertinya Tidak, aku ingin beristirahat dahulu.. kepalaku masih pusing " jawabnya


" Baiklah, kamu istrirahat lah.. nanti aku pulang kerja kesini lagi " ucap Samuel


" Tidak usah repot-repot, aku sudah lebih baik ko.. " ucapnya


" Kita kan teman.. tidak ada kata repot untuk teman sendiri " ucap Samuel sambil tersenyum


" Baiklah terserah kamu saja " ucap Refa


" Sekarang kamu kembali tidur lagi.. aku pergi ke kantor dulu " ucap Samuel


" Ok, kamu hati-hati dijalan " ucap Refa sambil tersenyum


" Ok, kamu jangan khawatir " ucap Samuel segera meninggalkan apartemen Refa.


Ia segera menuju mobilnya pergi ke kantornya dengan kecepatan tinggi meskipun awalnya ia tidak rela meninggalkan Refa yang sedang sakit tapi jika ia tinggal terus di apartemen Refa malah membuat Sang pemilik apartemen itu tidak nyaman.


" Biarkan saja Refa mengaggap kamu temannya Samuel, nanti juga lama kelamaan dia akan terbiasa " ucap Samuel dalam hatinya


Sesampainya di kantor, ia segera menuju ruangannya, disana Beno sudah menunggunya sambil membawakan paper bag berisi baju dirinya.


" Pagi Tuan " ucap Beno


" Mana bajuku " ucap Samuel dengan nada bicara buru-buru


" Ini Tuan " ucapnya langsung memberikan paper bag tersebut


" Apa Tuan semalaman tidak pulang ke Rumahnya " batin Beno bingung sendiri dengan sikap majikannya itu


Samuel langsung pergi ke kamar mandi yang ada di ruangannya itu, ia langsung berganti pakaian yang baru, karena baginya penampilan adalah hal yang penting.


Setelah selesai ia segera menemui Asistennya itu yang masih menunggunya di ruangannya. Ia mulai bekerja mencoba Fokus pada pekerjaannya untuk sesaat.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2