Mengejar Cinta Dokter Cantik

Mengejar Cinta Dokter Cantik
Episode 27


__ADS_3

Samuel sudah sampai di taman hiburan sesuai dengan janjinya yang akan mengajak Refa untuk pergi ke sana.


" Kita sudah sampai " ucap Samuel sambil tersenyum


" Oh ia " ucap Refa bersemangat


" Tunggu, apa kamu belum pernah pergi kesini " tanya Samuel penuh curiga


" Belum pernah, aku selama di negara ini belum pernah kemana-mana, aku sibuk kerja " ucap Refa menjelaskan tentang kegiatan selama ini


" Astaga Refa, apa dia benar-benar kaku seperti itu.. masa ia belum pernah jalan-jalan dan mengelilingi negara ini " batin Samuel


" Aku dulu terlalu menyibukkan diri dengan kerja, semua itu aku lakukan agar bisa melupakan Rey " batin Refa


" Kalau begitu ayo kita masuk " ajak Samuel


Mereka pun segera pergi ke dalam, seperti biasanya mereka membayar tiket masuk untuk bisa masuk Kesana.


Terlihat Samuel senang karena wajah Refa sudah tidak lagi sedih, bahkan Refa terlihat antusias Sekarang.


" Wah, bagus sekali " ucapnya Refa sambil tersenyum melihat semua pemandangan disana


" Bagaimana kamu suka " tanya Samuel


" Aku suka " ucap Refa sambil tersenyum melihat wajah Samuel


" Sekarang kamu mau naik wahana yang mana dulu " tanya Samuel


" Yang mana ya, aku bingung " ucap Refa


" Kalau begitu, ayo kita naik kincir saja " ucap Samuel memegang tangan Refa dan membawanya Kesana. tidak lupa Samuel membeli tiket agar bisa masuk ke wahana tersebut.


Setelah mengantri mereka pun masuk kedalam wahan tersebut, wahana yang sangat di senangi oleh sebagian orang karena bisa melihat pemandangan kota dari atas sana.


" Pemandangannya bagus sekali " ucapnya Refa bahagia


" Apa kamu sudah tidak sedih lagi " tanya Samuel

__ADS_1


" Ah ia kamu benar, perasaan ku sudah lebih baik " ucap Refa jujur


" Aku senang jika begitu, aku harap nanti kalau kamu sedih, kamu bisa hubungi aku dan aku akan mengajakmu ke te.pat yang bisa menghilangkan sedih mu " ucap Samuel


" Kamu serius " tanya Refa sambil tersenyum


" Ya, kamu tenang saja aku tahu tempat-tempat yang bagus " ucap Samuel


" Terima kasih sudah mengajak ku kesini " ucap Refa


" Jangan berterima kasih dulu kita baru naik satu wahana, lihat masih banyak wahana yang lain " ucapnya Samuel lagi-lagi membuat Refa tersenyum


Meskipun Refa baru menerima Samuel menjadi temannya tapi dia sudah merasa nyaman, Samuel Mampun mengerti Refa untuk saat ini. Cara mendekatinya tidak ekstrim seperti biasanya.


Setelah menaiki wahana Kincir, mereka mencoba beberapa wahana yang lainnya hingga mereka merasa lelah.


" Aku lelah " ucapnya Refa


" Kamu tunggu disini " ucap Samuel pergi mencari minuman untuk Refa dan dirinya


" Minumlah " ucap Samuel memberikan minuman itu pada Refa


" Mau coba wahana yang lainnya " tanya Samuel


" Sudah cukup aku cape " ucap Refa jujur


" Bagaimana kalau kita makan, kebetulan aku lapar mungkin karena terlalu lelah " ucapnya


" Aku juga harus mengisi tenaga ku, biar bagaimanapun besok aku harus kembali bekerja " ucap Refa menyetujui ajakan Samuel


" Kenapa yang ia ingat bekerja dan bekerja, tapi tidak apa-apa yang penting aku bisa lebih dekat dengan Refa " batin Samuel


" Ayo kalau begitu " ucap Samuel


Mereka pun mencari tempat makan disana, tentunya makanan yang halal karena negara ini sebagian warganya beragama selain dari Islam.


Refa menemukan Restoran yang tidak cukup banyak orang yang makan disana. Mereka masuk kedalam dan segera memesan makananya.

__ADS_1


" Sekali lagi terima kasih Sam " ucap Refa


" Jangan sungkan, kita kan sekarang teman " ucap Samuel


" Ok kalau begitu " ucap Refa


" Lain kali boleh aku mengajakmu ke tempat lain " tanya Samuel


" Boleh, asal tempatnya bagus " ucap Refa


" Kami jangan khawatir aku akan mengajakmu ke tempat-tempat bagus lainnya " ucap Samuel


" Ternyata kamu orang naik Sam " ucap Refa


" Maksud mu " tanya Sam heran


" Maafkan aku, dulu aku tidak menyukai sikapmu, tapi sekarang kita malah menjadi teman " ucap Refa


" Ya, mungkin sekarang kita teman tapi suatu saat kamu akan menjadi milikku dan Takan pernah aku lepaskan sampai kapanpun " ucapnya Samuel dalam hatinya


" Jujur saja dulu aku tidak pernah berteman dengan wanita, jadi aku tidak tahu cara mendekati wanita, eh maksudnya jadi teman " ucapnya Samuel hati-hati takut Refa membencinya lagi seperti dulu


" Ya, kamu terlihat galak, jutek dan menyebalkan dulu " ucap Refa


" Apa itu kesan pertama yang kamu nilai dariku " ucap Samuel


" Kamu orang pertama yang membuat aku kesal pagi-pagi ketika kamu menolak di operasi dulu.. setelah itu suster Linda dan dokter Amel pun kewalahan menghadapi sifat kamu " ucap Refa jujur


" Karena kesabaran kamu hingga aku ingin mendekati mu menjadi teman " ucapnya Samuel


" Kamu yang mampu menenangkan aku padahal aku galak dan marah-marah padamu " batin Samuel


" Benar-benar Lucu, dulu aku sangat membenci Samuel tapi sekarang aku malah dekat dengannya " batin Refa


Makanan yang di pesan pun sudah datang, mereka segera menyantap makanan yang sudah di hidangkan di atas meja. Terasa enak karena suasana hati keduanya yang terlihat senang apalagi Samuel.


Mantan Refa yang membuatnya tadi cemburu malah memberikan keuntungan untuk dirinya agar bisa lebih dekat dengan Wanita yang ia sukai.

__ADS_1


" Terima kasih Tuhan, sudah berpihak padaku hari ini.. semoga aku bisa lebih dekat dengan Refa kedepannya " ucapnya Samuel dalam hatinya


Setelah selesai memakan makanannya Refa langsung mengajak Samuel pulang karena waktu juga sudah pukul sembilan malam, waktunya ia mengistirahatkan tubuhnya agar besok terlihat lebih segar.


__ADS_2