
Bagi Samuel hanya melihat Refa makan saja sudah membuatnya senang, apalagi Refa sekarang sudah memperlakukan dirinya sebagai teman, ia merasa bisa lebih dekat dengan Refa saja sudah bahagia.
Refa yang menyukai makanan itu melahap semua makanan sampai habis. Ia benar-benar lapar karena pekerjaannya yang sibuk dari tadi.
" Kalau makan yang benar " ucap Samuel mengusap sudut bibir Refa yang terlihat ada makanan tertinggal disana.
" Ah, ia maafkan aku mungkin karena makanannya enak " ucap Refa dengan nada malu
" Refa kalau sedang malu-malu begini menggemaskan.. ah aku jadi ingin memeluknya, eh tapi jangan dulu deh, kan Refa masih menganggap ku sebagai teman " batin Samuel
" Aduh sisa makanan itu membuatku malu saja " batin Refa
Ketukan pintu itu mengagetkan mereka. Mereka segera mengalihkan pandangannya ke arah pintu dimana seorang laki-laki sedang membawa satu bungkus makanan untuk Refa.
" Refa aku bawakan makanan untuk mu " ucap Rey dengan raut wajah sedih dan cemburu
" Sebenarnya laki-laki itu siapa, mereka punya hubungan apa?? kenapa dia selalu dekat-dekat dengan Refa, apa dia pacarnya Refa, kenapa Refa bisa punya pacar lagi " batin Rey yang tidak mau menerima jika Refa dekat dengan laki-laki lain
" Kenapa Rey kamu perhatikan begitu padaku.. aku harus menghentikannya sikap Rey ini, biar bagaimanapun dia sudah bertunangan dengan wanita lain, orang lain akan salah paham padaku nantinya " batin Refa
" Rey, tidak usah repot-repot karena aku sudah selesai makan barusan " ucap Refa melihat wajah Rey yang tampak sedih melihat dirinya dan Samuel berduaan di ruangannya
" Ngapain sih laki-laki ini mendekati Refa terus, dia kan sudah punya tunangan.. aku tak rela jika Refa memakan makanan yang di bawakan dia " batin Samuel
" Tapi ini makanan kesukaan mu " ucapnya Rey menghampiri Refa
" Ah ia, Lebih baik kamu terima Refa " ucap Samuel langsung membawa bungkusan yang berisi makanan itu
" Tapi Sam " ucap Refa heran
" Sudah lah, ambil saja lagian ga baik nolak rezeki.. ia kan dokter Rey " ucapnya Samuel langsung membuka makanan itu
Tampak raut wajah Refa dan Rey heran apalagi Samuel yang langsung membuka kotak makan itu. Ternyata Niat licik Samuel adalah ingin memakan makanan itu membuat Refa tersenyum tipis.
" Em, enak sekali " ucap Samuel membuat Rey kesal karena makanan yang ia berikan itu untuk Refa bukan untuk Samuel.
__ADS_1
" Apa-apaan kamu, makanan yang aku belikan ini untuk Refa bukan untukmu " ucap Rey tidak terima ingin mengambil kotak makanan itu namun sudah di lindungi oleh Samuel
" Tidak apa-apa dong, yang pasti aku lapar.. " ucap Samuel
" Tidak boleh, kembalikan kotak makanan itu " ucap Rey ingin merebut kotak makanan itu
" Ok, aku akan berikan makanan ini pada Refa " ucap Samuel sambil tersenyum liciknya memberikan kotak makanan itu, Rey pun tersenyum
" Refa, ini makanan untuk mu dari Dokter Rey, tapi aku lapar sekali karena belum makan, apa boleh aku mencicipinya " ucap Samuel dengan wajah memelas
" Ternyata dia main trik licik " batin Rey benar-benar kesal
" Astaga Samuel lucu sekali bisa-bisanya dia membuat Rey kesal, lihat wajah Rey sekarang benar-benar kesal " batin Refa
" Kita lihat bagaimana kamu kesal padaku.. makanya jangan coba-coba mendekati wanita ku " batin Samuel dengan tersenyum licik
" Baiklah, karena tadi kamu baik padaku jadi aku juga akan memberikan makanan ini sebagai gantinya " ucap Refa membuat Rey semakin kesal
" Refa, apa-apaan kamu, kenapa kamu malah memberikan makanan yang aku berikan pada dia " ucap Rey protes pada Refa
" Loh Kenapa?? bukannya kami sudah memberikan makanan itu padaku, jadi bebas dong kalau aku berikan makanan itu pada Samuel, dia kan teman ku " ucap Refa sambil tersenyum
" Laki-laki itu hanya temanya Refa, tenang saja kamu bisa merebut Refa kembali " batin Rey
" Kalau kamu berpikir jika kamu bisa merebut Refa kembali, kamu salah besar Rey.. aku Takan biarkan Refa kembali lagi padamu " batin Samuel
Mereka tampak tertawa ketika Rey pergi meninggalkan ruangan Refa, entah mengapa Refa merasa senang karena sikapnya barusan bersama dengan Samuel pada Rey.
" Dia malah kabur " ucap Samuel tertawa
" Makanlah yang banyak " ucap Refa memberikan makanan itu pada Samuel
" Terima kasih " ucapnya Samuel
" Jangan berterima kasih padaku, Terima kasih saja pada Rey " ucap Refa
__ADS_1
Samuel tertawa dan langsung menghabiskan makanan pemberian dari Rey, ia senang karena Refa tidak meladeni Rey seperti yang ia lihat barusan.
Ada rasa lega dihatinya, mulai sekarang ia akan makan siang bersama dengan Refa setiap hari agar Rey tidak berani lagi mendekati Refa karena kehadirannya.
" Kalau kamu mau aku bisa makan siang disini tiap hari " ucap Samuel dengan serius
" Tidak usah, aku tidak mau merepotkan mu " ucap Refa
" Kenapa merepotkan kita kan teman, lagian aku kalau makan siang selalu sediri " ucap Samuel
" Kita lihat saja nanti " ucap Refa
" Baiklah " ucap Samuel tidak memaksa keinginan Refa, untuk sekarang rasa nyaman Refa lah yang sedang ia ciptakan.
Jam makan siang sudah berakhir, Samuel pamit pada Refa untuk kembali ke kantor sementara Refa juga harus bersiap-siap bekerja kembali.
Samuel di lobi rumah sakit, ia melihat wanita yang kemarin bersama dengan Rey yang mengaku tunangannya itu. Dengan senyum liciknya ia menghampiri wanita itu.
" Sepertinya kita pernah bertemu tapi dimana " tanya Samuel
" Oh, kamu itu laki-laki yang kemarin bersama dengan Refa di Cafe " ucap Tia dengan wajah sinis
" Ah, ia aku ingat.. kamu Tunangannya Dokter Rey.. tunggu kamu bekerja disini juga sama dengan Dokter Rey " ucap Samuel
" Ia benar " ucapnya Cuek
" Saya beritahu padamu untuk menjaga tunangan mu itu jangan biarkan dia memberikan makan siang pada Wanitaku " ucap Samuel dengan tatapan tajam
" Apa maksudmu " tanya Tia dengan nada marah
" Tanyakan saja ada tunangan mu itu " ucap Samuel langsung pergi dari sana dengan senyum kemenangan
.
.
__ADS_1
.
Bersambung...