
Seperti biasanya Samuel memesan dua makanan dan minuman yang di sukai Refa, sudah kebiasaan Samuel melakukan hal itu, itu bentuk perhatian kecil yang Samuel lakukan untuk wanita yang ia sukai.
Setelah makan datang mereka langsung menyantap makanannya dengan senang apalagi Refa karena perutnya sudah bernyanyi minta di isi dari tadi.
" Kalau perut mu masih lapar, kamu bisa pesan lagi makanannya " tawarkan Samuel
" Tidak usah aku sudah kenyang " ucap Refa
" Kamu yakin?? " tanya Samuel
" Ya.. " ucap Refa sambil tersenyum
Refa pamit kepada Samuel untuk pergi ke toilet untuk sebelum mereka pulang. Samuel tampak menganggukkan kepalanya tanda mengijinkan Refa ke toilet.
Sedangkan Samuel langsung membayar tagihan makanan yang di berikan oleh pelayan. Ia menunggu kedatangan Refa sambil memainkan handphonenya, ia mengecek jadwal meetingnya besok.
Tiba-tiba ia dikagetkan oleh dering suara ponsel milik Refa yang di simpan di atas meja. Dengan wajah penasaran ia langsung mengambil ponsel milik Refa.
" Telepon dari siapa, sepertinya ini nomber baru " ucap Samuel melihat dilayar handphone Refa tidak muncul nama peneleponnya.
" Apa boleh aku jawab " ucap Samuel bingung karena ia juga penasaran
" Jawab aja kali ya, nanti aku bisa hilang jika Refa di toilet.. " batin Samuel
Samuel langsung mengangkat teleponnya dengan wajah gugup, ia takut jika yang menelepon Refa adalah seorang laki-laki atau bahkan Rey mantan kekasih Refa.
Kring... Kring...
" Selamat malam dokter Refa yang cantik " ucapnya membuat Samuel kaget
" Siapa dia, kenapa dia bilang Refa cantik.. " batin Samuel bingung antara marah dan cemburu
" Dokter ini jutek sekali sih masa ga mau jawab ucapan ku, aku ini pasien yang meminta pertanggungjawaban mu loh dok " ucap Kevin terus bicara ia juga tidak mengetahui jika yang mengangkat teleponnya adalah Samuel
" Dokter Cantik ngomong dong.. aku kangen nih " ucap Kevin membuat Samuel semakin kesal dan geram
" Sial benar-benar laki-laki ini suka sama Refa, aku tidak boleh biarkan ini.. tidak ada yang bisa miliki Refa selain aku " batin Samuel
" Untung kamu cantik.. kalau kamu jelek terus jutek begini mana mau aku sama kamu " batin Kevin
" Maf anda siapa " tanya Samuel membuat Kevin kaget
__ADS_1
" Astaga apa dia pacarnya Dokter Refa, tapi aku tidak boleh menyerah, aku harus memperjuangkan Dokter Refa, semakin banyak rintangan semakin aku bersemangat untuk mendapatkan Dokter Refa " batin Kevin
" Saya laki-laki yang sedang dekat dengan Dokter Refa, kamu siapa kenapa kamu yang mengangkat teleponnya Dokter Refa " tanya Kevin dengan nada marah
" Aku peringatkan padamu, jangan pernah mendekati Refa.. karena aku calon pacarnya dokter Refa " ucap Samuel dengan nada marah juga
Kevin benar-benar marah dengan ucapan Samuel sama halnya dengan Samuel, ia langsung menutup teleponnya karena Refa sudah selesai dari toilet. Refa heran karena handphone ada di tangan Samuel.
" Sam, kenapa handphone ku ada di tangan mu " tanya Refa
" Tadi ada yang menelepon mu aku kira penting dan aku angkat ternyata salah sambung " ucap Samuel
" Oh itu, biarkan saja " ucap Refa
" Kalau begitu ayo kita pulang " ajak Samuel
" Ayo ucap Refa sambil tersenyum
Mereka pergi meninggalkan restoran tersebut, Samuel segera mengantar Refa ke apartemennya sebelum ia pulang ke rumahnya, sepanjang perjalanan pun mereka tidak banyak bicara entah mengapa Refa merasakan jika sikap Samuel berubah entah mengapa. Namun ia juga tidak mau ambil pusing ia takut terllau mencampuri kehidupan pribadi Samuel.
Padahal Samuel terlihat marah itu karena orang yang menelepon Refa, ia benar-benar diliputi oleh rasa cemburu di dalam hatinya, ia tidak bisa terima jika ada orang yang menyukai Refa seperti dirinya.
" Aku harus lihat seperti apa wajah pasien yang berani menggoda Refa, lihat saja aku akan memberi dia pelajaran " batin Samuel
Kini Refa sudah sampai di apartemennya ia langsung membuka pintu mobil Samuel dan segera turun dari sana.
" Terima kasih sudah mengantarkan ku " ucap Refa sambil tersenyum berbicara di samping kaca mobil yang di buka Samuel
" Sama-sama, aku antarkan kedalam " ucap Samuel
" Tidak usah aku bisa sendiri, lagian ini sudah malam " ucap Refa
" Baiklah, kamu cepat masuk kedalam sana " ucap Samuel
" Baiklah " ucap Refa melambaikan tangannya
Samuel senang dengan lambaian tangan Refa, ia juga membalas lambaian tangan Refa. setelah melihat Refa benar-benar masuk kedalam dan bayangan Refa menghilang dari pandangannya baru lah ia melajukan mobilnya menuju rumahnya dengan perasaan kesal dan cemburu masih ada.
Setelah sampai di rumahnya Samuel langsung masuk kedalam kamarnya dengan wajah kesal bahkan pelayan yang menyapanya juga tidak ia hiraukan suara laki-laki yang menelepon Refa masih terngiang-ngiang di pikirannya.
" Sial gara-gara ucapan laki-laki itu hatiku jadi kesal dan marah.. lihat saja besok aku akan menghajarnya " batin Samuel
__ADS_1
Ia mencoba memejamkan matanya namun tidak bisa, malam ini bisa di perkirakan jika Samuel tidak bisa tidur tenang gara-gara kejadian tadi.
Ia mencoba membuka handphone lalu ia mendapat pesan jika Kevin sedang di rumah sakit. Ia langsung meneleponnya karena khawatir akan keadaan Kevin.
" Halo Kevin, kamu serius sedang di rumah sakit " ucap Samuel
" Halo Sam.. ia benar cepat Kamu kesini temani aku " ucap Kevin
" Maf Kevin aku tidak bisa, besok aku ada urusan penting jadi tidak mungkin aku menemani disana " ucap Samuel
" Yasudah tidak masalah.. aku bisa mengerti " ucap Kevin
" Memangnya kamu sakit apa, kenapa bisa masuk rumah sakit " tanya Samuel
" Hanya kecapean saja " ucap Kevin berbohong
" Masa ia aku masuk rumah sakit gara-gara sakit perut, alasan itu terlalu memalukan.. " batin Kevin
" Syukurlah tidak ada Yang serius.. " ucap Samuel
" Oh ia Sam bagaimana kisah cinta mu, apa kamu sudah mengungkapkan cinta mu " tanya Kevin
" Belum "
" Kenapa?? hati-hati di ambil orang " tanya Kevin heran
" Kamu benar, aku sedang kesal karena ada seorang laki-laki yang sedang mengejar-ngejar wanitaku " ucap Samuel
" Kamu jangan menyerah, jangan biarkan orang lain merebut cintamu.. " ucap Kevin memberikan semangat pada Sahabat itu
" Ya kamu benar.. aku tidak akan melepaskan wanitaku pada siapapun " ucap Samuel
" Bagus, itu baru sahabat ku " ucap Kevin
" Kalau begitu kamu banyak istrirahat.. aku juga mau tidur dulu " ucap Samuel
" Baiklah " ucap Kevin menutup teleponnya
Entah mengapa sudah mendapatkan semangat dari Kevin perasaannya lebih lega dan ia percaya diri lagi untuk bersaing dengan orang lain yang menyukai Refa.
" Kamu harus semangat Samuel, tunjukan pada dunia jika Refa milik mu.. aku dan Refa akan menjadi pasangan yang bahagia " batin Samuel
__ADS_1
Samuel mencoba memejamkan matanya dan berhasil, ia tidak harus begadang dan besok bisa bangun pagi-pagi untuk menjemput Refa