Mengejar Cinta Dokter Cantik

Mengejar Cinta Dokter Cantik
Episode 38


__ADS_3

Samuel sudah pergi dari apartemen Refa dengan menggunakan pakaian milik Refa karena pakaian miliknya basah terkana air hujan tadi.


Refa langsung membaringkan tubuhnya di ranjangnya sambil membayangkan yang baru saja dia alami, sungguh membuat jantungnya karuan hingga sekarang.


Refa tampak berguling-guling di ranjangnya karena bayangan Samuel tidak hilang dipikirkan bahkan membuatnya tidak bisa tidur.


" Apa yang harus aku lakukan?? " ucap Refa bingung


" Ini semua karena Samuel, pokonya aku harus menutup mata dan langsung tidur " ucap Refa mematikan lampu kamarnya dan menutup matanya tapi bayangkan ia saat bersama Samuel terbayang kembali membuatnya benar-benar tidak bisa tidur malam ini.


Sama halnya dengan apa yang di rasakan Samuel saat ini, karena ia masih terbayang wajah cantik Refa apalagi ia melihat wajah Refa sangat dekat dan jelas.


" Kenapa tadi aku ga cium Refa coba " ucap Samuel merasa kesal sudah menyia-nyiakan kesempatan yang harusnya ia pakai agar suasana lebih romantis.


" Tidak, jangan itu kita masih belum lama kenal, bagaimana kalau Refa malah menjauhi ku gara-gara itu " ucap Samuel bimbang


Kini Samuel sudah sampai di apartemennya ia langsung masuk ke kamarnya membaringkan tubuhnya di kasur empuknya.


" Refa,, kamu begitu cantik, aku sudah tidak sabar ingin menjadi pacarmu " ucap Samuel sambil memeluk guling seakan guling tersebut adalah Refa


Guling itu terus ia peluk dan cium beberapa kali seakan ia menjadi gemas karena terbayang wajah Refa tadi saat bersama dirinya. Samuel tidak bisa tidur untuk malam ini, wajah Refa benar-benar membuat dia tidurnya tak nyenyak.


Keesokan harinya,,


Refa sudah bangun tidur seperti biasanya ia siap-siap pergi ke rumah sakit dengan terburu-buru karena ia telat bangun, hal yang pertama membuatnya telat bangun tidur adalah gara-gara tidak tidur semalaman dan hanya bisa tertidur ketika pukul lima pagi.


Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar cepat sampai disana. meskipun rumah sakit tidak terlalu jauh dari apartemennya namun jam segini biasanya macet di jalan tersebut. Untungnya hari ini lalu lintas berjalan lancar ia tidak khawatir bisa telat pergi kerumah sakit.


Refa sudah sampai di gedung rumah sakit, ia langsung masuk kedalam namun sebelum masuk ia meminta tolong kepada petugas kebersihan untuk memesankan bubur yang biasa ia pesan ketika tidak sempat sarapan di apartemennya.


Setelah meminta tolong ia langsung terburu-buru pergi keruangannya untuk melihat beberapa dokumen berisi informasi pasien yang akan di operasi nanti.


Disudut lain seorang wanita menghampiri Laki-laki yang sudah membelikan bubur untuk Refa. Ia langsung menjalankan rencananya untuk mengerjai Refa.


" Kamu.. mau kemana " tanya Tia sambil tersenyum licik


" Saya mau keruangan dokter Refa, saya mau memberikan bubur yang di pesan dokter Refa " ucapnya


" Aduh,.. " ucapnya pura-pura kesakitan memegang perutnya


" Kenapa Dokter Tia " tanyanya


" Cepat kamu ke apotik belikan saya obat mag, sepertinya mag ku kambuh " ucapnya


" Baiklah " ucapnya hendak pergi namun di hadang kembali oleh Tia


" Ada apa Dok " tanyanya heran


" Kamu kenapa bawa-bawa itu, buburnya simpan disini, cepat kamu pergi belikan obat ini uangnya " ucap Tia

__ADS_1


" Tapi Dok "


" Sudah sana cepat " ucap Tia dengan tatapan marah


Setelah kepergian petugas kebersihan itu, Tia langsung menuju tempat tersembunyi dan menyenangkan obat di bubur Refa. Sambil tersenyum jahat ia menutup kembali bubur tersebut agar tidak curiga petugas kebersihan. Ia kembali ke depan menunggu petugas itu disana.


Tak butuh waktu lama yang di tunggu pun datang. Obat itu langsung di berikan olehnya dan Tia langsung memberikan uang dua ratus ribu pada Petugas itu sebagai tanda terima kasihnya.


" Dokter apa ini tidak kebanyakan " tanyanya


" Tidak, kamu ambil saja anggap saja itu bonus dari saya karena kamu sudah menolong saya barusan " ucapnya sambil tersenyum


" Terima kasih Dok " ucapnya senang


" Nih punya mu, aku pergi dulu " ucap Tia langsung memberikan kantung kresek berisi bubur


" Rasakan kamu Refa sebentar lagi kamu akan bolak balik ke kamar mandi, itu hadiah dari ku untukmu " ucap Tia dalam hatinya


Tia pergi dari sana setelah petugas itu menerima kantor kresek tersebut. Ia langsung menuju ruangan Refa untuk memberikan pesanan buburnya.


Tok... Tok... Tok...


" Masuk "


Ceklek,,


" Dok saya membawakan bubur sesuai dengan pesanan biasanya " ucapnya


" Tidak dok, ini untuk dokter saja selama ini dokter sudah baik pada saya, biarkan saya membalas kebaikan Dokter " ucapnya


" Bapak yakin.. ini uangnya untuk bapak saja, saya merasa tidak enak " ucap Refa


" Tidak dok, saya punya uang ko.. selamat menikmati buburnya " ucapnya langsung pergi dari ruangan Refa.


Refa hanya bisa tersenyum mau bagaimana lagi, dia sudah memberikan bubur itu mana mungkin ia tolak, pasti ia akan merasa tidak enak juga.


Ia langsung membuka kotak makanan yang berisi bubur itu. semuanya sudah lengkap seperti biasanya ia pesan. Petugas kebersihan itu sudah tahu kebiasaan Refa kalau memesan bubur ayam.


Tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar. Refa langsung mempersiapkan masuk pada seseorang yang sudah mengetuk pintu.


" Pagi Dokter Refa " ucap seorang laki-laki yang tidak asing di kepalanya.


" Dokter Refa masih cantik seperti satu Minggu kita ketemu.. sayangnya aku harus mencari alasan karena Samuel ternyata sudah pulang dari rumah sakit " batin Kevin


Dan benar saja ketika ia melihat kearah suara itu berasal terlihat seorang laki-laki tampan namun wajahnya membuat Refa kesal.


" Dia kan laki-laki ga jelas waktu itu, ngapain dia kesini.. pagi-pagi sudah bikin kesal saja " batin Refa


" Siapa kamu, ada perlu apa di ruangan ku " ucap Refa dengan raut wajah kesal.

__ADS_1


" Perkenalkan nama saya Kevin " ucapnya langsung duduk di kursi yang saling berhadapan dengan Refa


" Tuan Kevin ada yang bisa saya bantu " ucap Refa menahan amarahnya


" Aku memang sedang membutuhkan bantuan dokter " ucapnya sambil tersenyum melihat wajah Refa yang cantik


" Apa yang bisa saya bantu " ucap Refa


" Tolong periksa Kepalaku " ucap Kevin dengan wajah serius


" Kepala??, memangnya kepala Tuan kenapa " tanya Refa bingung


" Jangan panggil Tuan, panggil aku Kevin " ucapnya sambil tersenyum menggoda


" Dasar laki-laki ganjen " batin Refa tidak suka pada tingkah Kevin


" Baiklah, Kevin ada apa dengan Kepala mu? apa terjadi sesuatu?? " tanya Refa tampak penasaran


" Kepalaku selalu terbayang-bayang dirimu dokter Refa " ucapnya Kevin tersenyum menggoda pada Refa


" Maaf Tuan itu tidak lucu, kalau anda hanya pura-pura sakit lebih baik keluar dari ruangan saya " ucap Refa dengan nada kesalnya


" Benar-benar unik, dia bahkan tidak tergoda dengan rayuanku.. dokter Refa memang berbeda, aku semakin menyukainya " batin Kevin


" Kenapa bisa aku ketemu lelaki seperti ini, sungguh membuat ku marah saja " batin Refa


Kevin memberikan Refa bunga mawar merah namun Refa tak menerimanya, dengan terpaksa Kevin meletakkan bunga itu di atas meja.


Kevin melihat ada kotak makanan berisi bubur yang belum di sentuh Refa, ia langsung merebut kotak bubur itu.


" Itu Punyaku, kenapa kau makan " ucap Refa


" Dokter mau, tapi bekas aku Bagaimana " tanya Kevin


" Ambil semua untukmu dan cepat segera keluar dari sini " ucap Refa dengan nada sinis


" Tidak mau " ucapnya


" Mau aku panggilkan Security kesini " ancam Refa


" Ah sial, aku harus pergi dari sini.. sebentar lagi Meting.. " batin Kevin


" Baiklah, aku pergi dulu cantik.. nanti aku akan kembali lagi .. see you bye " ucap Kevin pergi dari ruangan Refa


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2