Mengejar Cinta Dokter Cantik

Mengejar Cinta Dokter Cantik
Episode 25


__ADS_3

Setelah mereka selesai memakan makanannya, tiba mereka tidak sengaja bertemu dengan sosok laki-laki yang sebenarnya tidak ingin di temui Refa.


" Refa, kamu disini.. dengan siapa " tanya Rey sambil melihat sosok laki-laki yang rapi dan berjas itu


" Siapa laki-laki ini " batin Samuel pemasaran


" Oh, ia kenalkan nama saya Samuel, temannya Refa " ucapnya dengan penuh percaya diri


" Nama saya Rey, saya ma... " ucap Rey terhenti karena di potong oleh Refa


" Rey itu teman kuliah ku dulu " ucapnya sambil melihat ke arahnya


" Kenapa Refa hanya mengenalkan ku sebagai teman, apa maksudnya dan siapa laki-laki ini " batin Rey


" Kenapa aku merasa hubungan mereka tidak sesederhana itu " batin Samuel


" Kenapa harus bertemu disini dan mengobrol disini, aku merasa canggung " batin Refa


Datanglah sosok wanita yang cantik dan manja langsung menghampiri Rey dan memeluk tangan Rey di depan Refa dan Samuel.


" Sayang... " ucapnya dengan nada manja membuat Refa kaget


" Kenapa kamu ada disini " ucapnya Rey dengan gugup apalagi di depan Refa sosok wanita itu menyebutnya dengan sebutan sayang


" Bagaimana ini menjelaskan pada Refa, aku tidak mau dia salah paham lagi " batin Rey


" Ternyata dia sudah punya pacar, apa yang aku khawatir " batin Samuel


" Rey masih berhubungan dengan wanita ini, ternyata hati ini masih sakit melihat Rey bersama dengannya " ucap Refa dalam hatinya


" Kenapa Rey masih menemui Refa.. apa-apaan ini, sepertinya Rey masih cinta pada Refa, tapi sosok laki-laki ini pasti pacarnya Refa " batin Tia


" Kenapa aku tidak boleh disini, kamu kan tunangan aku.. " ucapnya sambil tersenyum melihat kearah Refa


Rey merasa tidak enak saat Tia menggandeng tangannya, dengan Refleks ia langsung melepaskan tangan Tia secara perlahan.


" Bahkan di depan Refa kamu melepaskan gandengan ku, tapi aku tidak boleh menyerah,, lihat saja Rey sebentar lagi kamu akan jadi milikku seutuhnya " batin Tia


" Wah ternyata temanmu sudah punya tunangan.. " ucap Samuel melihat wajah Refa


" Ah ia, dia juga teman kuliahku dulu tapi dia berkhianat padaku " ucap Refa membuat Tia kaget karena Refa belum pernah berkata sekasar itu.


" Oh begitu,, kamu kan sudah punya aku jadi jangan khawatir aku tidak akan di ambil orang dan membiarkan orang mengambil ku dari sisimu " ucap Samuel sambil tersenyum licik

__ADS_1


" Aku mengerti ternyata mereka cinta segitiga, aku harus melindungi Refa, jangan biarkan dia terluka lagi " batin Samuel


" Cih, ayo kita pulang sayang " ucap Tia dengan wajah marahnya


" Kenapa Pulang, aku masih mau disini " ucap Rey duduk di samping Refa


" Sial, kenapa Rey begitu berani padaku hari ini, lihat saja aku akan adukan pada ibumu nanti " batin Tia


Tia langsung melihat kearah Refa, niatnya ingin duduk di samping Refa tapi ia tidak berani mengusir Refa di samping Rey.


" Sam, ayo kita pulang " ajak Refa


" Ayo, lagian kita juga selesai " ucap Samuel


" Refa tunggu " ucap Rey memegang tangan Refa membuat Tia marah


" Ada apa " tanya Refa


" Bisakah kita bicara pribadi, ada banyak hal yang ingin aku bicarakan padaku " ucapnya


" Tidak bisa " ucap Tia dengan wajah marahnya


" Sayang ko kamu gitu sama aku " ucap Marah Tia


Ada rasa sakit hati yang dialami Rey kali ini, ia harus membiarkan orang yang ia cintai pergi dari hadapannya lagi bahkan bersama dengan Laki-laki lain.


" Refa, tolong dengarkan penjelasan ku.. aku masih sangat mencintai mu " batin Rey dengan raut wajah sedihnya


Sedangkan Tia masih dengan wajah marahnya melihat wajah Rey yang begitu dalam melihat punggung Refa yang semakin menjauh dari pandangan mereka.


" Kenapa Rey, aku tunangan mu tidak bisakah kamu menjaga perasaan ku " ucap Tia dengan nada marahnya


" Aku capek, aku mau pulang " ucap Rey hendak meninggalkan tunangannya itu sendirian


" Rey, aku belum selesai bicara padamu " teriakan Tia membuat semua orang yang ada disana melihat ke arah Tia dan Rey


" Kamu sudah gila, pelankan suaramu lihat semua orang melihat kita " ucap Rey dengan nada kesalnya


" Biar saja semua orang tahu bahwa kamu tidak pernah peduli padaku dan masih melihat mantannya " ucap Tia


" Cukup Tia " ucap Rey benar-benar meninggalkan Tia disana sendirian


Tua yang tidak terima langsung mengejar Rey ke parkiran hingga ia masuk kedalam mobil Rey, mereka tampak saling marah satu sama lain.

__ADS_1


Tia langsung mengambil handphonenya lalu menelepon calon ibu mertuanya itu sambil menangis.


Tut... Tut... Tut..


" Dia menelepon siapa, tapi biarkan saja.. aku ga peduli " ucap Rey dalam hatinya


" Jangan salahkan aku jika aku berbuat seperti ini " batin Tia


" Halo Bu " ucapnya sambil menangis melihat wajah Rey


" Halo nak kamu kenapa menangis, apa Rey membuatmu menangis lagi " ucapnya


" Ia Bu, Rey membentak ku dan dia terlihat mengejar-ngejar mantannya yang bernama Refa itu " ucapnya menangis tersedu-sedu


" Sial, dia malah mengadu pada ibu " batin Rey


Rey langsung merebut Handphone Tia yang sedang di pegangnya itu. dengan wajah marah ia langsung menutup teleponnya.


" Kembalikan Handphonenya Rey " ucap Tia


" Kenapa kamu mengadu pada ibu, ini masalah kita " ucap Rey


" Ini karena kamu bersikap seperti itu padaku, jadi jangan salahkan aku " ucap Tia dengan senyum liciknya


Tak lama kemudian Handphone milik Rey berbunyi, bisa ditebak jika yang menghubunginya kali ini adalah sang ibu, minta penjelasan pada putranya itu kenapa berbuat seperti itu pada Tunangannya itu.


Kring... Kring...


Dengan berat hati Rey langsung mengangkat teleponnya, dia bukan tipe orang yang suka membangkang tapi untuk kali ini ia harus memperjuangkan cintanya apalagi melihat Refa bersama dengan laki-laki lain ia tidak bisa membohongi hatinya jika ia cemburu.


" Halo Bu " ucap Rey


" Kami dimana Rey, cepat pulang ibu mau bicara penting padamu " ucap sang ibu


" Aku sedang di jalan Bu, setelah mengantarkan Tia pulang kerumahnya, aku langsung pulang " ucapnya


" Kamu kesini dengan Tia sekarang juga " ucapnya


" Tapi Bu... " ucap Rey


" Ibu tidak mau tahu, cepat pulang sekarang juga " ucapnya langsung menutup teleponnya


Rey langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju Rumahnya. Keluarga Rey memutuskan untuk pindah kenegaraan ini untuk menjauhkan Rey dengan Refa tapi siapa sangka justru mereka bertemu kembali setelah satu tahun lebih berpisah.

__ADS_1


__ADS_2