
Refa segera meninggalkan restoran itu dengan wajah kesal, marah dan sedih. Ucapan Tia kali benar-benar membukakan hati Refa kalau Ibunya Rey memang tidak tulus selama ini.
Bagaimana bisa alasan seperti itu memisahkan hubungan dirinya dengan Rey, ia benar-benar tidak terima dengan alasan seperti itu, bagaikan tidak adil baginya.
Tapi disisi lain ia pun salah tidak pernah membawa dan mengenalkan sosok Rey kehadapan keluarganya. alasan utamanya dia tidak mau jika Rey menjauhi dirinya jika dia tahu kalau dirinya anak orang kaya nomor satu di negaranya.
Rey sosok laki-laki kini yang membuat dirinya benar-benar kecewa dan marah. Apa kadar cintanya bisa di ukur dari kaya atau miskin.
Ia masuk kedalam mobil yang sudah ia pesan. Suasana hatinya sedang buruk membuatnya tak ingin berada di apartemen apalagi sendirian.
" Nona Kita mau kemana " tanya supir Taksi
" Kita ke taman Love saja " ucap Refa melihat pemandangan dari kaca mobil di sampingnya
Hujan mengguyur langit hari ini. seakan mengerti dengan kesedihan dirinya hari ini. ia ingat ucapan Samuel kalau taman Love adalah tempat yang tepat untuk bisa meringankan kesedihannya.
Tak butuh lama ia sudah sampai di taman love itu, ia segera membayar taksinya lalu masuk kedalam taman dengan hujan-hujanan.
Ia baru merasakan kembali hujan-hujanan setelah lama ia tidak melakukan itu. dia duduk di kursi yang ada disana. ia menutup wajahnya dengan tangannya meluapkan semua kesedihan sambil menangis disana.
Hatinya benar-benar sakit apalagi ternyata dia dianggap sebelah mata dan cinta bagi mereka bisa diukur dari uang. Lalu selama ini ia memikirkan Rey untuk apa??, toh mereka juga terlihat sudah bahagia apalagi melihat Bu Rani.
" Pantas saja penampilan ibu berbeda tidak seperti dulu, apa karena Tia " ucap Refa dalam hatinya yang penuh tanda tanya
Tiba-tiba ia heran karena hujan tidak mengenai tubuhnya, ia membuka tangannya lalu melihat jika Samuel sedang berdiri memegang payung yang di arahkan ke tubuh Refa agar tidak kehujanan.
" Sam, kenapa kamu kesini " tanya Refa heran
Samuel kaget karena mata dan hidup Refa tampak merah, ia bisa menduga jika Refa sedari tadi menangis. Ia langsung duduk di samping Refa.
" Aku kan sudah bilang padamu, jika aku sedang kesal, marah dan sedih pasti pergi aku kesini " ucap Samuel
" Memangnya pekerjaan mu sudah selesai " tanya Refa
" Sudah makanya aku pergi kesini " ucapnya Samuel sambil tersenyum
__ADS_1
Tanpa di duga Refa langsung memeluk tubuh Samuel, ada rasa senang didalam hati Samuel namun hatinya juga sedih karena Refa terisak menangis di pelukannya.
" Kenapa kamu harus menangis lelaki seperti Rey yang sudah mencampakkan mu, disini ada aku yang benar-benar tulis mencintai mu " batin Samuel memeluk erat tubuh Refa
Payung yang di gunakan Samuel untuk melindungi Refa agar tidak kehujanan terlepas, mereka berpelukan dibawah guyuran air hujan. Refa benar-benar menumpahkan semua kesedihan saat itu.
" Kamu kenapa " ucap Samuel pura-pura tidak tahu padahal orang yang di suruh mengawasi Refa melaporkan semua hal yang ia lihat tadi bahkan merekamnya.
" Biarkan aku menangis untuk terakhir kalinya untuk Rey " ucap Refa masih menangis
Samuel tak banyak bicara lagi setelah ucapan Refa barusan. Ia tahu ketika kondisi seperti Refa ini ia tidak berani berbicara apapun.
" Apa salahku Sam.. apa.. apa bisa harta membeli cinta seseorang " ucap Refa menangis tersedu-sedu
" Kenapa Sam kenapa... "
Refa menangis dengan kencang untuk kali ini, hatinya sungguh hancur, melihat Refa seperti itu Samuel tidak tahan lagi, ia langsung melepaskan pelukannya dan mulai mencoba menguatkan Refa.
" Stop Refa stop jangan menangis lagi " ucap Samuel dengan tatapan marah
" Cukup Refa, Dia memang tidak pantas untuk Kamu.., kamu itu wanita baik tak seharusnya kamu menyia-nyiakan hidup mu hanya demi Rey " ucap Samuel memeluk Refa kembali dan menenangkan lagi
" Jangan menangis lagi Refa, hatiku hancur melihat kondisi ku seperti ini " batin Samuel
Kini hujan pun sudah reda dan suasana hati Refa sudah lebih baik dari tadi, sudah tidak terdengar suara tangisan lagi dari Refa. Samuel melepaskan pelukannya dan mencoba melihat kondisi Refa.
" Are you okay " tanya Samuel
" Aku baik-baik saja " ucapnya Refa dengan tatapan Lemas karena energinya sudah terkuras
" Ayo aku antarkan pulang " ucap Samuel menggenggam Refa dan membawanya kedalam mobil.
Samuel langsung membawa Refa ke apartemen milik Refa, ia tidak mau jika Refa sakit kembali gara-gara dari tadi kehujanan, tubuh Refa bahkan sambil menggigil kedinginan.
Samuel langsung mengendarai mobilnya dengan kecepatan Tinggi. ia benar-benar khawatir dengan kondisi Refa yang tampak kedinginan.
__ADS_1
Tak lama kemudian mereka sudah sampai di gedung apartemen dimana Refa tinggal. Mereka turun dari mobil dan menuju Apartemen Refa. Samuel tampak menggendong tubuh Refa. ia benar-benar khawatir pada Refa.
" Turunkan aku Sam " ucap Refa bingung kenapa dia di gendong seperti ini
" Susah jangan bergerak, nanti kamu jatuh " ucap Refa
Refa tampak diam setelah Samuel berkata seperti itu, ia bisa melihat wajah Samuel yang ternyata tampan dan terlihat keren saat itu.
" Kenapa aku baru sadar jika Samuel itu tampan, astaga Refa kamu apa-apa sih, masa batu patah hati sudah melirik laki-laki lain.. ini pasti aku salah lihat karena kedinginan " ucap Refa dalam hatinya
Tampak di sadari pipi Refa merah merona, hal itu bisa di lihat oleh Samuel dan membuat dirinya kaget.
" Astaga Refa kenapa wajahmu Merah, apa kamu demam " ucapnya Samuel melihat wajah Refa semakin dekat karena tangannya di pakai Samuel untuk menggendong Refa
" Apa yang ingin Samuel lakukan " batin Refa merasa jantungnya berpacu lebih cepat
" Apa yang kamu lakukan " protes Refa
" Aku ingin memeriksa keadaan mu " ucap Samuel
" Tidak usah, cepat kita ke kamar apartemen ku saja " ucap Refa dengan wajah gugupnya
Karena Refa sudah berbicara seperti itu Samuel hanya bisa menurut dan melakukan apa yang Refa bicarakan.
" Ada apa dengan Refa, apa dia baik-baik saja.. jangan-jangan dia sakit, aku harus memeriksanya nanti ketika sudha sampai di apartemen Refa " batin Samuel
" Kenapa jantungku malah berdetak kencang.. astaga kamu kenapa Refa.. apa kamu sudah gila masa ia kamu suka sama Samuel " batin Refa menyangkal perasaannya
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung