
Dokter Refa sudah sampai di apartemennya ia langsung mandi dan mengguyur tubuhnya dengan air dingin agar bisa meredakan rasa sakitnya.
Entah mengapa pikirannya selalu tertuju dengan memori kenangan yang indah bersama dengan Rey tapi untuk beberapa detik kemudian ia justru mengingat perselingkuhan Rey dengan wanita lain.
" Ada apa dengan ku,, kenapa kepalaku pusing mengingat Rey "
Ia menyudahi mandinya dan segera mengenakan pakaian santainya dan mulai membaringkan kepalanya karena kepalanya sakit dan pusing.
Demam pun mulai mendera tubuhnya mungkin karena ia terlalu lama di kamar mandi mengguyur tubuhnya. Ia langsung memakai selimut untuk menutupi semua bagian tubuhnya yang terasa dingin padahal selimut miliknya sudah tebal.
Suara Handphone pun berbunyi, ia mulai meraba meja di samping tempat tidurnya untuk mengambil handphonenya itu.
Kring.. Kring...
" Halo " ucapnya Refa dengan tubuh bergetar merasakan kedinginan
" Dokter Refa ada apa dengan mu, sepertinya kamu tidak dalam keadaan baik " tanya Samuel bingung dengan nada
" Samuel " ucap Refa yang baru melihat nama penelpon itu
" Ia dokter Refa, tadinya aku ingin menjemput mu untuk makan malam " ucap Samuel
" Maafkan aku Samuel, sepertinya tubuhku sedang demam.. apa bisa lain kali kita makan malamnya " ucap Refa
" Astaga.. Dokter kenapa?? sakit apa " ucap Samuel cemas
" Dokter Refa bukannya hanya tinggal sendiri.. perasaan ku semakin cemas, aku harus segera menemui dokter Refa " ucapnya Samuel dalam hatinya
" Aku hanya demam saja.. kamu tidak usah khawatir, setelah minum obat juga demamnya akan reda " ucap Refa
" Apa Dokter Refa yakin?? " ucap Samuel dengan nada cemasnya
" Ia, aku tidak apa-apa " ucap Refa
" Pokoknya aku harus segera pergi ke apartemen Dokter Refa " batin Samuel
" Baiklah kalau begitu dokter istrirahat, akan aku bawakan obat dan makanan untuk dokter " ucap Samuel
" Eh, Samuel tidak usah.. aku tidak mau merepotkan mu " ucap Refa
" Tidak apa-apa, aku tidak direpotkan sama sekali,, dokter tunggu sebentar " ucap Samuel langsung menutup teleponnya
__ADS_1
" Samuel.. Samuel... " panggil Ref yang ternyata sudah di tutup teleponnya
Refa tidak mau ambil pusing, ia meletakkan kembali Handphonenya di atas meja, ia kembali menyelimuti dirinya sendiri. Ia yakin jika ucapan Samuel tidak benar apalagi Samuel tidak tahu apartemen Refa berada.
Sementara di tempat lain Samuel panik sendiri, ia langsung meninggalkan kantornya menuju apotik terdekat untuk membeli obat yang di butuhkan Wanita yang ia sukai itu.
Setelah ini mendapatkan obat tersebut ia langsung mencari pedagang bubur dan membelikan satu bungkus untuk Refa. dengan langkah terburu-buru ia segera meninggalkan tempat itu setelah ia mendapatkan bubur tersebut.
Ia melajukan kembali mobilnya dengan kecepatan tinggi, untung sebelum pergi ia mendapat informasi tentang dimana Refa tinggal sehingga informasi tersebut memudahkan Samuel untuk pergi ke sana.
" Semoga dokter Refa tidak kenapa-kenapa... " ucap Samuel masih dengan wajah khawatirnya
Kini ia sudah sampai di depan gedung apartemen dimana Refa tinggal, ia segera masuk kedalam dengan langkah terburu-buru ingin melihat kondisi Refa.
Dengan membawa bubur dan obat yang sudah ia persiapkan sebelumnya. ia langsung masuk kedalam lift yang akan mengantarkan dia ke atas dimana Refa tinggal.
Ia langsung mengetuk pintu apartemen ketika ia sudah berada di depan kamar dimana Refa tinggal.
Tok... Tok... Tok...
Tok... Tok... Tok...
Tok... Tok... Tok...
Awalnya Refa enggan untuk membuka pintu apartemennya namun suara ketukan itu terus-menerus di ketuk dan akhirnya ia bangkit dari tidurnya dan segera membuka pintu apartemennya.
Betapa terkejutnya ia ketika ia membuka pintu apartemen ternyata yang ad di hadapannya adalah Samuel. ia kaget karena sebelumnya ia tidak pernah memberitahukan dimana ia tinggal pada siapapun kecuali Amel.
" Samuel " ucap Refa
" Masa ia Amel memberikan alamat apartemen ku pada Samuel " batin Refa
" Dokter Refa bagaimana keadaan mu " tanya Samuel sambil memegang kening Refa hal itu membuat Refa semakin kaget
" Eh, maaf aku tidak bermaksud kurang ajar, aku hanya ingin memastikan keadaan Dokter baik-baik saja " ucap Samuel
" Aku tidak apa-apa " ucap Refa berbohong
" Dokter suhu badan mu sedang demam, bagaimana bicara tidak apa-apa?? " ucap Samuel malah masuk kedalam apartemen Refa
" Samuel tunggu " ucap Refa membuntuti Samuel dari belakang
__ADS_1
" Sekarang dokter berbaringlah di tempat tidur, saya akan menyiapkan makanan untuk anda " ucapnya malah menyuruh Refa duduk di tempat tidur
" Tapi Samuel untuk apa kamu di apartemen ku " ucap Refa
" Ssttt dokter diam saja, biar aku gantian yang rawat dokter " ucap Samuel memaksa Refa untuk duduk di tempat tidur
" Tapi kan kamu bukan dokter " tanya Refa mampu membuat Samuel terdiam sejenak, lalu ia tersenyum licik
" Aku akan berputar-putar menjadi dokter saja, ini sebagai balas jasa pada dokter " jawabnya
" Samuel Tunggu " ucap Refa memegang tangannya Samuel
" Dokter, aku tahu kamu sedang sakit dan tidak ada yang merawat mu, jadi ijinkan aku merawat mu sampai demamnya turun " ucap Samuel melangkah pergi menuju dapur untuk menuangkan bubur itu kedalam mangkuk.
Sedangkan Refa tampak masih bingung dengan keputusannya ia takut jika kehadiran Samuel hanya akan merepotkan dirinya.
" Biarkan saja Refa.. nanti juga kalau dia cape akan berhenti sendiri, mana kepalaku pusing lagi " ucapnya langsung membaringkan kembali tubuh di tempat tidur tak lupa selimut tebal juga ia kenakan.
Tak lama kemudian Samuel datang dengan membawa nampan berisi bubur dan obat serta air putih. Ia pun melihat Refa memejamkan matanya, niat hati ingin membangunkannya namun rasa tega di hatinya hadir.
" Bagaimana ini, tapi aku kasihan pada dokter Refa, tapi buburnya akan dingin jika tidak segera di makan " batin Samuel
Ia melihat wajah cantik dokter Refa ketika memejamkan matanya, ada perasaan nyaman dan damai ketika Samuel melihat paras cantik itu.
" Dokter Refa benar-benar cantik.. semoga dia memang benar-benar jodohku " batin Samuel
Dengan berat hati Samuel akhirnya membangun tidur dokter Refa, meskipun ia tidak tega namun ia lakukan semua ini untuk kebaikan dokter Refa.
" Dokter Refa " panggil Samuel
Refa bangun ketika suara yang tidak asing membangunkan tidurnya, ia benar-benar kaget karena Samuel duduk di samping ranjang tempat tidurnya.
" Ngapain kamu kesini " tanya Refa
" Buburnya masih hangat, mau di makan sendiri atau saya suapi " tanya Samuel
" Saya makan sendiri saja " jawabnya
Samuel langsung memberikan bubur itu pada Dokter Refa, tanpa basa basi Refa langsung memakan buburnya agar Samuel bisa segera pergi dari apartemennya.
Ia juga tak lupa meminum obat yang di berikan Samuel, ia melihat ketulusan dalam wajah Samuel ia juga sangat berterima kasih ketika ia sakit Samuel begitu peduli padanya meskipun Refa hanya mengaggap jika hubungan antara dirinya dan Samuel tidak lebih dari teman.
__ADS_1