
Samuel membawa Rey ke kantin rumah sakit ia ingin berbicara empat mata dengan Rey ada beberapa hal yang ia ingin sampaikan mengenai Refa.
Rey tidak menolak karena ia juga harus berbicara serius dengan Lelaki yang sedang dekat dengan mantan kekasihnya itu.
" Mau pesan minum apa? " tanya Samuel
" Air Putih saja, aku tidak ingin berlama-lama dengan mu " ucap Rey
Samuel membawakan dua air putih untuk mereka minum sambil mengobrol disana. suasana semakin canggung ketika Samuel dan Rey saling bertatap mata dengan tatapan tajam.
" Kamu yakin?? apa kamu sudah tahu cerita pertemuan ibumu, Tia dan Refa " ucap Samuel dengan senyum liciknya
" Apa maksudmu " tanya Samuel bingung
" Jadi dia tahu kejadian kemarin " batin Samuel
" Apa benar, ibu dan Tia sengaja menemui Refa kemarin, kenapa tidak ada yang bicara padaku " batin Rey
" Katakan, apa yang di katakan mereka kemarin, aku yakin kamu pasti tahu semuanya " ucap Rey dengan tatapan tidak suka
" Loh kenapa tanya aku, kenapa tidak tanya pada ibumu atau tunangan tercinta mu itu " ucap Samuel
" Sial, dia malah tidak mau bicara apapun " batin Rey
" Saya hanya ingin kamu menjauhi Refa mulai dari sekarang " ucap Samuel to the points
" Kamu lucu, kamu siapa berani sekali menyuruhku menjauhi Refa sedangkan kamu dan Refa tidak memiliki hubungan apapun " ucap Rey sambil tertawa mengejek pada Samuel
__ADS_1
" Sial, dia terlihat seperti mengejekku ku lagi " batin Samuel
" Kamu tidak bisa menyuruhku menjauhi Refa karena kamu sendiri tidak punya hubungan apapun dengan Refa, aku justru akan memperjuangkan Refa kembali " batin Rey
" Untuk sekarang aku mungkin bukan siapa-siapa Refa, kami memang belum punya ikatan suatu hubungan, tapi cepat atau lambat Aku akan menjadi calon suaminya Refa " ucap Samuel dengan tegas
" Baru calon kan, selama janur kuning belum melengkung Refa bukan milik siapa-siapa ingat itu " ucap Rey membuat Samuel kesal
" Aku ingatkan sama kamu jangan dekati Refa lagi, jangan buat dia sedih atau menangis lagi.. sudah cukup penderita dulu yang kamu berikan pada Refa " ucap Samuel membuat Rey heran
" Penderitanya apa maksud mu, aku tulis mencintai Refa dan hanya aku yang bisa membahagiakan Refa " ucapnya dengan percaya diri
" Membuat Refa bahagia, bagaimana bisa ibu mu saja tidak merestui hubungan kalian selama ini " ucap Samuel tersenyum senang karena apa yang di katakannya adalah benar
" Dari mana dia tahu tentang hal itu, apa Itu hal yang ibu bicarakan pada Refa, gawat.. Refa pasti kesal dan marah padaku " batin Rey
" Bagaimana pun caranya aku harus membuat Rey menjauhi Refa " batin Samuel
" Diam kamu, Kalau masalah itu kamu jangan khawatir karena aku akan memperjuangkan kembali cinta aku dan Refa, aku yakin ibu pasti akan merestui hubungan aku dengan Refa " ucap Rey
" Aku sarankan berhenti, jangan menyia-nyiakan hidupmu hanya untuk mengejar seseorang yang tidak pasti " ucap Samuel
" Apa maksud mu dengan tidak pasti, Refa adalah masa depanku " ucap Rey heran
" Aku tanya padamu apa Refa akan memperjuangkan hubungan dengan mu lagi setelah apa yang di lakukan ibumu dan Tia kemari " ucap Samuel membuat Rey bingung
" Refa, Ibu.. Tia,, Sebenarnya kalian berbicara apa, ini semua karena ulah Tia.. lihat saja nanti aku akan memberikan dia pelajaran " ucap Rey dalam hatinya
__ADS_1
" Bahkan kamu saja tidak tahu.. bagaimana mau memperjuangkan dan melindungi orang yang kamu sukai " tanya Samuel
" Cukup, urusan aku dan Refa tidak usah ikut campur kamu hanya orang ketiga saja di dalam hubungan ku dengan Refa " ucap Rey
" Apa kamu bilang?? orang ketiga apanya, kamu dan Refa saja tidak punya hubungan apapun, hubungan kalian sudah berakhir hubungan kalian hanya sebatas mantan kekasih " ucap Samuel tidak terima Rey berkata jika dia hanya pihak ketiga yang berarti perusak hubungan mereka saja
" Lihat saja nanti, akan ku buktikan jika Refa masih mencintai ku sampai kapanpun " ucap Rey
" Sialan, Refa selamanya akan menjadi milikku, dia sudah tidak mencintai mu lagi " ucap Samuel dalam hatinya
" Masih dengan percaya diri jika Refa mencintai mu, jelas-jelas Refa masih mencintai ku bukan kamu " batin Rey
" Silahkan buktikan sendiri, aku percaya jika ucapan ibumu kemarin sudah menyakiti hati Refa, mana mungkin Refa menerima mu kembali " ucap Samuel tidak pantang menyerah untuk membuat Rey menjauhi Refa
" Apa kamu masih berani mendekati Refa setelah aku berkata jujur dengan apa yang ibumu perbuatan pada Refa " ucap Samuel dalam hatinya
" Aku tak akan biarkan Refa sedih, aku harus bertanya pada mereka... " ucapnya Rey hendak pergi
" Tunggu dulu mau kemana, aku belum selesai bicara " ucap Samuel
" Aku mau ketemu Tia " ucapnya dengan tatapan kesal
" Pergi saja dan katakan pada tunangan mu itu untuk tidak bertindak gegabah apalagi sampai menyakiti Refa, dia harus berhadapan dengan ku " ucapnya sambil tersenyum senang karena wajah Rey sudah berbuah menjadi kesal dan marah
" Tidak usah berkata seperti itu, karena siapapun yang menyakiti Refa pasti akan berhadapan dengan ku " ucap Rey langsung pergi dari sana
" Bagus.. cepat pergi dan jangan dekati Refa lagi.. urus saja tunangan mu yang jahat " batin Samuel
__ADS_1
Sedangkan Samuel tersenyum senang, ia sudah memancing emosi Rey dan pasti marah-marah pada Tia. ia ingin tahu reaksi apa yang ibunya akan lakukan jika Mereka bertengkar.
" Untung aku tidak punya ibu.. jadi tidak ada yang bisa menentang hubungan ku dengan Refa "