Mengejar Cinta Dokter Cantik

Mengejar Cinta Dokter Cantik
Episode 44


__ADS_3

Refa di bawa ke ruangan VVIP dimana Kevin berada, awalnya Refa menolak namun karena ucapannya tidak di dengar oleh Tia akhirnya Refa mengikuti keinginan Tia.


" Ini ruang inap VVIP, Sebenarnya siapa yang sakit, apa keluarga Refa ada yang sakit... akh rencana Tia itu sebenarnya apa sih jadi semakin penasaran " batin Rey


" Ruang inap VVIP, siapa yang sakit?? , apalagi yang akan di rencanakan Tia " batin Refa


Tia langsung membuka pintu ruangan Kevin dengan senyum bahagianya ia langsung membawa Refa masuk kedalam yang di ikuti oleh Rey.


" Astaga, dokter Cerewet ini benar-benar membawa Refa kehadapan ku " ucap Kevin bahagia dalam hatinya


" Bukannya dia laki-laki tukang gombal itu, apa hubungannya dia sama Tia " batin Refa bingung


" Siapa laki-laki itu apa dia saingan cintaku, akh saingan cintaku bertambah satu " ucap Rey dalam hatinya


" Kamu Pasti kaget dengan kejutan yang aku bawa?? apalagi di depan Rey, pasti semua orang akan membencimu mulai hari ini " batin Tia


Tia langsung melepaskan tangannya dari tangan Refa sambil tersenyum ia langsung menghampiri Kevin.


" Bagaimana Tuan, ini dokter Refa yang Anda kenal kan Tuan?? " ucap Tia


" Dokter Tia, apa-apaan kamu bawa aku kesini, maf disini bukan tugasku.. aku permisi " ucap Refa


" Tunggu dokter Refa " ucap Kevin


" Refa kamu kenal dia " tanya Rey


" Astaga Dokter Refa pura-pura jual mahal, aku tahu jika kamu mengenal tuan Kevin " ucap Tia


" Kenapa Tia malah bawa aku sama laki-laki tukang gombal ini.. padahal aku dari pagi terus menghindari dia ini malah di pertemukan lagi " batin Refa


" Dokter Refa kamu harus tanggung jawab padaku?? " ucap Kevin membuat semua yang ada disana kaget termasuk Refa


" Apa maksud mu Tuan " ucap Refa bingung


" Aku harus cari alasan agar Refa mau merawat ku dan kami akan semakin dekat " batin Kevin


" Aku sakit begini juga karena mu?? " ucap Kevin

__ADS_1


" Gara-gara aku!! " tanya Refa


" Apa, jadi Tuan Kevin seperti ini gara-gara ulah Dokter Refa.. astaga ini tidak bisa di biarkan kita harus meminta pertanggungjawaban dari dokter Refa " ucapnya Tia memprovokasi Kevin agar marah pada Refa


" Diam kamu Tia, ini tidak ada hubungannya dengan kamu.. jangan mencoba memperkeruh keadaan " ucap Rey


" Sayang kamu ini bagaimana sih, meskipun kamu mantan kekasih Refa tapi jika Refa salah ya harus di hukum dia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya " ucap Tia tersenyum penuh kemenangan


" Apa jadi laki-laki ini mantan kekasihnya Dokter Refa, akh pantas saja aku merasa Dokter Tia punya dendam pribadi dengan dokter Refa dan dugaan ku ternyata benar, tapi laki-laki ini tidak lebih tampan dari aku " batin Kevin


" Dokter Tia tunggu dulu, jangan dulu berbicara meminta pertanggungjawaban ku sebelum aku tahu salahku apa sebenarnya " ucap Refa


" Ok, kita tanya Tuan Kevin.. dimana salahnya Dokter Refa " tanya Tia


" Tadi pagi ketika aku sudah memakan makanan punyamu, aku langsung bulak balik ke toilet ala kamu sengaja membuatku sakit perut atau kamu mau meracuni aku " ucap Kevin membuat Tia kaget


Makanan yang Refa makan sebagai sarapan paginya adalah bubur yang di berikan Tia itu sudah di berikan obat pencuci perut. Tia langsung bermuka pucat setelah mendengar ucapan Kevin.


" Sial, apa jangan-jangan Kevin memakan bubur yang sudah aku berikan obat pencuci perut makanya dia ada di rumah sakit ini " ucap Tia dalam hatinya


" Maksud Kevin apa bubur yang tadi pagi di rebut dariku.. tapi aku tidak memberikan sambal apapun di bubur itu masa ia sakit perut " ucap Refa dalam hatinya


" Tapi buktinya aku sakit perut " ucap Kevin


" Sudah lah jangan pura-pura sakit begini, ini pasti cara kamu untuk dekat dengan ku kan?? " tanya Refa


" Masa ia aku sampai melakukan hal gila Seperti itu " ucap Kevin


" Benar juga tidak mungkin dia sama gilanya dengan Samuel dulu, tapi bagaimana mungkin dia bisa sakit perut " batin Refa


" Aduh gawat, bagaimana ini kalau aku ketahuan " ucap Tia dalam hatinya


Refa dan Kevin terus berdebat di sana sedangkan Tia berwajah pucat ia takut jika kejahatannya terbongkar apalagi ia melihat orang yang jadi korban bukan Refa.


" Mungkin saja kamu makan makanan yang lain selain makan bubur punyaku " ucap Refa


" Aku serius tidak memakan apapun selain bubur punya mu itu " ucap Kevin

__ADS_1


" Lagian aku tidak menyuruhmu memakan makanan punya ku " ucapnya


" Kalau aku tidak memakan bubur itu, mungkin yang harusnya ada di sini adalah kamu.. kamu harusnya berterima kasih padaku " ucap Kevin


" Sial... kenapa lagi-lagi renacanaku gagal, kenapa banyak sekali orang yang menyukai Refa.. harusnya memang kamu Refa yang ada di ruangan ini bukan Tuan Kevin " batin Tia


" Kenapa aku curiga pada Tia, karena sejak laki-laki itu bicara masalah bubur ia tidak banyak bicara seperti biasanya, tapi mana mungkin Tia yang memasukan sesuatu pada makanan itu " ucap Rey dalam hatinya


" Pokonya aku tidak mau tahu, kau harus bertanggung jawab padaku dokter Refa.. hasil lab makanan itu akan keluar sebentar lagi " ucap Kevin tersenyum senang


" Silahkan saja tunjukan, aku tidak takut karena bukan aku yang membuatmu sakit perut " ucap Refa melihat wajah Tia yang pucat


" Tuan Kevin, mohon maaf aku pamit ada pekerjaan yang harus aku lakukan " ucapnya Tia dengan wajah gugupnya


" Tunggu.. " ucap Refa


" Ada apa " ucap Tia dengan wajah masamnya


" Bukannya kamu sudah pulang kerja kenapa sekarang mau kerja lagi.. ada apa ini apa jangan-jangan kamu tahu sesuatu tentang ini " ucap Refa


" Sial, kenapa Refa malah curiga padaku " batin Tia


" Aku tahu sifat kamu dulu Tia, aku yakin Kevin sakit gara-gara kamu.. tingkahku juga mencurigakan " ucap Refa dalam hatinya


" Refa juga merasakan kecurigaan seperti yang aku rasakan.. ternyata Refa sudah berubah " ucap Rey dalam hatinya


" Terserah aku saja.. toh ini pekerjaan ku bukan kamu " ucap Tia


" Sudah kamu diam saja disini, kita harus jadi saksi apa benar Refa yang membuat Pasien ini sakit atau pasien ini yang berbohong " ucap Rey


" Enak saja, aku tidak berbohong " ucap Kevin


" Tapi... " ucap Tia Bingung


.


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2