
Tak lama kemudian Tia datang ke ruangan Kevin dengan senyum mengembang di wajahnya, ia berpikir jika hari ini pasti Refa harus bertanggung jawab untuk sesuatu yang tidak ia lakukan.
Tok... Tok.. Tok..
" Masuk "
Tia melangkah masuk kedalam ruangan Tia, ia kaget karena disana ada beberapa orang termasuk Mang Diman, ia mang Diman yang kemarin ia suruh membelikan bubur.
" Kenapa mang Diman disini, apa dia sudah cerita pada Refa dan Kevin yang sebenarnya, akh aku harus pura-pura tidak tahu " batin Tia
" Kenapa dokter Tia tega memfitnah dokter Refa, bahkan hendak mencelakai Dokter Refa " ucap Mang Diman dalam hatinya
Tia segera menghampiri Kevin dengan niat ingin memeriksa keadaan Kevin yang sebenarnya sudah sembuh.
" Tuan Kevin, biar saya periksa dahulu keadaan anda " ucap Tia sambil tersenyum di paksakan karena ia pun gugup saat ini
" Silahkan " ucap Kevin membiarkan Tia melakukan pekerjaannya dahulu.
Tia langsung mengambil alat-alat untuk memeriksa keadaan Kevin, namun sebelum ia memeriksa Kevin ia berniat untuk mengusir Refa, mang Diman dan Samuel.
" Maf yang tidak berkepentingan dilarang silahkan keluar, saya mau memeriksa keadaan Tuan kevin " ucapnya dengan tatapan sinis pada Refa
" Biarkan saja mereka disini " ucapnya Kevin membuat Tia heran
" Tapi Tuan.. " ucap Tia terpotong
" Cepat lakukan tugasmu jangan pedulikan mereka " ucap Kevin dengan nada sinis
" Padahal aku ingin mengusir mang Diman disini, aku takut jika dia bicara sesuatu pada Kevin " batin Tia
" Dasar wanita jahat, lihat saja nanti akan ku beri dia pelajaran " ucap Samuel dalam hatinya
Setelah selesai memeriksa keadaan Kevin, Tia langsung memberitahukan jika keadaan Kevin sekarang sudah baik-baik saja jika dia mau hari ini juga bisa pulang.
" Aku belum mau pulang " ucap Kevin
" Apa yang mau kamu lakukan di rumah sakit ini.. " ucap Samuel dengan wajah marahnya, ia tahu jika maksud ucap Kevin karena ia sengaja ingin berlama-lama disini hanya karena ada Refa di rumah sakit ini
__ADS_1
" Karena urusanku belum beres, lagian kamu juga begitu dulu.. " ledek Kevin
" Sial, Kevin malah bikin aku kesal saja mana di hadapan Refa lagi.. aku harus menahan emosiku " ucapnya Samuel dalam hatinya
" Kalau begitu cepat di selesaikan Tuan " ucap Tia sambil tersenyum
" Benar apa kata dokter Tia, semua ini memang harus segera di selesaikan " ucap Mang Diman
" Sial, bagaimana bisa ia berkata begitu, punya hak apa dia disini " batin Tia
" Diam kamu, ini bukan urusanmu.. cepat pergi dari ruangan ini dan selesaikan pekerjaan mu " ucap Tia
" Kenapa bukan urusan ku, ini semua ada kaitannya dengan Aku dan dokter Tia " ucap Mang Diman
" Apa maksud mu ? " tanya Tia pura-pura tidak tahu
" Sudahlah jangan pura-pura bodoh atau kamu memang bodoh Sebenarnya " ucap Samuel
" Diam kamu, kamu disini bukan siapa-siapa.. jangan so jadi pahlawan " ucap Tia dengan nada marah
" Kevin sahabat ku dan dokter Refa sahabatku juga " ucap Samuel melihat Tia dengan tatapan tajam
" Jangan basa basi lagi.. semua kejadian yang menimpa Tuan Kevin semua ini salah Dokter Tia " ucap Mang Diman
" Sembarangan bicara kamu, jangan asal fitnah aku begitu, aku tidak terlibat sama sekali " ucap Tia menyangkal mati-matian didepan semua orang yang ada disana.
" Tuan, saya berkata sejujurnya kalau sebelum saya mengantarkan bubur ke ruangan dokter Refa, dokter Tia menghampiri saya di lobi dan menyuruh saya membelikan obat untuknya, lalu Saya segera membelikan obat tersebut, dan buburnya saya titipkan pada dokter Tia karena saya takut buburnya jatuh sesuai apa yang di bicarakan dokter Tia pada saya " ucap Mang Diman jujur tanpa di tutup-tutupi
" Astaga Kenapa Mang Diman malah bicara yang sejujurnya pada mereka dengan wajah jujurnya, aku harus membuat mereka lebih percaya padaku " batin Tia
" Aku memang menghampiri kamu di lobi dan menyuruh kamu ke membelikan obat untukku tapi aku tidak melakukan apapun pada Bubur itu " ucap Tia mengelak
" Dokter Tia buktinya Tuan Kevin masuk rumah sakit itu semua gara-gara bubur yang aku titipkan padamu " ucap Mang Diman kekeh
" Jangan bicara bohong, aku bisa tuntut kamu ke kantor polisi dengan tuduhan pencemaran nama baik " ucap Tia dengan raut wajah marah
" Sebelum kamu melaporkan Mang Diman, aku sendiri yang akan melaporkan kasus ini pada polisi " ancam Refa
__ADS_1
" Apa maksud mu Refa, oh atau kamu memang bersekongkol dengan Mang Diman untuk menuduhku seperti itu " ucap Tia
" Jangan banyak bicara dokter Tia, kami punya bukti yang akan memberatkan mu di kantor polisi jika kamu tidak mengaku sekarang juga " ucap Samuel sambil tersenyum sinis
" Apa bukti, mereka punya bukti apa.. gawat kalau begitu aku benar-benar akan masuk penjara jika mereka bukti yang bisa memberatkan aku.. aku tidak bisa membiarkan ini semua ini " batin Tia
" Kenapa kamu diam.. ada yang bisa kamu jelaskan pada saya " tanya Kevin pada Tia
" Tuan, apa tuan lebih percaya mereka di bandingkan aku " tanya Tia pada Kevin
" Saya percaya pada Refa " ucap Kevin tersenyum pada Refa
" Kenapa Tuan malah percaya pada mereka " Ucapnya
" Karena kami punya rekaman CCTV bagaimana kamu menaruh obat pencuci perut di bubur itu" ucap Refa tersenyum lalu memegang handphonenya
" Jadi bukti itu ada di handphone milik Refa.. aku harus menghacurkannya " batin Tia
Tanpa Refa sadar ternyata Handphone itu langsung di rebut oleh Tia, dengan senyuman liciknya Tia langsung melempar handphone Refa ke lantai hingga Handphone pecah menjadi dua keping.
Semua orang kaget dengan sikap Tia seperti itu bahkan sekarang handphone Refa sudah rusak, Samuel merasa tak tega melihat handphone itu tapi pemilik handphone itu malah tidak menunjukan wajah sedihnya.
" Kalian sekarang tidak punya bukti apapun tentang aku.. " ucap Tia sambil tersenyum jahat pada Refa
" Awalnya aku hanya berniat mengancam mu saja dan tidak berniat melaporkan mu ke kantor polisi, tapi melihat sikapmu seperti itu aku akan merubah pikiran ku, aku akan melaporkan kasus ini pada Polisi " ucap Refa membuat Tia kaget
" Aku ga mau di penjara.. aku tidak boleh di penjara " batin Tia
Tia langsung berlari keluar dari kamar Kevin namun mang Diman dan Samuel segera menghadangnya dengan sekuat tenaga dan mencoba menangkap Tia.
" Lepaskan aku.. kalian akan menyesal karena lebih mempercayai Refa di banding aku " ucap Tia
" Aku sudah menangkap mu, kita langsung bawa ke kantor polisi " ucap Mang Diman
" Jangan cape-cape kita tinggal telepon polisi agar segera kesini dan menyerahkan Dokter Tia pada polis agar di tindak lanjut " ucap Samuel
" Baik Tuan, saya akan telepon polisi dahulu.. mohon pegang tubuh dokter Tia sebentar " ucap Mang Diman
__ADS_1
" Baik "
Mang Diman segera menelepon polisi agar segera datang ke rumah sakit dan membawa Dokter Tia dari ruangan Kevin.