
Kini Rey sudah berada di depan kantor polisi dengan membawakan makanan kesukaan Tia sesuai dengan apa yang di perintahkan sang ibu.
" Ayo kita masuk kedalam " ucap sang ibu mengajak Rey
" Ibu saja yang pergi Kesana sendiri " ucap Rey
" Ayo cepat " ucap Sang ibu langsung menarik tangan Rey dengan senyum senangnya
" Pasti Tia akan senang jika aku bawa Rey kesini, aku harus membuat Rey semakin simpati pada Tia " batin Bu Rani
" Ish malas sekali aku kesini kalau bukan karena ibu " batin Rey
" Pasti Tia bahagia lihat kamu nak.. " ucap sang ibu masih menarik tangan Rey menemui petugas yang ada di sana.
Dia menemui petugas polisi yang tadi pagi ia temui, sambil tersenyum ia langsung memberitahukan pada petugas disana jika kedatangan kembali ingin menemui Tia lagi.
Petugas itu langsung membawa mereka ke ruangan khusus agar mereka bisa bertemu dengan Tia.
" Kalian tunggu disini, saya akan menyuruh petugas yang ada di dalam untuk segera memanggil tahanan yang bernama Dokter Tia " ucapnya
" Baik Pa, terima kasih " ucap Bu Rani
Mereka diam di ruangan itu, Bu Rani langsung membuka kotak makanan yang nanti akan di makan oleh Tia, ia ingin calon menantunya itu lebih bersemangat apalagi dengan kehadiran Rey disana.
" Rey nanti kamu siapin Tia ya " ucapnya
" Bu, kenapa harus segitunya sih, Tia bisa makan sendiri juga " ucap Rey
" Kamu jangan begitu, biar bagaimanapun Tia calon istrimu.. ibu harap untuk kali ini kamu harus bersikap baik padanya " ucapnya Bu Rani
" Tapi Bu " ucap Rey terpotong karena mata sang ibu yang melotot
" Sudah jangan banyak membantah, lakukan apa yang ibu katakan.. " ucap Bu Rani dengan nada marah
Rey tidak bisa berkata apapun karena sang ibu sudah terlihat marah, ia hanya bisa pasrah dan melakukan apapun yang ibunya minta meskipun ia tidak suka.
Tak lama kemudian Tia datang di temani oleh petugas wanita yang ada disana. Tia merasa kaget karena ada lelaki yang ia rindukan dari kemarin. Sambil tersenyum ia langsung duduk saling berhadapan dengan tunangannya itu.
__ADS_1
" Waktu kalian hanya Lima belas menit " ucap petugas itu
" Baik Bu " ucap Tia langsung melihat ke arah Rey
" Rey.. " panggil Tia dengan senyuman di wajahnya
" Ia nak, ibu sengaja membawa Rey kesini, oh ia lihat Rey juga sudah membelikan makanan kesukaan mu " ucap Bu Rani sambil tersenyum
" Ini beneran Rey kamu belikan ini semua untuk ku " ucap Tia sambil tersenyum senang
" Ia " ucap Rey dengan cuek
" Rey kamu jangan begitu, tadi kamu sangat khawatir sama Tia sekarang kamu malah cuek, kamu harap maklum ya Tia, Rey itu kebanyakan gengsi " ucapnya Bu Rani berbohong siapa Tia senang
" Ibu kenapa harus bersikap seperti itu, aku benar-benar muak dengan keadaan seperti ini tapi aku tidak bisa berbicara seperti itu pada ibu untuk sekarang " batin Rey
" Tidak apa-apa Bu, aku tahu jika Rey memang menyukai ku " ucap Tia sambil tersenyum senang
" Kalau begitu cepat Rey kamu suapi Tia " titah sang ibu
" Buka mulutnya " ucapnya Rey dengan nada kesal menyuapi Tia
" Tidak apa-apa Bu, aku malah semakin suka sama Rey " ucap Tia
Rey mulai menyuapi makanan yang ada di depannya itu sampai habis, Tia juga sangat lahap memakan makanan itu, entah memang ia benar-benar lapar atau karena di suapi oleh Rey.
Setelah Ria selesai memakan makanannya ia langsung menanyakan pada Bu Rani bagaimana dengan pengacara yang akan membebaskan dirinya dari kantor polisi ini.
" Bagaimana Bu, apa ibu sudah dapat pengacara yang bisa membantuku untuk keluar dari sini " tanya Tia
" Belum nak, ibu masih mencari pengacara yang terbaik untuk mu " ucap Bu Rani
" Ibu hubungi saja pengacara Richard, dia pengacara keluarga ku Bu.. dia pasti akan membantu ku.. ibu langsung datang saja ke kantornya di kota B " ucap Tia
" Baiklah nak, kamu jangan khawatir ibu akan lakukan yang terbaik agar kamu segera keluar dari kantor polisi ini " ucapnya
" Terima kasih ya bu " ucapnya Tia senang
__ADS_1
" Lagian kamu kenapa sih malah menggangu Refa, kamu memfitnah dia.. aku sudah tau apa yang terjadi sebenarnya " ucapan Rey membuat Tia kaget
" Bagaimana ini, semoga Rey tidak membenci aku karena masalah ini.. ini semua gara-gara Refa lihat saja aku pasti membalas dendam padamu " batin Tia
" Sudahlah Rey, ini hanya salah paham saja, Tia sudah menceritakan semuanya pada ibu " ucap Bu Rani membela Tia
" Bu, biar bagaimanapun Tia sudah salah " ucap Rey
" Rey ini bukan waktunya kita salah-salahan, ini waktunya kita cari solusi agar Tia keluar dari kantor polisi ini secepatnya " ucap Bu Rani
" Benar kata ibu Rey.. " ucap Tia
" Kamu tinggal minta maaf saja sama Refa dan semuanya akan selesai, aku tahu sifat Refa ia sangat baik dan mudah memaafkan.. dan ingat jangan pernah mengulangi kesalahan mu lagi " ucap Rey
" Sial, kenapa Rey malah terlihat membela Refa dan memujinya, dia tidak tahu apa kalau dia bersikap seperti ini membuat aku marah dan membenci Refa " batin Tia
" Rey ini bagaimana sih, masa ia malah membela Refa.. kasihan Tia pasti dia sedih karena perkataan Rey barusan " ucap sang ibu dalam hatinya
" Benar-benar berbeda, Tia tidak lebih baik dari Refa.. Refa memang tidak akan tergantikan " ucapnya Rey dalam hatinya
Waktu mengunjungi Tia sudah habis, petugas wanita itu langsung menghampiri Tia untuk membawa dia masuk kembali ke dalam tahanan.
" Dokter Tia, waktu anda sudah habis.. " Ucapnya
" Baik Bu " ucap Tia langsung berdiri dari hadapan Bu rani dan Rey.
" Bu, Rey... aku pamit ya " ucap Tia sambil tersenyum
" Ia nak, ibu besok kesini lagi " ucap Bu Rani
" Baik Bu "
Tia langsung di bawa kembali kedalam tahanan sedangkan Bu Rani langsung pergi dari sana bersama dengan Rey. ia akan pergi ke kantor pengacara sesuai dengan keinginan Tia barusan.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung...