
Refa sudah berada di luar ruangan Kevin. Ia turun kebawah menuju ruang karyawan kebersihan yang tadi membantunya membelikan bubur.
" Aku tidak yakin jika petugas itu berniat jahat padaku " ucap Refa dalam hatinya
Orang yang di cari Refa pun sudah pulang, Refa juga sempat menanyakan nomber handphone karyawan tersebut namun tidak ada yang tahu jika karyawan itu punya handphone.
Refa mulai bingung harus mencari bukti dimana lalu ia berpikir tentang CCTV karena semua semua sudut di rumah sakit ini bisa terpantau oleh CCTV. Ia langsung menuju ruangan dimana petugas CCTV selalu memantaunya bergantian.
Tok... Tok..
" Maf anda siapa?? ini ruangan yang tidak sembarang orang bisa masuk " tanya petugas CCTV membukakan pintu
" Perkenalkan nama Saya Dokter Refa saya salah satu dokter di rumah sakit ini, kedatangan saya kesini ingin melihat CCTV tadi pagi.. " ucap Refa terpotong
" Bukannya anda dokter Refa ya? " ucap Salah satu petugas yang melihat kehadiran Refa
" Dokter Refa yang hebat itu " ucap petugas yang lainnya
" Anda kenal saya?? " ucap Refa sambil tersenyum
" Satu bulan yang lalu anak saya menderita penyakit Tumor, anda Yang sudah menyelematkan putra saya.. Terima kasih dok " ucapnya
" Ini kesempatan bagus untuk membujuk mereka agar membantu ku memecahkan masalah ini " batin Refa
" Sama-sama ini sudah menjadi tugas saya sebagai dokter " ucap Refa
" Biarkan dokter Refa masuk, silahkan dok " ucapnya
" Baik terima kasih " ucap Refa sambil tersenyum
Refa masuk kedalam ruangan tersebut. ia melihat begitu banyak CCTV yang di pantau disini, ia ternyata datang ketempat yang benar meksipun belum menemukan petugas kebersihan itu.
" Semoga saja mereka mau membantu ku " batin Refa
" Jadi kedatangan dokter kesini untuk apa?? " tanyanya lagi
" Jadi Sebenarnya aku kesini ingin meminta bantuan anda " ucap Refa dengan nada ragu-ragu
" Bantuan apa Dok, katakan!! kalau saya bisa bantu pasti saya bantu " ucapnya sambil tersenyum
__ADS_1
" Bagus kalau begitu, tadi pagi saya menyuruh seorang petugas kebersihan untuk memesan bubur untuk saya sarapan tapi yang memakan bubur itu sebenarnya bukan saya, dan yang memakan bubur itu malah terbaring di rumah sakit karena sakit perut.. Dia mengancam saya dan akan membawa kasus ini ke kantor polisi.. " ucap Refa
" Tega sekali dia Dok " ucap Mereka.
" Ia, Sebenarnya dia punya hubungan apa dengan dokter " tanyanya
" Aku harus jawab apa, masa ia aku hilang jika dia laki-laki yang mengejar-ngejar aku.. aku tidak enak jika berkata seperti itu " batin Refa
" Em, bisa di katakan kita berteman " ucap Refa
" Teman ko seperti itu " ucapnya
" Maka dari itu aku mau meminta kalian untuk melihat CCTV tadi pagi agar semuanya jelas, karena orang itu awalnya memang mau berniat jahat padaku tapi malah pada orang lain.. jika dibiarkan terus-menerus dia akan terus mencelakai ku " ucap Refa
" Dokter Benar, kita harus membuat para penjahat itu jera " ucapnya
" Yang kalian katakan adalah benar.. jadi bisakah kalian membantu saya " ucap Refa
" Bisa Dok, kita akan perlihatkan CCTV tadi pagi " ucapnya
" Tepatnya sebelum pukul delapan pagi " ucap Refa
" Baik dok tunggu sebentar " ucap Mereka
" Dokter Refa sepertinya kami harus teliti melihat CCTV ini karena di waktu itu sudah banyak orang yang berdatangan ke rumah sakit ini " ucapna
" Tidak apa-apa Aku akan sabar menanti, kalian sampai selesai.. silahkan lihat CCTV-nya " ucap Refa sambil tersenyum
" Baiklah " ucap Mereka
Mereka tampak serius melihat CCTV tersebut, sedangkan Refa hanya duduk tak jauh dari mereka berada. Handphone mulai berbunyi tanda seseorang menghubunginya siapa lagi kalau bukan Samuel ia langsung mengangkat teleponnya.
Kring.. Kring...
" Halo Refa, kamu dimana dari tadi aku mengetuk pintu apartemen mu namun tidak ada jawabnya " ucap Samuel bingung
" Oh kamu ke apartemen ku, maf ya Sam hari ini aku tidak bisa makan malam bersamamu " ucap Refa
" Apa kamu sibuk?? biar aku bawakan saja makananya ke rumah sakit " ucap Samuel
__ADS_1
" Ya aku sibuk tapi bukan masalah pekerjaan ku " ucap Refa tampak bingung menjelaskannya
" Lalu sibuk apa?? " tanya Samuel
" Apa sebaiknya aku meminta tolong Samuel untuk membelikan Beberapa makanan untuk mereka, biar bagaimanapun mereka sudah bekerja keras mau membantuku " batin Refa
" Nanti aku jelaskan padamu jika kamu mau kerumah sakit, sekalian tolong bawakan beberapa makanan untuk dua orang temanku... kita makan sama-sama disini " ucap Refa
" Baiklah, kamu tunggu aku disana jangan pulang dulu " ucap Samuel
" Ok " ucap Refa sambil tersenyum menutup teleponnya
Mereka tidak terganggu dengan perbicangan yang Refa lakukan di telepon, mereka fokus pada rekaman CCTV yang mereka sedang cari.
Tak lama kemudian Samuel sudah sampai di rumah sakit ia langsung menghubungi Refa dan menunggunya di lobi rumah sakit.
Setelah mendapatkan telepon dari Samuel ia langsung pergi ke lobi untuk menemui Samuel di sana dengan wajah bersemangat bagaimana pun Samuel selalu menemani dirinya untuk beberapa bulan ini.
" Nih, aku sudah bawakan banyak makanan " ucapnya Samuel memberikan paper bag itu pada Refa
" Terima kasih Sam " ucapnya
" Sama-sama, sekarang kamu jelaskan apa yang sebenarnya terjadi " tanya Samuel
" Kita bicara saja di taman " ucap Refa membawa Samuel ke taman rumah sakit tak jauh dari lobi
" Baiklah "
Disana Refa langsung bercerita dengan jujur tentang masalah yang menimpa dirinya, di tuduh melakukan kejahatan yang ia tidak lakukan apalagi di depan Rey.
Samuel yang mendengar cerita dari Refa langsung marah dan kesal rasanya ia ingin memarahi semua orang yang berbuat jahat pada Refa termasuk Rey.
" Berani sekali dia menuduh mu seperti itu, biar aku hajar orang itu " ucap Samuel dengan raut wajah marah
" Dia tidak salah karena dia juga pasti percaya karena sebelumnya ia mau memakan makanan punya ku " ucap Refa
" Ini tidak bisa di biarkan, karena dia mau memakan makanan mu, apa dia mantan kekasihmu seperti Rey " tanya Samuel dengan perasaan cemburu
" Dia laki-laki yang suka merayuku.. aku juga tidak suka padanya.. Rey mantan kekasih ku yang pertama " ucap Refa
__ADS_1
" Ah, syukurlah hanya Rey mantan kekasihnya.. apa jangan-jangan ada orang yang menyukai Refa selain aku, gawat.. gimana kalau Refa menyukainya.. " batin Samuel
" Aku jadi penasaran bagaimana orang itu " ucap Samuel dengan nada marah