Mengejar Cinta Dokter Cantik

Mengejar Cinta Dokter Cantik
Episode 12


__ADS_3

Disisi lain Samuel kini sedang berdiri di balkon rumah sakit sambil melihat ke bawah. Ia juga sebenarnya takut namun demi melihat Refa dan mendapatkan simpati dari Refa ia rela melakukan seperti ini.


" Tuan cepat Turun dari sana " ucap Linda dengan nada cemas


" Jangan mendekat " ucap Samuel dengan berteriak


" Tuan tenangkan diri anda " ucap Security yang ada di sana


Di bawah juga sudah disiapkan balon besar yang biasanya di gunakan untuk penyelamatan orang yang ingin lompat ke bawah gedung.


" Kenapa kakiku malah bergetar melihat ke bawah " batin Samuel


" Jangan sampai dia nekat " batin Linda


" Tuan.. kota bicarakan baik-baik.. ayo turun " ucap Linda ingin menghampiri Samuel


" Aku bilang jangan mendekat " ucap Samuel


" Kenapa malah takut begini untuk lompat, padahal di bawah kan ada balon " batin Samuel


" Tuan tolong jangan seperti itu, Saya sudah menelepon Dokter Refa, dia dalam perjalanan kesini " ucap Dokter Amel


" Kamu yakin " ucap Samuel sambil tersenyum senang


" Ia Tuan, makanya Tuan turun " ucap Dokter Amel


" Aku tidak akan turun sebelum dokter Refa kesini " ucap Samuel kekeh pada pendiriannya


" Aduh bagaimana ini dok " bisik suster Linda pada Dokter Amel


" Kita tunggu dokter Refa kesini " ucap Amel dengan raut wajah cemas


Begitulah Samuel ia pernah jatuh cinta namun cintanya tak bisa ia miliki karena ia jatuh cinta saudaranya sendiri, makanya ketika cinta itu hadir kembali kepada Refa ia berjanji tidak akan melepaskan orang yang ia cintai lagi.


Walau sebenarnya caranya salah tapi baginya tidak apa-apa asalkan ia bisa setiap hari bisa bertemu dengan Refa, ia yakin jika suatu saat Refa juga akan menyukai dia.


.


...****************...

__ADS_1


.


Refa segera menuju rumah sakit dimana Samuel disana. Ia juga menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar cepat sampai disana


Ia melihat jika rumah sakit ramai apalagi di depan gedung rumah sakit, semua orang berkumpul melihat seseorang yang ingin loncat siapa lagi kalau bukan Samuel.


Lelaki nekat yang sering mengganggunya akhir-akhir ini, bahkan mau melakukan hal yang membahayakan bagi dirinya.


Refa segera turun dari mobil menuju balkon rumah sakit sambil berlari, ia tidak mau jika terjadi sesuatu pada Samuel. Nanti rumah sakit ini namanya akan jelek di mata masyarakat.


" Dia kenapa sih ada saja tingkahnya yang membuat orang lain kesusahan " ucap Refa ia ngomel-ngomel sendiri menuju ke balkon


Tak butuh waktu lama kini Refa sudah sampai di balkon, ia melihat Dokter Amel, suster Linda dan beberapa Security juga ada di sana.


Refa langsung mendekati Samuel Yan sedari tadi sedang melihat wajah Refa karena senang ternyata Refa datang menemuinya.


" Turun " ucap Refa dengan nada marah


" Tidak mau " ucap Samuel sambil tersenyum


Semua yang melihat Samuel sedang tersenyum pada Refa pun di buat geleng-geleng kepala karena ulahnya. Mereka segera membubarkan diri sesuai dengan apa yang Refa katakan.


Dokter Amel dan Suster Linda pun meninggalkan tempat itu bersama dengan semua Security. Tinggallah Refa dan Samuel hanya berdua.


" Ia aku mau disini " ucapnya Samuel


" Kalau begitu kamu disini saja, aku mau pulang " ucap Refa hendak meninggalkan Samuel sendirian


" Tunggu " ucap Samuel


Ketika Samuel hendak turun kakinya malah terpeleset ia pun langsung terjatuh kebawah namun untungnya Refa dengan cepat menangkap tangan Samuel.


" Dokter Refa Tolong aku " ucap Samuel dengan nada ketakutan


" Tadi dia dengan percaya dirinya ingin lompat tapi sekarang malah minta tolong padaku.. " batin Refa kesal


" Aku ga mau mati.. apalagi harus ninggalin Refa bagaimana kalau Refa malah nikah sama orang lain " batin Samuel


" Pegang tangan ku terus " ucap Refa mencoba menarik tangan Samuel

__ADS_1


" Kamu jangan lepaskan tangan aku " ucap Samuel


" Kamu tenang, aku akan menyelamatkan mu " ucap Refa pelan-pelan menarik tangan Samuel


Meskipun berat dan dia juga kewalahan untuk Manarik tangan Samuel namun pada akhirnya Samuel bisa di tarik oleh Refa.


" Dokter Refa terima kasih " ucap Samuel sambil memeluk Refa


Refa mencoba menenangkan Samuel ia juga mengusap punggung Samuel agar lebih tenang.


" Kamu tenang semua sudah berlalu.. jangan di ulangi lagi ya " ucapnya Refa berbicara dengan lembut membuat Samuel nyaman berada di pelukannya


" Terima kasih Dok " ucap Samuel melepaskan pelukannya


" Kalau begitu kita pergi ke kamar mu ya " ucap Refa


Samuel hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju di bawa ke kamarnya oleh Refa. Refa tampak memapah Samuel karena kakinya masih bergetar akibat peristiwa barusan.


Setidaknya Samuel akan kapok dan tidak akan mengulangi perbuatannya yang nekat seperti ini apalagi membahayakan dirinya sendiri.


Mereka pun sudah sampai di kamar perawatan Samuel. Refa menyuruh Samuel untuk berbaring di ranjang rumah sakit. Ia juga tampak memeriksa keadaan Samuel takutnya ada luka akibat peristiwa barusan.


" Samuel apa yang luka atau sakit gara-gara barisan " tanya Refa


" Tidak ada " ucapnya Samuel


" Syukurlah kalau begitu " ucap Refa sambil tersenyum


" Tunggu " ucap Samuel memegang tangan Refa


" Ada apa " ucap Refa bingung


" Tangan dokter Refa Berdarah " ucap Samuel dengan wajah penuh rasa bersalah


" Ah ini, hanya luka kecil tidak apa-apa " ucapnya Refa sambil tersenyum


" Kalau Begitu biar saya obati " ucap Samuel


" Tidak usah " ucap Refa

__ADS_1


" Tapi dok.. saya bisa obati sendiri.. sekarang makan buburnya lalu minum obatnya.. saya permisi mau ke toilet dulu " ucap Refa


" Baik dok... " ucap Samuel melihat punggung Refa yang semakin jauh darinya.


__ADS_2