Mengejar Cinta Dokter Cantik

Mengejar Cinta Dokter Cantik
Episode 50


__ADS_3

Keesokan harinya,,


Samuel sengaja bangun pagi-pagi, ia juga sudah menyuruh pelayan membuatkan kotak makanan dua untuk dirinya bawa ke apartemen Refa.


Pagi-pagi sekali ia sudah terlihat tampan dan rapi meskipun matanya tidak bisa berbohong karena ia masih mengantuk, tapi demi Refa ia rela bangun pagi-pagi ia tidak mau kejadian kemarin terjadi pada Refa meskipun dia tidak sakit perut tapi tetap saja mereka belum mengungkapkan masalah ini, Kita tidak pernah tahu apa Tia akan mencelakai Refa lagi.


" Tuan Samuel, sarapannya sudah siap " ucap sang pelayan


" Ok, terima kasih " ucap Samuel sambil tersenyum


Sang pelayan pamit ke dapur lagi untuk melanjutkan pekerjaannya lagi sedangkan Samuel langsung menuju mobil yang sudah di cuci bersih oleh supirnya.


" Tuan mau ke kantor pagi-pagi sekali " tanyanya


" Saya mau kerumah teman saya " ucap Samuel sambil tersenyum


" Mau saya antar Tuan " tanyanya


" Tidak usah kamu servis saja mobilku yang lainnya " ucap Samuel


" Baik Tuan " ucapnya


Samuel memang punya beberapa koleksi mobil meskipun begitu dalam perawatannya Samuel lebih mengutamakan apalagi mobil miliknya bernilai tinggi dan termasuk barang mewah.


Ia langsung masuk kedalam mobilnya dan langsung mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, jalanan pun terlihat masih sepi hingga ia tidak perlu bermacet-macetan.


Tak lama kemudian ia sudah sampai di gedung apartemen Refa, ia langsung masuk kedalam dan segera menuju Apartemen Refa.


Tok... Tok... Tok...


Ia mengetuk pintu apartemen Refa namun Tidka ada jawaban disana. ia langsung mengambil handphonenya yang ada di saku celananya lalu segera meneleponnya.


Kring... Kring...


" Halo... siapa nih " ucap Refa dengan nada khas bangun tidur


" Pasti wajahnya lucu pas bangun tidur " batin Samuel


" Ini aku Samuel " ucapnya


Refa langsung membulatkan matanya ketika orang yang beberapa bulan ini menarik perhatiannya. ia benar-benar kaget kenapa bisa Samuel menghubunginya sepagi ini pikirnya.


" Samuel.. ada apa " ucap Refa mencoba tenang

__ADS_1


" Aku sudah dari tadi di depan pintu apartemen mu, cepat buka aku kedinginan " ucap Samuel sambil tersenyum


" Apa benar Samuel di depan pintu apartemen ku, gawat bahkan aku baru bangun jam segini.. tapi tunggu ini kan masih pagi " batin Refa bingung


" Refa kamu tidak tidur lagi kan.. kamu dengarkan ucapan ku " tanya Samuel bingung karena Refa tampak diam cukup lama tidak menjawab ucapan dirinya


" Ah ia Sam, tunggu sebentar " ucap Refa langsung menutup teleponnya


" Gawat-gawat bagaimana ini.. aku belum mandi.. aku harus bagaimana " ucap Refa bangun bingung apa yang harus ia lakukan


Tok... Tok... Tok..


Dari luar tampak tidak sabar ingin melihat wajah Refa ketika bangun tidur jadi Samuel terus mengetuk-ngetuk pintunya.


Refa langsung menghampiri pintu, ia tidak langsung membukakan pintu apartemennya, ia hanya melihat dari lubang kecil, ia mengintip disana memang Samuel ada disana ternyata.


" Aku buka jangan ya.. apa yang harus aku lakukan " ucap Refa mundar-mandir bingung


Tok.. Tok.. Tok...


" Refa ayo buka " ucap Samuel dari balik pintu


" Buka saja deh " batin Refa


Refa segera membukakan pintu apartemennya ia melihat jika Samuel sudah berdandan Rapi sedangkan ia hanya memakai piyama tidurnya seperti biasanya.


" Astaga Refa terlihat lucu ketika bangun tidur.. aduh kenapa aku malah ingin memeluknya " batin Samuel


" Maf aku baru bangun tidur, lagian kamu kenapa pagi-pagi sekali kesini " tanya Refa


" Aku bawakan sarapan untuk kita.. cepat kamu pergi mandi, lihat di pipimu ada iler " ledek Samuel


" Masa ia " ucap Refa benar-benar malu, ia langsung masuk kedalam kamar mandi dan mengecek keadaanya.


Tapi yang di ucapkan Samuel tidak benar, ia hanya ingin membuat Refa malu dan kesal, ia semakin tahu cara membuat Refa malu dan tertawa.


" Bisa gila kalau Refa ada di depanku dengan penampilan seperti itu, rasanya aku ingin peluk dan cium dia,, tapi tidak bisa lakukan itu Sam.. jangan membuat Refa menjauhi mu " batin Samuel


Ia duduk di kursi makan, ia membuka kotak makanan yang sudah di siapkan oleh pelayan di rumahnya. Tak lupa ia membuatkan susu hangat untuk Refa dan kopi untuk dirinya.


Ia pasti bahagia bisa bersama dengan Refa sepanjang hari apalagi kalau dirinya dan Refa menikah, semua khayalan tentang dirinya dan Refa sudah ada di pikirannya namun yang jadi masalah dirinya dan Refa masih berstatus teman belum pacar apalagi suami.


" Sampai kapan aku memendam perasaan ini pada Refa.. tapi kamu harus sabar Sam siapa tahu nanti kamu bisa langsung mengajak Refa menikah.. agar kamu tidak kehilangan Refa " batin Samuel

__ADS_1


Samuel sudah menyiapkan sarapan untuk dirinya dan Refa, tak lama kemudian Refa keluar dari kamarnya dengan pakaian yang sudha rapi.


" Pagi Sam " ucap Refa sambil tersenyum


" Pagi.. saya.. astaga maksudku Pagi Refa " ucap Samuel hendak keceplosan ingin memanggil Refa dengan sebutan Sayang


Sedangkan Refa heran dengan panggilan nama yang sebelumnya Belum pernah di ucapkan Samuel sama sekali.


" Siapa nama Saya yang di maksud Sam, apa dia wanita yang di sukai Sam.. aku kenapa tidak suka jika ada wanita yang dekat dengan Sam " ucap Refa dalam hatinya


" Kenapa diam, ayo duduk " ucap Samuel berdiri dan menuntun Refa supaya duduk di kursi makan untuk sarapan bersama dengan dirinya


" Lihat aku menyiapkan ini untuk sarapan kita " ucap Samuel


" Terima kasih Sam " ucap Refa mencoba tenang dan mengubur rasa cemburunya karena nama yang tidak jelas Sam ucapkan tadi


" Sama-sama, lagian aku ga mau kaya kemarin kamu hampir di sakit perut gara-gara ada orang yang sengaja ingin jahat padamu.. " ucap Samuel


" Astaga ternyata Dan peduli padaku.. aku merasa senang sekarang " ucap Refa dalam hatinya


" Terima kasih sam " ucap Refa


" Ayo makan " ajak Samuel


Mereka tampak memakan sarapan yang sudah disiapkan Samuel, dengan lahap dan hati senang Refa menghabiskan sarapannya membuat Samuel senang.


" Aku senang jika Refa lahap begini makannya " ucap Samuel dalam hatinya


" Besok-besok aku akan buatkan sarapan untuk mu " ucap Samuel membuat Refa kaget


" Jadi Samuel akan setiap hari datang kerumah ku, aduh bagaimana ini.. apa dia akan benci padaku jika aku terlihat jelek ketika batin tidur " batin Refa


" Sekalian aku bisa melihat wajah Refa yang menggemaskan " ucap Samuel dalam hatinya


" Sepertinya tidak usah Sam " ucap Refa


" Memangnya kenapa " tanya Samuel bingung


" Kalau kamu setiap hari kesini dan mengantar sarapan itu bisa merepotkan mu " ucap Refa


" Refa, aku sudah pernah bilang kalau kamu tidak usah sungkan padaku, lagian aku juga setiap hari sarapan dan makan sendirian terus, apa salahnya jika aku punya teman makan bersama " ucap Samuel


" Kasihan Juga Samuel, sepertinya memang dia sangat kesepian selama ini " ucap Kevin Refa dalam hatinya

__ADS_1


" Refa, refa jelas-jelas aku lakukan semua ini karena aku menyukai mu mana ada report, jangankan ke apartemen dan rumah sakit ke ujung dunia pun akan aku tempuh untuk menemui mu " ucap Samuel dalam hatinya


" Baiklah kalau begitu " ucap Refa sambil tersenyum


__ADS_2