
Mereka sudah selesai sarapan dan memutuskan untuk segera pergi menuju rumah sakit dimana Refa akan menemui seseorang yang akan di jadian sebagai saksi di hadapan Kevin.
Samuel hanya akan mengantarkan dan menemani Refa, ia tidak akan terlalu ikut campur, biar bagaimanapun dia hanya akan orang yang akan melindungi Refa di saat nanti keadaanya darurat.
Samuel melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi untuk segera sampai di rumah sakit, ia juga penasaran dengan sosok laki-laki yang menjadi saingan cintanya itu.
Mereka segera turun dari mobil setelah Samuel sudah menepikan mobilnya di parkiran rumah sakit. Refa melihat petugas kebersihan yang kemarin membantunya membelikan bubur.
" Mang Diman " panggil Refa segera menghampirinya dengan di buntuti Samuel
" Pagi Dokter Refa, tumben pagi-pagi sudah datang ke rumah sakit " tanyanya
" Mang Diman, bisa ikut saya sebentar " ucap Refa
" Bisa Dok, memangnya ada apa " tanyanya
" Susah mang Diman ikut saja ya.. ada hal yang penting yang harus kita bicarakan " ucap Refa
" Baiklah kalau begitu " ucapnya
Mereka bertiga langsung masuk ke gedung rumah sakit, Refa membawa Samuel dan Mang Diman menuju ruang Inap VVIP dimana Kevin berada. ia yakin jika sebentar lagi ia akan lepas dari ancaman Kevin.
" Dokter Refa ini bukannya ruang inap VVIP, kenapa kita kesini " tanyanya di depan pintu kamar Kevin
" Ayo mang Diman kita masuk saja " ucap Refa sambil tersenyum
" Baiklah Dok " ucapnya
Mereka masuk kedalam kamar Kevin, disana Kevin sedang tidur di temani oleh Asistennya karena ia tidak mau tidur di rumah sakit sendirian.
" Tuan Kevin " panggil Refa membuat Kevin bangun karena suara dari wanita yang ia sukai memanggilnya.
" Ada dokter Cantik " Ucap Kevin sambil tersenyum
" Jadi maksudnya apa kemarin malam Kevin menyemangati aku tapi sebenarnya dia saingan cintaku " ucap Samuel dalam hatinya
Mata Kevin tertuju pada seorang laki-laki yang berada di dekat Refa, laki-laki yang sudah bersahabat dengan dirinya semenjak mereka sekolah.
" Kenapa Bisa Samuel berada di dekat tubuh dokter Refa " batin Kevin
__ADS_1
" Loh Sam, ko kamu ada disini.. bukannya kamu ada urusan pagi-pagi sekali kenapa kamu bisa ada disini " tanya Kevin kaget
" Sam, kamu kenal dengan Kevin " tanya Refa heran
" Aku kesini bukan untuk kamu Kevin, aku ingin meluruskan kesalahpahaman Refa padamu " ucapnya Samuel dengan nada kesalnya
" Dia memang temanku.. hati-hati dia playboy " ucap Samuel membuat Kevin marah
" Apa maksud dari ucapan Samuel, kenapa dia malah berkata seperti itu di depan Refa membuat Refa semakin membenci ku saja " batin Kevin
" Pantas saja " ucapnya Refa sambil tersenyum sinis
" Mau apa kalian kesini pagi-pagi " tanya Kevin dengan nada marah
" Kami ingin membawa bukti dan saksi.. kamu ngomongnya biasa saja " ucap Samuel terpancing emosi
" Aku bicara biasa aja, lagian kamu sudah mancing emosi ku duluan " ucap Kevin
" Apa maksud mu " ucap Samuel menghampiri tubuh Kevin
" Sam sudahlah jangan ribut ini rumah sakit " ucap Refa membuat Samuel menahan emosinya
" Sial Samuel malah menjelekkan aku barusan dan sepertinya dia cukup dekat dengan Refa apa jangan-jangan wanita yang ia sukai adalah Refa " batin Kevin
" Dokter Refa memang pintar, tak salah jika aku menyukainya " batin Kevin
" Tunggu Dok, maksudnya Dokter apa, sarapan dan obat pencuci perut " ucap Mang Diman heran karena disini hanya dia yang tidak tahu apa-apa
" Mang Diman kemarin aku menyuruh Mang Diman memberikan bubur untuk sarapan " tanya Refa
" Benar Dok, seperti biasa Dokter tidak pakai kerupuk dan kacang " ucapnya
" Jadi begini Mang Diman, setelah mang Diman memberikan bubur pada saya ada seseorang yang merebut makan saya dan memakannya, tapi yang jadi pertanyaan setelah ia memakan bubur itu ia malah sakit perut " ucap Refa dengan sabar menjelaskan kronologi kemarin
" Astaga Dokter Refa kenapa bisa sakit perut, padahal bubur yang nona pesan memang tidak pernah memakai sambal " ucapnya
" Ternyata Refa bisa bicara selembut ini menjelaskan pada seseorang yang bahkan hanya seorang petugas kebersihan, aku semakin menyukainya " batin Kevin
" Kenapa pandangan wajah Kevin seperti itu, dasar mata keranjang.. awas saja jika dia merebut Refa dari tangan ku " batin Samuel
__ADS_1
" Nah yang jadi pertanyaan saya, Mang Diman setelah membeli bubur bertemu dengan seorang wanita?? siapa dia " tanya Refa dengan wajah serius
" Seorang wanita?? Saya bertemu dengan banyak wanita dok " ucap Mang Diman mulai bingung
Refa mengambil handphonenya yang masih ditangan Kevin, ia menunjukkan rekaman CCTV itu pada Mang Diman agar lebih jelas mengingat semua kejadian kemarin.
" Wanita ini siapa " tanya Refa membuat Mang Diman ingat kejadian kemarin
" Oh, wanita ini.. ini mah dokter Tia Non lihat tas di gunakan Dokter Tia itu tas mewah dan hanya satu di dunia " ucap Mang Diman
" Bagus, ternyata memang Tia yang melakukannya.. dia harus bertanggung jawab pada Kevin " batin Refa senang
" Lihatkan bukan aku pelakunya melainkan Tia " ucap Refa melihat wajah Kevin yang sedari tadi hanya memandang wajah Refa
" Tidak bisa begitu, kita harus memanggil dokter Tia kemari.. " ucap Kevin
" Baik Kita tunggu dokter Tia datang kesini " ucap Refa
" Tuan, dokter Refa ini tidak salah dan tidak tahu apa-apa karena setelah membeli bubur dokter Tia datang menyuruhku membelikan obat untuk dirinya, aku segera membelikan obat untuk dokter Tia. Tadinya bubur itu saya mau bawa ke apotik namun kata dokter Tia tidak usah basa-basi bubur Kesana kemari nanti buburnya jatuh dan harus memesan lagi.. di tambah jika ingin mendapatkan bubur itu harus antri lama " ucap Mang Diman jujur tanpa di tutup-tutupi
" Lalu kenapa mang Diman mau di suruh-suruh oleh Tia " ucap Samuel dengan nada marah
" Maafkan saya Tuan, saya tidak bisa menolak karena tugas saya juga disini cuma seorang petugas kebersihan.. jadi jika ada waktu luang saya selalu membantu orang lain " ucapnya dengan nada bersalah
" Sam, sudahlah dia tidak salah juga.. Kan kita sudah tahu jika yang salah adalah Tia bukan mang Diman " ucap Refa
" Kenapa mereka terlihat sangat mesra, akh membuatku cemburu saja " ucap Kevin dalam hatinya
" Terima kasih Dok sudah percaya padaku.. aku bisa jamin jika ucapan ku yang barusan adalah benar, aku tidak berbohong " ucap Mang Diman
" Sudah lah mang Diman tidak usah merasa bersalah seperti itu.. aku percaya pada mang Diman " ucap Refa sambil tersenyum
" Ini yang aku suka dari Refa, senyumannya manis dan tulus tanpa di buat-buat.. akh aku semakin menyukai Refa " ucap Samuel dalam hatinya
" Astaga Senyuman dokter Refa sangat manis, melelehkan hatiku saja " ucap Kevin dalam hatinya
.
.
__ADS_1
.
Bersambung...