Mengejar Cinta Dokter Cantik

Mengejar Cinta Dokter Cantik
Episode 39


__ADS_3

Kedatangan Kevin membuat Refa kesal bagaimana tidak Kevin datang hanya untuk merayu dan menggodanya saja. Untung Refa bukan tipe wanita yang mudah di goda seperti itu. Ia segera membereskan dokumen yang ada di mejanya lalu pergi keruang operasi untuk menjalankan tugasnya.


Sedangkan di tempat lain Tia sangat senang karena dia sudah membuat Refa sakit perut pikirannya. ia yakin jika sekarang Refa sedang mundar mandir di kamar mandi karena obat yang ia masukan kedalam bubur milik Refa.


Tia melakukan itu karena kesal pada Refa karena kemarin calon mertuanya memarahi dirinya setelah Refa pergi dari restoran. Ia merasa jika kemari Bu Rani membela Refa padahal yang harusnya di bela adalah dia calon istrinya Rey.


" Itu balasan karena kemarin ibu memarahi ku gara-gara kamu.. Rey juga terus menghindari ku kemarin pasti itu semua gara-gara kamu juga Refa,, " ucap Tia dalam hatinya


Untungnya Refa tidak sempat memakan bubur yang sudah berikan obat sakit perut itu, karena sudah di ambil dan di makan terlebih dahulu oleh Kevin. Jadi yang mengalami sakit perut adalah Kevin bukan Refa.


Obat itu bekerja dengan cepat, Ketika Kevin sedang Meting dengan kliennya perutnya begitu sakit, ia terus bulak balik ke dalam toilet di Cafe dimana Meting itu sedang berlangsung.


" Sial, kenapa perutku sangat sakit begini.. perasaan aku belum makan apapun kecuali bubur milik dokter Refa, tapi masa ia aku sakit perut gara-gara itu " batin Kevin merasa lemas sudah bulak balik dari toilet


" Bos, anda tidak apa-apa?? " tanya sekretarisnya merasa khawatir


" Perutku sakit sekali?? bagaimana ini?? " ucapnya sambil memegang perutnya


Dengan terpaksa ia membatalkan Meting tersebut, kliennya juga merasa tidak tega dengan kondisi Kevin sekarang dimana wajah Kevin pun sudah terlihat pucat dan tubuhnya juga terasa lemas.


" Bos, Mau saya belikan obat atau saya bawa saja anda kerumah sakit?? " tanyanya


" Mungkin aku memang harus kerumah sakit, perutku sakit sekali dan kesempatan ini juga harus aku gunakan untuk bisa bertemu dengan dokter Refa " batin Kevin

__ADS_1


" Ide bagus, cepat kamu antarkan saya kerumah sakit, saya sudah tidak tahan " ucap Kevin sambil tersenyum senang


" Baik Bos "


" Bos ini kenapa ya?? ko raut wajahnya seperti senang biasanya paling takut kalau di bawa ke ya kerumah sakit tapi kenapa bos malah bahagia, tapi aku tidak boleh berpikiran macam-macam aku harus membawa bos kerumah sakit sekarang sebelum bos terjadi sesuatu "


Kevin langsun segera di bawa ke rumah sakit dimana Refa bekerja, ia di antarkan oleh sekretaris sekaligus asistennya itu. Kevin langsung di bawa ke ruang UGD setelah ia sampai di rumah sakit.


" Semoga saja nanti aku bisa bertemu dengan dokter Refa " ucap Kevin dalam hatinya


Namun sebelum ia masuk kedalam ruang UGD, ia menyuruh asistennya itu untuk kembali ke kantor dan mengerjakan semua pekerjaan yang masih menumpuk, ia tidak mau di temani oleh asistennya itu bukan tanpa alasan ia hanya ingin terlihat menyediakan di depan Refa apalagi tidak ada yang menemaninya di rumah sakit.


" Aku mau Dokter Refa merasa kasihan padaku " batin Kevin


" Saya sudah menyuntikan obat kedalam infusannya, kita tunggu hingga infusannya habis, Maf Tuan untuk beberapa jam kedepan Tuan bisa tinggal dulu di ruangan ini kami akan memantau terus kondisi anda untuk lebih jelasnya " ucap Dokter Amel


" Baik Dok, terserah dokter saja yang penting saya sembuh.. tapi saya mau tanya sesuatu"


" Tanya apa Tuan " tanya Dokter Amel heran


" Dokter saya mau bertanya dokter Refa dimana ya?? kenapa saya tidak melihatnya dari tadi?? " ucapnya melihat kesemua arah namun tidak menemukan seseorang yang ia tunggu


" Maaf Tuan dokter Refa tidak bertugas di ruangan ini, Dokter Refa bertugas di bagian Operasi " ucapnya bingung

__ADS_1


" Jangan sampai pasien ini tingkahnya seperti Tuan Samuel dulu, bisa pusing dibuatnya " batin dokter Amel


" Astaga, aku kira Dokter Refa bertugas disini.. bagaimana caranya aku bisa ketemu dengan Dokter Refa " batin Kevin


" Kalau begitu aku mau di Operasi saja Dok, biar aku bisa bertemu dengan dokter Refa " ucapnya sambil tersenyum


" Orang aneh, dia kan hanya Sakit perut kenapa mau di operasi.. jangan-jangan dia menyukai dokter Refa.. kenapa pasien yang menyukai dokter Refa selalu membuatku pusing " batin Dokter Amel


" Maaf Tuan, anda hanya mengalami sakit perut dan kekurangan cairan saja, jangan khawatir, tidak ada yang serius Tuan, apalagi sampai di operasi " ucapnya Dokter Amel membuat Kevin kecewa


" Akh, aku sudah sakit begini tapi tetap tidak bertemu dengan dokter Refa.. " batin Kevin


" Tapi saya mau bertemu dengan dokter Refa " Ucap Kevin


" Tuan harus pulihkan dulu kondisi Tuan, agar bisa bertemu dengan dokter Refa, keadaan Tuan sekarang masih lemas masa Tuan mau menemui dokter Refa dengan keadaan seperti ini " ucap Amel sambil tersenyum membujuk Kevin untuk tidak berbuat seenaknya seperti Samuel dulu


" Dokter Benar... kalau begitu aku akan tunggu beberapa jam disini sampai kondisi ku pulih " ucap Kevin senang


Dokter Amel senang karena Kevin lebih bis di bujuk di bandingkan Samuel dulu yah sangat keras kepala dan galak membuat semua orang takut.


" Baiklah Tuan kalau begitu saya permisi " ucap Dokter Amel pamit untuk memeriksa keadaan pasien lain


Kevin menunggu infusannya habis agar kondisinya lebih baik, mana mungkin ia bertemu dengan dokter Refa dengan keadaan mules-mules bisa-bisa malu dibuatnya.

__ADS_1


__ADS_2