
Tia sengaja membawa Rey jauh dari Refa, ia senang karena dirinya tidak terseret dari masalah Refa dan Kevin.
" Sayang, kita makan dulu di restoran kesukaan mu " ucap Tia memberikan kunci mobilnya pada Rey
" Kita memang harus bicara, ada hal penting yang harus aku bicarakan sebaiknya kita bicara di rumahku saja " ucap Rey dengan wajah kesalnya
" Baiklah sayang aku setuju " ucap Tia senang
Mereka berdua masuk kedalam mobil, Rey langsung mengendarai mobil Tia dengan kecepatan tinggi, hari ini ia benar-benar di buat kesal oleh semua orang yang ia kenal termasuk ibunya sendiri.
" Ya memang sebaiknya aku bicara masalah ini di rumah, aku juga harus mendengarkan penjelasan ibu.. aku juga harus memutuskan hubungan ku dengan Tia, aku sudah tidak tahan lagi dengan sikapnya.. dan aku juga takut Refa bersama dengan orang lain " ucapnya Rey dalam hatinya
" Kenapa aku merasa kalau Rey sedang marah padaku, akh mungkin karena tadi Refa bersikap cuek padanya.. kalian memang tidak akan bisa bersama " batin Tia senang
Tampak sepanjang perjalanan jika Rey berwajah marah sedangkan Tia berwajah senang. Mereka saling berdiam tanpa ada satu katapun terucap dari mulut mereka.
Kini mereka sudah sampai di rumah Rey, mereka masuk secara masing-masing karena Rey sudah masuk terlebih dahulu di bandingkan Refa.
" Sayang tunggu " ucapan Tia yang tidak di dengar sama sekali oleh Rey
" Bu aku pulang " ucap Rey duduk di ruang tamu
" Kamu sudah pulang nak " ucap sang ibu sambil tersenyum karena Rey pulang sore hari.
" Selamat sore Bu " ucap Tia sambil tersenyum
" Eh ada Tia calon mantu ibu, sini nak " ucap Bu Rani sambil tersenyum
Tia langsung duduk di samping Bu Rani, ia tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk terlihat sangat dekat dengan calon mertuanya di depan Rey.
" Ibu kenapa rasanya aku kangen sama ibu padahal kemarin kita baru ketemu " ucap Tia sambil tersenyum
" Kalau kamu kangen ibu kamu bisa main kerumah ini karena pintu rumah ini akan selalu terbuka untukmu, apalagi sebentar lagi kamu akan menjadi bagian dari keluarga ini " ucapnya
" Terima kasih ya Bu, memang ibu adalah calon mertua yang sangat baik " ucap Tia
" Sekarang kamu mau minum apa, biar ibu buatkan untukmu " tawarkannya
" Tidak usah repot-repot " ucap Tia
" Bu, ada hal yang ingin aku tanyakan pada ibu dan Tia " ucap Rey
" Apa Itu Rey katakan " ucap Bu Rani heran
__ADS_1
" Aku juga tidak tahu Bu, Rey mau bicara apa " ucap Tia bingung
" Apa yang ingin Di katakan Rey, apa ini ada hubungannya dengan Refa " batin Tia
" Sepertinya Rey akan bicara penting.. apa ya??, aku bisa melihat raut wajahnya yang serius " ucap Bu Rani dalam hatinya
" Ibu, Tia.. apa kalian kemarin bertemu dengan Refa?? " tanya Rey
" Refa??, dari mana dia tahu " batin Bu Rani
" Kenapa harus mendengar nama Tia terus sih " batin Tia kesal
" Tidak " ucap mereka berdua kompak
" Bohong " ucap Rey dengan raut wajah marah
" Pasti Refa bicara sesuatu dengan Rey, dasar wanita tukang ngadu " ucapnya Bu Rani
" Tidak mungkin Refa bicara pada Rey.. tapi dari mana dia tahu " batin Tia
" Siapa yang mengadu padamu, apa Refa yang mengadu padamu.. dasar wanita tukang ngadu " ucap Bu Rani
" Oh jadi benar ibu dan Tia bertemu dengan Refa.. " ucap Rey wajahnya semakin marah
" Rey sayang, kami memang bertemu dengan Refa kemari tidak sengaja.. ia kan bu " ucap Tia sambil melihat wajah calon ibu mertuanya itu yang sedang marah
" Ia kami memang bertemu " ucap Ibu Rani
" Katakan padaku, apa yang kalian bicarakan " ucap Rey menahan emosinya
" Kami tidak bicara apapun " ucap Bu Rani
" Bu, aku masih menghormati ibu sebagai ibuku.. sebaiknya ibu bicara dengan jujur jangan buat aku emosi dan jadi anak durhaka " ucap Rey membuat sang ibu kaget
" Kenapa sih Rey begitu mencintai Refa.. untuk pertama kalinya Rey marah padaku " ucap Bu Rani
" Dasar Refa biang masalah.. lama-lama kamu memang harus di musnahkan " batin Tia
" Kenapa ibu tidak bicara jujur padaku, kenapa selalu menyembunyikan sesuatu padaku, ibu tega bertidak kasar juga pada Refa.. kenapa sih Bu,, aku sangat mencintai Refa " batin Rey
" Baik, ibu akan bicara jujur padamu.. memang ibu kemarin bicara empat mata dengan Refa.. ibu bilang jika ibu tidak merestui hubungan mu dengan Refa karena keluarga Refa itu tidak jelas.. dan derajat keluarga kita tidak cocok dengan dia " ucap Bu Rani dengan tidak wajah marahnya
" Apa ibu bicara begitu dengan Refa " ucap Rey benar-benar kecewa
__ADS_1
" Ia, ibu bilang hanya aku yang pantas jadi calon menantunya dan calon istri mu " ucap Tia sambil tersenyum
" Diam kamu aku sedang bicara dengan ibu " bentak Rey
" Ibu... " ucapnya Tia langsung memeluk Bu Rani dengan nada manja
" Rey, jangan bentak Tia seperti itu.. kenapa kamu malah selalu membela Refa, dia tidak ada hubungan apapun lagi denganmu " ucap Bu Rani marah
" Ibu tahu kan jika aku sangat mencintai Refa " ucap Rey
" Rey, ibu tidak suka kamu bicara seperti itu.. Tia akan sakit hati mendengarnya " ucap Bu Rani
" Aku tidak peduli, aku sudah berusaha mencintai Tia dan hasilnya aku tetap mencintai Refa... dan Tia harus tahu itu " ucap Rey
Plak,,
Satu tamparan keras itu mendarat di pipi Rey, satu tamparan itu di lakukan oleh sang ibu yang kesal dengan sikap Rey sekarang. Bu Rani tidak mungkin memutuskan pertunangan antara Tia dan Rey meskipun Rey tidak mencintai Tia.
Harga dirinya sungguh tinggi apalagi sekarang hidupnya penuh dengan kemewahan yang di berikan keluarga Tia. bahkan Tia sendiri pun sangat baik karena selalu memberikan kebutuhan mereka.
" Bagaimana pun kamu sudah bertunangan dengan Tia.. apapun kedepannya nanti kalian harus menikah " ucap Bu Rani dengan nada marah
" Ibu bisakah ibu menghargai perasaan ku.. cinta tidak bisa di paksakan " ucapnya Rey
" Rey kenapa kamu jahat padaku, apa kurangnya aku padamu.. " ucap Tia sambil menangis
" Tia sayang, Rey hanya sedang emosi jangan di masukan kedalam hatimu ya " ucap Bu Rani
" Kamu tidak salah, aku yang salah karena terlalu memaksakan, aku kira aku akan bisa mencintaimu tapi ternyata aku tidak mencintaimu karena di hatiku sudah ada Refa " ucap Rey
" Refa lagi Refa lagi.. kamu dengarkan ibu baik-baik, kamu jangan pernah berhubungan dengan Refa lagi karena ibu sudah bicara padanya untuk tidak berhubungan lagi dengan mu dan Refa sudah menyetujuinya.. kalau sampai kamu meninggalkan Tia.. ibu tidak akan pernah menganggap mu sebagai putraku lagi " ancam Bu Rani
.
.
.
.
Kalau jadi Rey kalian mau bagaimana??
Jangan lupa Komen di kolom komentar
__ADS_1
Bersambung...