Mengejar Cinta Dokter Cantik

Mengejar Cinta Dokter Cantik
Episode 09


__ADS_3

Setelah makan bersama dengan Linda, Refa langsung menuju apartemennya. ia tampak merasa kesepian seperti biasanya.


Ia menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah lengket dengan keringat seharian ini. Setelah itu ia tampak melihat pemandangan kota dari jendela disana.


Pemandangan indah ketika malam hati, banyak lampu yang berkelap-kelip disana, Entah mengapa ia merindukan seseorang di masa lalunya yang dulu selalu menemaninya.


" Kamu dimana sekarang Rey, apakah kamu baik-baik saja.. sudah satu tahun kita berpisah namun aku belum bisa melupakan mu.. andai saat itu kamu tidak mengkhianati ku mungkin kit masih bersama " ucap Refa dalam hatinya


Refa sengaja memilih pergi ke Singapura untuk bekerja, ia ingin menjauh dari kehidupan mantan kekasihnya yang tega mengkhianati dirinya dengan sahabat baiknya.


Makanya dia tidak punya teman dekat selama setahun ini kecuali Amel. Ia takut hal seperti dulu akan terjadi lagi, Tiga tahu menjalin hubungan dengan Rey lenyap dalam seketika hanya demi Sahabatnya itu.


Selama satu tahun Refa menutup hatinya untuk laki-laki lain, ia bersikap cuek dan memilih tidak peduli dari pada dia harus menderita lagi. Meskipun tidak semua laki-laki seperti Rey.


Ia sudah membakar semua Foto dia bersama dengan Rey, ia juga membuang semua pemberian dari Rey, namun kenangannya masih selalu terbayang di pikirannya Bakan dalam mimpinya.


" Kenapa Rey.. Aku sama sekali tidak mengerti.. kamu begitu tega padaku... apa salahku Rey " ucap Refa bertanya pada dirinya sendiri


Perasaannya kini sudah campur aduk kembali seakan rasa rindunya menusuk hatinya kali ini. Ia tak mau larut dalam perasaan seperti itu kali ini. Ia langsung menuju kamarnya lalu membaringkan tubuhnya di sana. Dan perlahan-lahan Refa memejamkan matanya.


.


...****************...


.


Sementara di tempat lain tepatnya di ruangan Samuel, ia terbaring kesepian. Jauh dari sang ayah membuat dia merindukannya namun ajaran sang ayah sangat keras padanya dulu.


Meskipun ia bukan anak kandung sang ayah namun kasih sayang ayahnya sangat besar padanya namun di tunjukan dengan cara yang berbeda dari anak-anak lainnya.

__ADS_1


Kasih sayang seorang ibu, belum pernah ia dapatkan semenjak lahir, baginya Ayahnya sekaligus sebagai ibunya juga. Hal itu yang membuat ia selalu bersikap cuek pada Wanita


Sejak dahulu ia tumbuh bersama dengan seorang wanita yang menjadi keponakan tapi tidak sedarah. Dia yang selalu menemani Samuel kemanapun hingga saat itu dia kabur dari rumah dan Samuel tidak dapat menemukannya lagi.


Semua wanita yang ia temui di club' tidak ada yang bisa menggantikannya, di hatinya nama wanita itu terukir sangat penting. Tapi entah mengapa saat bertemu dengan dokter cantik itu ada perasaan berbeda padanya.


Sikapnya Cuek, orangnya baik dan juga sabar menghadapi dirinya yang terkadang suka seenaknya.


" Kenapa wajah dokter Refa terbayang dalam pikiran ku.. aku ingin bertemu dengannya tapi bagaimana caranya " ucap Samuel dalam hatinya


Yang jadi sialnya adalah ia tidak punya nomor handphone dokter Cantik itu, padahal tadi dia mau memberikan nomornya pada Samuel tapi karena telepon penting jadi dia harus pergi.


Samuel lalu punya ide untuk bertemu dengan Dokter Refa meskipun jika di lihat ini sudah menunjukkan tepat tengah malam.


" Maafkan aku dokter akan mengganggu tidurmu, salahkan dirimu yang membuatku tidak bisa tidur " ucapnya Samuel sambil tersenyum licik.


Dengan tersenyum licik Samuel ternyata melukai dirinya sendiri, kali ini ia ingin Dokter Refa menyembuhkannya.


" Tuan anda kenapa " ucap dokter yang melihat darah berceceran dilantai


" Dokter tolong bantu aku, hubungi Dokter Refa " ucapnya yang meringis kesakitan


" Cepat kamu telepon Dokter Refa " ucapnya pada suster itu.


Untuk menghentikan pendarahan, tangan Samuel di berikan penanganan oleh dokter itu.


" Sus, siapakan alat, lukanya cukup dalam kita harus menjahit lukanya " ucap sang dokter


" Tidak mau, aku mau jaya dokter Refa yang boleh mengobati ku " ucap Samuel

__ADS_1


" Tapi Tuan, keadaanya darurat, saya takut anda akan kehilangan banyak darah " ucapnya


" Aku mau dokter Refa " bentak Samuel


" Dok, sebentar lagi dokter Refa kesini, beliau sedang dalam perjalanan " ucap sang suster


" Bagus, sebentar lagi aku akan bertemu dengan dokter Refa, tidak apa-apalah menahan sakit sedikit " ucap Samuel dalam hatinya


" Tenyata benar, dia Pasien yang sulit di hadapi, untung dia kaya... " batin sang dokter


Wajah Samuel sekarang sudah mulai pucat, rasa sakitnya pun kini mulai semakin terasa, namun dia tidak boleh menyerah, hanya untuk bertemu dengan dokter yang ia sukai harus mencelakai dirinya sendiri.


Tak lama kemudian Refa datang ke ruangan itu dengan langkah terburu-buru, ia mendapat kabar jika pasien terluka dan sulit di tangani hanya ingin di obati oleh dirinya.


Untuk sebagian orag mungkin merepotkan tapi demi menolong nyawa seseorang Refa rela bangun tengah malam dan segera bergegas ke rumah sakit yang tak jauh dari apartemennya.


" Dokter Refa " ucap Samuel dengan nada lemah dan wajah pucat


" Astaga Samuel, kamu kenapa?? " tanya Refa


" Hanya terluka sedikit " ucapnya Samuel menahan rasa sakitnya


" Siapkan alatnya, aku akan mengobati lukanya " ucap Refa pada dokter dan suster


Suster langsung menyiapkan peralatannya, Samuel pun tampak senang kali ini karena rencananya berhasil meskipun ia harus menahan sakit dan perih karena tangannya terluka.


" Saya akan obati lukamu, mungkin akan sedikit sakit.. kamu tahan ya " ucap Refa dengan wajah khawatirnya


" Ia " ucap Samuel sambil tersenyum

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2